Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 83 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Dad Willy dan Mommy Lydia memperpanjang waktunya untuk tinggal di rumah Tania, karena Tania tidak ingin terburu-buru ditinggalkan oleh mereka. Padahal sebenarnya Morgan yang telah meminta Tania untuk menahan sementara waktu Dad Willy dan Mommy Lydia. Karena rencananya siang ini Morgan akan berbicara jujur pada kedua orang tuanya dan Eliana di kantor yang sudah dirintis Kevin dari semenjak pindah ke Jakarta.


"Kantor Kevin enak juga ya, sayang." Eliana mengedarkan pandangannya pada setiap sudut ruangan.


"Hem...jiwa seni yang dimiliki Kevin memang sangat tinggi." Jawab Morgan, sebab dirinya betah berlama-lama bila berada di dalam ruangan.


"Kau benar, sayang."


"Daddy dan Mommy mana?. Kenapa mereka lama sekali sampai di sini?." Tanya Morgan sambil melihat kearah pintu. Dan tidak lama, kedua orang tua Morgan pun datang dengan membawa banyak makanan.


"Kenapa Mommy repot-repot membawa makanan?, kita kan bisa memesannya di sini Mom." Morgan ikut membantu Mommy Lidya meletakkan makanannya di atas meja padahal sudah ada Eliana yang membantu juga.


"Kau harus mencobanya, Morgan. Ini makanan enak sekali. Dulu Regina juga sangat menyukai makanan ini." Mommy Lydia sudah tidak terlalu bersedih bila mengingat Regina. Perlahan sudah bisa menerima kepergian Regina untuk selamanya.


"Kau sedang tidak sibuk?."


"Tidak, Dad. Pekerjaan ku sudah selesai. Ada meeting di luar, tapi sudah di handle oleh Paman Usman."

__ADS_1


"Bukannya pria itu bekerja untuk Anggara?."


"Kadang-kadang membantu pekerjaan ku juga, Dad. Paman Usman orangnya sangat pintar, aku pun sangat terbantu dengan keberadaan Paman Usman."


"Sudah Dad, Morgan, nanti kita lanjut lagi ngobrolnya. Sekarang kita makan dulu. Ayo, Eliana kita makan." Ajak Mommy Lydia pada ketiga orang yang ada di dalam ruangan itu.


Morgan dan kedua orang tuanya pun serta Eliana makan siang bersama.


Selesai makan siang, Mommy Lydia dan Eliana duduk di santai menghadap dinding kaca yang memperlihatkan beberapa danau yang ada di sana. Daddy Willy melihat sepintas laporan keuangan yang sedang ditandatangani oleh Morgan.


"Besar juga ya profit yang didapatkan oleh perusahan ini." Ucap Daddy Willy.


Morgan dan Dad Willy ikut bergabung duduk di sofa dan Morgan mulai buka suara terkait apa yang ingin disampaikannya.


"Dad, Mom, Eliana. Sebelumnya aku minta maaf kalau sudah mengecewakan kalian semua. Tapi keputusan ini sudah aku ambil dan aku ingin terus mempertahankannya."


"Bicara lah yang jelas pada Mommy, Morgan. Ada apa?. Apa yang sebenarnya ingin kau sampaikan pada kami?."

__ADS_1


"Rini, calon istri dari Kevin. Aku sudah menikahinya di hari yang sama dengan meninggalnya Kevin. Dan aku tidak bisa mundur atau pun membatalkannya karena aku sendiri menginginkan pernikahan itu."


"What?." Eliana dan Mommy Lydia memekik kaget, mereka begitu syok dengan pengakuan Morgan yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya."


Dad Willy hanya menarik nafas dalam sambil menatap intens wajah tampan putranya.


Eliana tidak bisa menahan tangisnya, tidak bisa membayangkan jika dia harus hidup tanpa Morgan. Sementara semuanya telah dia gantungkan dan serahkan pada Morgan. Dan sekarang pria itu dengan enteng dan gampangnya, mengatakan jika saat ini sudah menikah dengan wanita lain dan Morgan sendiri menginginkan pernikahan itu. Lalu pengorbanan dirinya selama ini dianggap apa?.


"Kau pasti sedang bercanda kan?." Tanya Eliana yang tidak terima jika dirinya harus berpisah dari Morgan meski sebenarnya mereka tidak memiliki hubungan yang jelas.


"Aku tidak sedang bercanda, bagaimana mungkin pernikahan ku, ku anggap sebagai sebuah lelucon." Jawab Morgan dengan tegas.


"Lalu aku bagaimana?." Tanya Eliana sambil menghapus kasar air matanya.


"Eliana benar, Morgan. Bagaimana dengan kehadiran Eliana yang sudah menemani kau selama ini?. Masa kau mau meninggalkannya begitu saja." Mommy Lydia mencoba berada di pihak Eliana yang selama ini cukup membantu dirinya juga dalam menerima kematian Regina.


"Kami tidak memiliki hubungan apa pun, Mom. hubungan kami hanya atas dasar suka sama suka dan aku tidak pernah menjanjikan apa pun pada Eliana."

__ADS_1


"Bagaimana ini Om, Tante?." Rengek Eliana pada kedua kedua orang tua Morgan yang sepertinya berada di pihaknya.


"Om terserah pada Morgan saja, karena ini hidup Morgan dan Om hanya ingin yang terbaik untuk Morgan dan kebahagiaan Morgan." Mommy Lydia dan Eliana sungguh tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Dad Willy yang ternyata berada di pihak Morgan.


__ADS_2