Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 93 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Setelah Jayden dan Diandra tidak kunjung kembali ke mobil. Akhirnya mereka yang ada di mobil turun semua dan melihat langsung apa yang terjadi pada Mommy mereka. Sehingga Anggara berinisiatif untuk membawa Diandra ke rumah sakit yang terdekat dari Villa, setelah mengetahui kondisi Diandra yang sangat memperhatikan.


Diandra, Anggara dan ketiga anaknya sudah berada di dalam ruangan dokter kandungan. Mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan oleh dokter yang bernafas Syahnaz itu. Dimana dokter Syahnaz mengatakan jika Mommy mereka sedang hamil calon adik mereka, namun hanya satu saja tidak kembar seperti mereka.


Jayden dan Katherine yang sangat terlihat begitu senang mendengar dan mengetahui jika mereka akan memiliki calon adik lagi. Tapi tidak dengan Hayden yang terlihat murung sambil memeluk leher Anggara.


Diandra dan Anggara hanya saling melempar pandang kala mendapati putra mereka kurang senang mendapati akan memiliki seorang adik.


.


.


.


"Kamu istirahat saja di sini, nanti saja kita akan melihat rumahnya. Kalau tidak, kita bisa minta tolong pada Mama Mona untuk melihat rumah itu." Ucap Anggara saat mereka sudah sampai di Villa. Anggara tidak jadi melanjutkan perjalanannya. Dia pun tidak masuk kantor dan menyerahkan pekerjanya pada Paman Usman.


"Iya, entah lah aku merasa pusing sekali dan terlalu sensitif untuk mencium aroma yang sangat menyengat. Jadinya aku mual muntah." Aku Diandra begitu lemas dengan kehamilannya yang sekarang. Sangat berbeda dengan kehamilannya yang terdahulu.

__ADS_1


"Kamu melihat Hayden kan tadi, tidak antusias seperti Jayden dan Katherine. Tapi nanti kita akan pelan-pelan bicara pada mereka. Karena takutnya mereka memiliki pemikiran yang lain." Ujar Anggara sambil membantu Diandra merubah posisi tidurnya.


"Iya, kamu benar Dad. Kita harus bicara pada mereka bertiga bukan hanya Hayden saja." Diandra menyetujuinya.


"Lalu mereka sekarang dimana?." Diandra tidak melihat ketiga anaknya.


"Aku meminta mereka untuk bermain di kamar tapi sepertinya Katherine menelepon Mama Mona dan yang lainnya. Aku belum mengeceknya lagi." Sahut Anggara mengelus perut Diandra.


"Aku ingin tidur Dad, nanti kalau aku sudah tidur baru Daddy boleh keluar." Diandra meletakkan kepalanya di atas paha Anggara. Anggara tersenyum lebar kala mendapati Diandra yang kembali begutu manja padanya. Setelah kejadian perpisahan mereka, baru kali ini lagi Anggara melihat dan merasakan Diandra yang manja.


"Hem..."Anggara mulai mengusap lembut rambut kepala Diandra, samapi Diandra benar-benar terlelap.


Ketiga anak mereka membuka pintu kamar Diandra dan Anggara. Katherine membawa ponsel yang kameranya mengarah pada Diandra dan Anggara. Namun kemudian Katherine menempelkan telunjuk pada bibirnya supaya jangan berisik karena Mommy nya sedang tidur.


"Nenek..." Suara Katherine pelan.


Katherine menyerahkan ponsel itu pada Anggara dan mereka duduk di tepi tempat tidur melihat Mommy mereka yang sudah tidur begitu nyenyak. Tidak terganggu sedikit pun dengan pergerakan mereka.

__ADS_1


"Kasihan ya Mommy...." Ucap Jayden mengusap kaki Diandra yang sudah diselimuti.


Katherine dan Hayden hanya mengangguk. Karena Mommy mereka terlihat sangat kasihan sekali.


Anggara memperlihatkan wajah lelah Diandra pada mereka yang melakukan panggilan telepon melalui video call.


Mommy Isabel dan Mommy Lydia begitu terharu melihat Diandra, ada perasaan mereka ingin langsung terbang ke sana untuk membantu Diandra dan mengurus ketiga cucu mereka lagi. Tapi sepertinya Anggara sangat menikmati perannya ketika menjadi seorang suami, Daddy dan sahabat bagi mereka semua. Jadi Mommy Isabel masih bisa mempercayakan semuanya pada Anggara.


Berbeda dengan Mama Mona dan Tania yang langsung meluncur ke Villa setelah tahu Diandra hamil lagi. Mereka bisa merasakan kerepotan Diandra. Jadi langsung berinisiatif untuk segera ke Villa.


"Jaga Diandra dan semua cucu ku dengan baik." Ucap Mommy Isabel lirih sambil menghapus air matanya.


"Iya, Mom." Balas Anggara.


"Mommy akan bicara dulu pada Daddy, bisa secepatnya atau tidak ke sana." Lagi-lagi Mommy Isabel mengusap air matanya.


"Iya, Mommy santai saja. Di sini juga ada Mona dan Tania." Mommy Isabel mengangguk sambil mematikan sambungan teleponnya.

__ADS_1


__ADS_2