Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 99 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

"Dari awal mereka menikah mu pun aku sudah feeling, sepertinya Morgan memang sudah ada hati pada Rini. Tapi Rini selalu beranggapan lain, belum lagi kehadiran Kevin yang begitu manis dalam kehidupan Rini."


"Iya jadi Rini menutup matanya untuk bisa melihat ketulusan Morgan. Aku juga sekarang bisa merasakan kalau Morgan sudah tidak tertarik lagi pada istri ku yang paling cantik ini."


"Iya semoga saja pernikahan mereka bisa langgeng sampai mereka memiliki keturunan seperti kita."


"Iya sayang."


Anggara segara melepas kaki palsu, meletakkannya di samping tempat tidur lalu kemudian dia naik ke atas tempat tidur. Dimana istrinya sudah menunggu dengan pakaian dinas yang begitu seksi.


"Apa mau coba gaya baru lagi?." Tanya Anggara menggoda. Mengecup bibir Diandra. yang tidak pernah ada bosannya untuk dikecup.


"Mau, tapi Daddy harus pelan-pelan biar anak kita tidak kena guncangan di dalam sana." Ucap Diandra seraya mengalungkan tangannya pada leher Anggara lalu mengecup keningnya.

__ADS_1


"Terima kasih sudah menjadi suami yang begitu sempurna untuk ku dan Daddy yang sempurna juga untuk anak-anak." Diandra kembali mendaratkan kecupan pada kening, kedua mata dan kedua pipi Anggara.


Sementara itu di sebuah kamar yang temaram. Kegiatan yang hampir sama, namun bedanya mereka masih pemula, baru mau mencoba untuk memulai hubungan mereka yang akan menapaki kehidupan yang sesungguhnya sebagai sepasang suami istri.


Morgan hanya berani sebatas mencumbu Rini, memberikan sentuhan lembut di setiap lekuk tubuh Rini. Saling berciuman dengan saling bertukar saliva. Memperdalam ciuman dengan menahan tengkuk masing-masing.


Rini begitu terbuai dengan apa yang dilakukan Morgan pada tubuhnya. Ini semua yang pertama untuk Rini sebab Kevin selama ini menjaganya dengan begitu baik.


"Apa boleh aku melakukan yang lain, selain menyentuh mu dengan tangan?."


"Apa boleh?." Tanya Morgan lagi, ingin menggoda Rini yang sedang tersipu malu.


"Kamu boleh melakukan apa pada tubuh ku ini, karena aku istri mu." Jawab Rini dengan dada yang bergemuruh, bahkan Morgan bisa merasakan nafas Rini pada dada bidangnya.

__ADS_1


Tangan Morgan terulur, merambat naik membuka pengait bra yang masih menyangga buah dada Rini yang belum pernah dilihat apalagi disentuhnya. Rini semakin mengikis jarak pada tubuh Morgan bersamaan dengan penyangga kedua buah dadanya di lepas Morgan.


"Biarkan aku melihat keindahan itu!." Bisik Morgan sambil menyapu telinga Rini, memberikan sensasi geli yang teramat sangat luar biasa. Rini menggeleng berulang kali tanpa bersuara.


"Kalau kamu terus seperti ini, baiklah aku akan melihat dan menikmati bagian tubuh mu yang lain." Ucap Morgan lagi sambil memindahkan tangannya lalu meremas bokong Rini.


Rini kembali merapatkan tubuhnya, tapi kali ini tubuh bagian bawah. Seketika Rini mendongak lalu menatap Morgan, sebab dirinya merasakan ada sesuatu yang besar dan menegang.


Morgan terkekeh geli dengan ekspresi Rini yang begitu kaget namun sangat menggemaskan.


"Apa memang sebesar itu?." Tanya Rini sambil menelan saliva.


Dengan gerakan spontan, Morgan membawa tangan Rini untuk menyentuh aset pribadinya.

__ADS_1


"Ahhh...." Teriak Rini berusaha melepaskan tangan dari senjata Morgan yang masih terbungkus kain.


"Kamu mau melihatnya langsung?." Dengan cepat Rini menggeleng sambil tersenyum, kembali menyembunyikan wajahnya pada dada Morgan.


__ADS_2