Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 129 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Anggara kembali mendatangi kantor Adam setalah satu Minggu dari kejadian Adam yang muntah-muntah di rumahnya. Ada laporan dari anak buahnya jika sudah beberapa kali Mama Mona selalu dipepet oleh kendaraan yang tidak kenal. Dan Anggara ingin memastikan jika itu bukan perbuatan dari salah satu keluarga dari Adam.


"Kau sudah lama mengulur waktu untuk segera menyelesaikan rumah tangga kau dengan Anggraini. Dan sekarang kau membahayakan ibu mertua ku dan calon anaknya."


"Bagiamana kau tahu kalau istri ku sedang hamil?."


"Itu tidak penting, di sini aku ingin memastikan kalau orang-orang yang selalu mengikuti ibu mertua ku bukan orang-orang yang akan menyakitinya. Tapi sudah beberapa kali mobil Mona hampir diserempet orang tidak dikenal."


"Aku tidak tahu dan Mona pun tidak pernah mengatakan hal itu pada ku."


"Kau yang seharusnya lebih peka pada Mona, jangan mau enaknya saja."


"Ok, aku akan mengurusnya hari ini juga. Aku juga tidak ingin membahayakan istri ku dan calon bayi kami."


"Kalau sampai nanti malam kau masih belum menyelesaikannya, aku yang akan turun langsung sendiri."


"Ok, kau bisa percaya pada ku kali ini. Aku tidak akan mengecewakan lagi."

__ADS_1


"Ku pegang janji kau!."


Adam mengangguk lalu mengantar Anggara yang langsung pulang setelah menegaskan lagi pada Adam.


Adam sendiri sudah sangat mantap untuk segera menceraikan Anggraini karena ada Yuda yang akan menemani Anggraini dimasa sulitnya. Walau terdengar sangat kejam tapi itu harus segera dilakuaknnya sebelum ada hal-hal yang buruk menimpa Mama Mona dan calon bayi mereka.


Adam menjemput Anggraini dari rumah Diandra saat sudah sore, Adam dan Anggraini sudah sepakat untuk makan malam di tempat mereka pertama kali kencan sebagai sepasang kekasih.


Anggraini sudah memesan makanan kesukaan mereka berdua yang masih sama sampai sekarang.


Adam menggeleng sambil menatap lekat wanita yang sudah menemaninya dua tahun ini. Wanita yang pernah dicintainya sebelum akhirnya Adam melabuhkan cintanya pada sosok Mama Mona.


"Apa ini cuma perasaan ku saja, sepertinya kamu ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting pada ku. Benar atau salah tebakan ku?." Anggraini balik menatap wajah tampan Adam yang sepertinya menyimpan hal besar.


"Lebih baik kita isi perut terlebih dulu, nanti kamu juga akan tahu."


"Ok, baik lah. Aku harus menyiapkan tenaga dulu untuk apa yang akan kamu sampaikan."

__ADS_1


Adam hanya tersenyum menanggapi perkataan Anggraini. Oh sungguh Adam pria yang sangat brengsek.


Makanan dan minuman yang mereka pesan telah terhidang di meja, Adam dan Anggraini langsung menyantap makanannya. Rasanya tetap masih sama begitu enak dan sangat lezat.


Adam telah menghabiskan makanannya lebih dulu, dia menunggu Anggraini yang masih betah dengan makanan seafood nya. Karena dari dulu Anggraini paling suka dengan makanan laut.


Satu jam sudah berlalu, perut lapar mereka sudah terisi penuh dengan makanan yang telah mereka habiskan. Kini saatnya bagi Adam untuk mengutarakan maksudnya.


"Anggi..."


"Hem...tunggu dulu Adam, sepertinya aku belum siap untuk hal ini. Apa nanti saja kamu mengatakannya?." Seketika Anggraini merasa gugup, dihinggapi rasa takut yang berlebihan.


Dengan cepat Adam menggeleng. "Aku harus mengatakan sekarang juga."


Terpaksa Anggraini menarik nafas panjang lalu membuangnya perlahan, dilakukannya sampai dua kali dan itu cukup membuatnya rileks.


"Baik Adam, katakan lah."

__ADS_1


__ADS_2