Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 57 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Sesampainya Dad Andreas dan Dad Willy di Paris, mereka langsung mengadakan meeting dadakan bersama Monica terkait kerja sama dengan Diandra yang akan mereka putus secara pihak. Tapi kenyataan pahit begitu menampar kesombongan mereka setelah menunggu kurang lebih dari tiga jam di ruang meeting menunggu keputusan akhir yang akan mereka ambil.


"Kalau kita tarik design Diandra dari pasaran, aku bisa menjamin kehancuran untuk perusahan fashion kita sudah ada di depan mata. Pihak-pihak terkait pun tidak ingin menggantinya dengan design yang lain." Monica menyampaikan hasil meeting dirinya dengan para klien beberapa menit lalu, bahkan ada salah satu dari klien mereka yang berani membayar mahal Diandra jika lepas dari perusahaan mereka.


Tentu saja situasi ini sangat tidak aman dan tidak menguntungkan bagi kelangsungan perusahaan. Tapi setelah apa yang dilakukan oleh Anggara mereka harus bisa menemukan jalan lain lagi untuk bisa menghancurkan Anggara.


"Sungguh sangat tidak mungkin jika anak kemarin sore sanggup menghancurkan perusahaan kita." Dad Willy tidak percaya begitu saja pada kemampuan Diandra. Pasti sudah ada seseorang yang sudah membantunya.


"Anggara!." Ucap Dad Andreas dan Dad Willy bersamaan di kala mereka hanya tertuju pada orang yang ada di belakang Diandra tanpa sepengetahuan mereka tentunya.

__ADS_1


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?." Tanya Dad Willy, rasanya dia sudah tidak bisa berpikir lagi. Kepalanya tiba-tiba saja merasa pusing dan tubuhnya terasa sangat lemas sekali.


"Mau tidak mau kita akan tetap membiarkan rancangan Diandra menguasai pasar fashion kita. Tapi aku bisa pastikan jika itu tidak akan bertahan lama karena kita bisa menyingkirkannya." Jawab Dad Andreas penuh percaya diri.


"Cepat lah kau lakukan!. Aku tidak bisa membiarkan Regina bersedih karena Anggara." Dad Willy sudah memijat pelan belakang lehernya.


Monica hanya mampu menatap Dad Andreas dan Dad Willy silih berganti. Baru kali ini dirinya melihat dua bos besar perusahaan ternama dibuat bungkam oleh Diandra, yang tidak lain adalah menantu dari Dad Andreas dan pemberi keturunan untuk penerus Dad Andreas.


Sementara itu Diandra dibuat tidak percaya dengan apa yang telah dijelaskan oleh Anggara. Diandra masih mencerna apa saja yang dikatakan oleh pria yang selalu membuatnya mendesah.

__ADS_1


"Bagaimana bisa aku menjadi pemilik dari perusahaan fashion yang berada di bawah perusahaan Tuan Andreas dan Tuan Willy?."


Diandra membuka beberapa file yang sudah disiapkan oleh Anggara untuk mengetahui kemungkinan dirinya untuk memiliki perusahaan fashion itu. Dimana dirinya bisa memberikannya pada Mama Mona sebagai ganti rugi beberapa perusahaan yang ditutup oleh pihak bank. Namun sebenarnya sudah ada campur tangan dari Tuan Andreas dan Tuan Willy.


"Kenapa kamu melakukannya?." Diandra menutupi tubuhnya dengan kimono dan duduk di tepian tempat tidur sambil menatap Anggara.


"Karena aku sangat mencintai mu. Aku ingin mengembalikan apa yang sudah mereka ambil dari mu dan Mona. Aku juga ingin menunjukkan pada mereka jika aku sangat mencintai wanita yang bisa berdiri dengan kemampuannya sendiri. Dan sekarang kamu bisa menunjukkannya pada mereka dengan pencapaian yang sangat luar biasa ini." Ucap Anggara panjang lebar sambil menarik tangan Diandra untuk naik ke atas tempat tidur.


"Pasti tidak lama lagi mereka akan membuat penawaran dengan diri mu untuk tetap mempertahan perusahaan fashion mereka. Dan saat itu lah kamu bisa mengambil anak-anak kita." Anggara mengecup leher Diandra dan meninggalkan jejak kemerahan di sana.

__ADS_1


"Bagaimana aku jika aku tetap menginginkan perusahaan itu ketimbang anak-anak kita?. Apa kamu akan marah atau kecewa pada ku?."


__ADS_2