
Malam semakin larut, namun dua anak manusia berlainan jenis masih terjaga karena mereka sedang memadu kasih di kesunyian malam.
Anggara tidak pernah gagal dalam memuaskan Diandra meski dirinya saat ini memiliki keterbatasan fisik. Justru dia semakin bisa memuaskan Diandra dengan kekurangannya.
"Apa masih mau lanjut?." Goda Anggara ketika Diandra baru saja mendapatkan puncak nirwana untuk kesekian kalinya.
"Istirahat lah dulu, Dad. Tubuh ku sakit semua." Diandra mengeluh, tapi mengeluh karena keenakan.
"Aku baru kali ini lagi Dad, merasakan benar-benar nikmatnya bercinta. Setelah kejadian demi kejadian yang menimpa Tante Tania dan hari ini Mommy Lydia. Sungguh aku bisa sedikit rileks. Biasanya aku selalu ikut kepikiran ini itu. Tapi kali ini, aku benar-benar sangat puas. Bahkan aku bisa kuat seperti ini." Diandra mengakuinya dengan jujur.
Bukannya karena Anggara tidak bisa sampai memuaskannya, hanya saja pikiran Diandra sendiri yang banyak terfokus ke sana kemari.
"Mungkin kita sama, aku pun merasakannya demikian. Aku percaya Morgan dan Daddy bisa secepatnya membawa pulang Mommy Lydia." Anggara mengelus punggung polos Diandra yang masih berkeringat.
"Benar kan, Dad?. Kenikmatan yang sekarang kita rasakan berkali-kali lipat dari sebelumnya." Diandra membalik posisi tubjhanya menjadi telentang tanpa kain.
__ADS_1
"Apa mau sudah mulai lagi?." Tanya Anggara sambil memegangi salah satu pucuk dada Diandra yang kembali menegang.
Diandra terkekeh sambil mengalungkan kedua tangannya pada leher Anggara. Mengelusnya perlahan dan melanjutkannya dangan saling menautkan kedua bibir mereka.
Tanpa Diandra menjawab pun Anggara sudah paham jika istrinya itu menginginkan penyatuan lagi. Dan benar saja, mereka berdua sanggup melakukannya sampai pagi menjelang.
Gedoran pada daun pintu kamar Anggara menjadi ciri khas setiap menjelang pagi hari. Dimana Jayden yang ingin melanjutkan tidurnya kembali besama Anggara.
Diandra segara bangkit dan langsung memakai jubah, menutupi tubuh polosnya. Kemudian berjalan kearah pintu dan akan membukakan pintu untuk Jayden. Untung saja mereka sudah sama-sama mencapai *******. Sedangkan Anggara sedikit merapikan tempat tidur yang sangat berantakan karena perbuatan mereka berdua.
"Selamat pagi, Mommy..." Jayden membalas kecupan Diandra.
"Selamat pagi, Jagoan Daddy..." Sapa Anggara saat Jayden mendekatinya dan memberinya sebuah kecupan di kedua pipinya.
"Selamat pagi, Daddy...." Jayden langsung merebahkan tubuhnya di atas tubuh polos Anggara. Lalu segera memejamkam kedua matanya. Anggara dan Diandra pun ikut memejamkan kedua mata mereka karena begitu sangat lelah setelah percintaan mereka yang sangat lama.
__ADS_1
Tania dan Rini tidak ke kantor hari ini, karena mereka masih di Villa. Sementara Mommy Isabel dan Mama Mona bekerja karena ada pekerjaan yang tidak bisa mereka tinggalkan. Anggara sendiri berencana ke kantor nanti siang setelah memulihkan staminanya.
"Jayden kemana, Rin?." Tanya Tania yang hanya melihat Hayden dan Katherine.
"Di kamar Mommy Daddy nya, Ma. Tadi pagi Jayden pindah ke kamar mereka." Jawab Rini sambil fokus memperhatikn kedua anak Diandra dan Anggara.
"Oh gitu. Dikirain Mama kemana?." Rini tersenyum sambil melihat tingkah lucu mereka yang sedang bermain.
"Rin.."
"Iya Ma..." Fokus Rini teralihkan pada Tania yang sepertinya ingin mengajak bicara serius.
"Ada apa, Ma?." Rini menatap serius wajah Tania, namun sesekali tetap memperhatikan si kecil.
"Apa kamu sudah mulai membuka hati untuk Morgan?."
__ADS_1