Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 103 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Rini dan Morgan sudah kembali ke rumah Tania, setelah memastikan keadaan Katherine baik-baik dan sudah bisa kembali ke sekolah.


Diandra kembali disibukkan dengan ketiga anaknya setelah bisa menerima kondisi kehamilannya yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Dia yang mengantar jemput ketiga anaknya. Terkadang mereka langsung pulang ke rumah, atau ke kantor Anggara atau pun ke kantor Mama Mona. Terkadang sesekali ke kantor Rini. Sesuka hati mereka saja mau pulang kemana.


Seperti siang ini, Diandra dan ketiga anaknya lebih memilih untuk pulang ke kantor Mama Mona. Karena selain keinginan ketiga anaknya, Diandra harus membuat design yang diminta oleh Monica dan harus segera di kirim. Seiring dengan permintaan pasar yang begitu meningkat akan hasil karya designnya.


Diandra meminta anak-anaknya untuk segara masuk ke dalam mobil tapi tiba-tiba ada seseorang yang menegurnya.


"Permisi Ibu muda, ketiga anak tadi adalah anak anda?."


"Hem, mereka anak ku. Kenapa dengan anak-anak ku?." Tanya balik Diandra sambil menyipitkan kedua mata karena silau sinar matahari.


"Ah, tidak ibu muda. Tadinya aku kira ketiga anak itu, anaknya ibu Mona."


"Kau mengenal ibu ku?."


"Iya, aku salah satu klien ibu Mona. Perkenalkan nama ku Adam." Adam mengulurkan tangannya pada Diandra.


"Diandra." Diandra menyambut hangat pria itu yang merupakan rekanan Mama Mona.


"Kau menjemput seseorang di sini?." Tanya Diandra mengedarkan pandangannya.

__ADS_1


"Iya, istri ku. Anggraini." Balas Adam.


"Oh itu, ibu guru Anggraini. Itu wali kelas ketiga anak ku."


"Oh ya?."


"Hem...ketiga anak ku selalu memuji ibu Anggraini yang baik, perhatian dan banyak lagi." Jelas Diandra.


"Baik lah Pak Adam, aku pulang duluan."


"Iya Ibu Diandra, hati-hati."


Diandra segera menaiki mobil dan duduk di belakang kemudi. Siap membawa ketiga anaknya ke kantor Mama Mona.


"Diandra maksud mu?." Tanya Adam menatap wanita yang hampir dua tahun dinikahinya.


"Iya, Mommy nya si kembar." Anggraini menegaskan kembali.


"Mommy si kembar itu anak salah satu klien ku. Ayo, naik. Aku akan mengantar mu pulang."


Keduanya masuk ke dalam mobil dan Adam langsung tancap gas meninggalkan area sekolah.

__ADS_1


"Sayang, kita ke apartemen dulu ya?." Rengek Anggraini dengan manja.


"Aku tidak bisa sayang, aku harus kembali ke kantor. Ini saja jam makan siang ku sudah habis. Pulang dari kantor saja ya." Bujuk Adam sambil mengelus pipi Anggraini.


"Baik lah, aku akan menunggu mu." Akhirnya Anggraini mengalah dan membiarkan Adam melajukan mobil setelah menurunkan dirinya di depan apartemen.


Anggraini dan Adam pasangan yang menikah karena cinta. Mereka saling mencintai dan sampai saat ini hidup mereka bahagia, walau ada sedikit pertengkaran, itu hal biasa. Dan Anggraini yang belum kunjung hamil tidak membuat keributan diantara kedua belah keluarga. Karena mereka mengerti Anggraini yang merupakan tenaga pengajar jadi cukup sibuk dengan aktivitas di sekolah dan mereka semua berusaha mengerti.


.


.


.


Sampai di kantor Mama Mona, Diandra langsung bekerja setelah meminta OB untuk membelikan makan siang untuk ketiga anaknya.


Sementara Mama Mona sedang meeting dengan beberapa klien termasuk Adam. Sekalian menjaga ketiga cucunya yang bermain di samping Mama Mona.


Meeting kali ini cukup santai, jadi tidak masalah jika Mama Mona membawa ketiga cucunya.


"Tadi aku sempat bertemu mereka di sekolah." Ucap Adam menghampiri Mama Mona.

__ADS_1


"Oh begitu."


"Iya dan aku sempat bertemu dengan putri ibu Mona, Diandra. Diandra cantik seperti ibunya." Puji Adam pada Mama Mona.


__ADS_2