Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 48 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Usai mengobrol dengan Morgan, Diandra kembali ke kantor karena Monica yang memintanya.


Malam ini Diandra menemani Monica di kantor sampai pukul sepuluh, selanjutnya dia kembali pulang ke apartemen dengan diantar oleh supir perusahaan.


Diandra berlari menuju lift yang terbuka dan dia berhasil masuk bergabung dengan penghuni apartemen yang lain.


Diandra segera keluar setelah lift berhenti dan pintunya terbuka di lantai unit apartemennya.


Diandra dikejutkan dengan kehadiran Rini dan Kevin yang sudah berada di depan pintu apartemennya.


"Kenapa kalian tidak menghubungi ku?, dari kapan kalian berada di sini?." Tanya Diandra pada keduanya.


"Satu jam yang lalu, Di. Tapi tidak apa-apa, kami mengerti kesibukan yang kau miliki di sini. Lagian kami sebelumnya tidak mengabari kau terlebih dahulu.


Kevin menunjukkan bawaannya, "Kami ingin makan malam bersama mu, tapi sepertinya ini sudah sangat malam."


"Ayo kita masuk!." Ajak Diandra sambil mendorong pintu apartemen mengajak Rini dan Kevin.


Rini dan kevin langsung menuju meja makan dan menata makanan yang dibawanya sambil menunggu Diandra yang membersihkan diri.

__ADS_1


Tidak lama Diandra keluar dengan wajah yang sudah segar lengkap dengan pakaian rumahan.


"Bagaimana pekerjaan kau hari ini?." Tanya Rini di sela-sela suapannya.


"Baik, lancar, terutama Miss Monica sangat banyak membantu ku." Jawab Diandra usai menelan makanannya.


Malam ini Diandra habiskan untuk bercerita dengan Rini dan Kevin, banyak hal yang terjadi di perusahan yang dikunjunginya. Termasuk menceritakan pertemuannya dengan Morgan namun tidak dengan Anggara. Diandra tidak ingin membicarakan Anggara karena dia tidak ingin merusak moodnya.


Karena mereka lupa waktu, akhirnya Rini dan Kevin menginap di apartemen Diandra.


Pagi menjelang, Diandra sudah bangun dan bersiap diri. Sebab seperti yang sudah-sudah, dia akan meeting lagi, kembali dengan para petinggi perusahaan. Pagi ini Diandra akan menyerahkan beberapa design yang sudah coba dibuatnya.


"Terima kasih kalian sudah mengantar ku sampai kantor." Ucap Diandra merapikan tas dan batang bawaannya.


"Sama-sama, Di."


"Kalian tidak ingin menemui, Morgan?." Tanya Diandra pada keduanya sambil tersenyum.


"Tidak, Di. Lain kali saja. Kami harus kembali ke apartemen, karena Mama mau mampir."

__ADS_1


"Ok, salam buat Tante Tania. Kalian hati-hati ya." Diandra dan Rini saling beradu pipi lalu Diandra turun dari mobil.


Diandra berjalan cukup tergesa-gesa sambil menerima telepon dari Monica. Sehingga tidak terlalu memperhatikan sekeliling.


Sambungan telepon sudah terputus ketika pintu lift terbuka, dan Diandra masuk dimana di dalam sana sudah ada Anggara dan beberapa orang yang lainnya. Karena masih ada yang ikut masuk, Diandra bergeser ke belakang sehingga berada tepat di depan Anggara.


Seketika Anggara menahan nafas saat hidungnya menghirup aroma wangi tubuh Diandra. Kedua tangan Anggara yang berada di bawah sana tanpa ragu menempel tipis pada bokong Diandra.


Anggara memejamkan kedua matanya kala gairah dan hasrat itu datang bersamaan di saat yang tidak tepat. Dengan nafas yang begitu berat, Anggara sedikit menundukkan kepalanya sampai menyentuh rambut kepala Diandra.


Diandra yang meraskan itu hendak melangkah namun tiba-tiba saja tangan Anggara sudah bertengger pada kedua sisi pinggangnya.


Diandra terperangah mendapati situasi yang sangat tidak membuatnya nyaman. Diandra bergeming dengan tangan Anggara yang perlahan menyusuri perutnya.


Ting


Pintu lift terbuka, Anggara segara melepas tangannya dari pinggang ramping Diandra. Dan Diandra berjalan cepat keluar dari lift menuju ruangan Monica.


Dengan kerja jantung yang masih belum kembali normal karena sentuhan Anggara yang begitu lancang tapi dia tidak bisa menolaknya.

__ADS_1


__ADS_2