Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 105 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Diandra ikut pulang ke rumah Mama Mona sekaligus makan malam di sana. Dari sana Anggara akan menjemputnya.


Selesai meeting bersama klian yang tidak jauh dari rumah Mama Mona. Hanya ditempuh dengan waktu sepuluh menit. Anggara sudah sudah sampai di rumah Mama Mona. Tapi tidak sampai masuk karena ketiga anaknya sudah bersiap pulang.


Diandra kembali mengingatkan pada sang Mama untuk berhati-hati pada Adam yang menurutnya kurang baik. Karena sudah berstatus suami dari wanita lain namun malah memiliki ketertarikan pada wanita lain.


"Iya, Mama akan ingat pesan mu." Mama Mona menenangkan Diandra dengan mengatakan seperti itu. Mama Mona juga tidak ingin menganggu kehamilan Diandra dengan memikirkan dirinya.


"Kami pulang Ma."


"Iya, hati-hati."


Anggara segera melajukan kendaraannya setelah Diandra duduk disebelahnya.


Mama Mona menutup pintu sesaat mobil Anggara sudah menghilang dari pandangannya.


Ponsel Mama Mona yang diletakkan di atas meja terus saja berbunyi, tapi Mama Mona tidak menggubrisnya karena no yang tidak kenal itu no Adam, yang dia ketahui dari kliennya yang lain.


Beberapa hari terakhir, no yang tidak dikenal itu selalu berusaha menghubungi Mama Mona. Karena merasa penasaran Mama Mona meminta bantuan pada klien yang merupakan temannya untuk mengetahui no tersebut, dan didapatlah no Adam.


Mama Mona duduk di tepi tempat tidur, mengingat kembali dengan baik apa yang disampaikan oleh Diandra. Dan itu tidak ada yang salah. Hanya saja, hati tidak bisa memilih untuk menentukan pada siapa dia akan berlabuh.


Kalau boleh memilih, Mama Mona tidak ingin memiliki ketertarikan lagi pada pria selain pada Papanya Diandra. Namun sepertinya godaan itu datang dalam bentuk pria seperti Adam.

__ADS_1


.


.


.


"Bagaimana Daddy sudah tahu siapa Adam?." Tanya Diandra pada Anggara. Setelah sebelumnya keluar dari kamar ketiga anaknya dan mengganti cahaya lampu dengan yang tidak terlalu terang.


Diandra pun langsung menceritakan sosok Adam pada Anggara. Dan langsung meminta Anggara untuk mencari tahu sosok Adam.


"Adam Atmajaya Suseno. Putra tunggal PT. Eka Grup." Jawab Anggara sambil membaca yang baru masuk.


"Mama mu wanita yang pintar dan cerdas, tidak mungkin dia melakukan hal itu." Rasanya tidak mungkin jika Anggara melihat sosok Mama Mona.


"Wanita juga punya seribu satu cara untuk memikat pria. Jangan salah Mommy." Debat Anggara pada wanita hamil itu.


"Ya apa pun itu Dad, tapi coba Daddy cari tahu lagi kehidupan Adam."


"Iya Mommy sayang. Sebagai imbalannya kita main dulu yuk!." Rajuk Anggara sambil melepas tali piyama Diandra.


"Tapi Daddy harus janji untuk mendapatkan informasi yang lengkap tentang Adam."


"Iya Mommy sayang." Anggara sudah bermain dengan buah dada yang memiliki ukuran lebih besar dari biasanya.

__ADS_1


Keesokan paginya....


Mama Mona sudah bersiap untuk pergi ke kantor, sudah memanaskan mobil dan mengunci pintu rumah sebelum masuk ke dalam mobil.


Tiba-tiba ada sebuah mobil yang menghadang mobil Mana Mona. Padahal Mama Mona sudah mau menjalankan mobilnya.


Turun lah sosok pria dari dalam mobil tersebut dan langsung menghampiri mobil Mama Mona.


"Adam?. Untuk apa pria itu sampai ke datang ke rumah?. Kira-kira tahu dari mana?." Gumam Mama Mona sambil membuka kaca jendela mobil.


"Ada apa?." Tanya Mama Mona.


"Aku belum sarapan, ayo kita sarapan bersama!." Ajaknya dengan tanpa melepaskan tatapan pada wajah cantik Mama Mona.


"Tapi aku sudah sarapan, jadi aku tidak bisa menemani mu." Tolak Mama Mona tanpa turun dari dalam mobil.


"Tapi sayangnya kamu harus turun dan menemani ku sarapan!." Adam tidak ingin mendapatkan penolakan dari wanita yang sanggup menggetarkan hatinya berkali lipat.


"Aku harus segera ke kantor, kamu sudah banyak membuang waktu itu." Mama Mona tetap menjalankan mobilnya dengan pelan namun kegilaan Adam mampu membuat Mama Mona menghentikan mobil dan mau tidak mau turun dari mobil.


Adam tersenyum penuh kemenangan, melihat wanita matang itu akhirnya keluar dari mobil dan menemuinya.


"Mau sarapan di luar atau di rumah mu?." Dua-duanya bukan pilihan yang baik bagi Mama Mona.

__ADS_1


__ADS_2