
Tiga tahun sudah berlalu dari kepergian Mommy Lydia kembali ke Jerman, kemudian baru satu tahun kemarin Mommy Isabel dan Dad Andreas memutuskan untuk kembali ke Jerman juga. Selain karena menghandle perusahaan yang ada di sana, dikarenakan juga untuk menemani Mommy Lydia yang dalam tahap membuka hatinya kembali untuk Dad Willy. Meski sudah ada Rini dan Morgan yang ikut tinggal di sana dua tahun terakhir.
Meninggalkan Diandra dan Anggara dengan kesibukannya mengurusi ketiga buah hati mereka dan perusahaan yang semakin berkembang pesat.
Diandra dan Anggara yang harus mengurus langsung ketiga anak mereka yang super aktif sekali. Karena Mama Mona pun harus kembali menempati rumah yang di Jakarta setelah Mommy Isbale dan Dad Andreas keluar dari Villa besar milik Anggara. Terlebih karena jarak yang cukup dekat dengan perusahaan dan semakin memakan banyak waktu untuk berada di kantor.
Seperti pagi ini, sebelum Anggara berangkat ke kantor, dia menyempatkan diri untuk membantu Diandra dalam mengurus ketiga anaknya. Mulai dari membangunkan anak-anaknya, memantau ketiganya mandi sampai berpakaian dan berakhir di ruang makan, duduk dengan santai menunggu Mommy mereka. Sebab saat ini Diandra sedang menyiapkan makanan untuk mereka.
"Mommy sudah selesai belum?. Aku sudah sangat lapar." Seru Hayden yang tetap saja bergelayut manja pada Anggara. Kadang suka membuat Katherine dan Jayden merasa sebal karena iri, Daddy mereka hanya dikuasi oleh Hayden seorang.
"Sebentar lagi sayang. Tunggu tiga menit saja, Mommy akan segera menyajikannya di meja makan." Diandra sangat berusaha sekali menjadi ibu dan istri yang untuk ketiga anaknya dan suaminya. Walaupun tentunya sangat tidak mudah, tapi Diandra selalu bisa melakukannya dengan baik.
Makanan untuk sarapan mereka pun sudah terhidang di meja makan. Diandra segera duduk di sebelah Anggara dan melihat ketiga anaknya begitu mandiri dalam urusan makan di meja makan. Ketiganya makan tanpa bantuan Anggara atau pun Diandra. Justru terkadang Anggara yang makan harus disuapi oleh Diandra. Ketiga anak mereka hanya tertawa gembira melihat tingkah Daddy mereka seperti anak kecil.
__ADS_1
Anggara dan ketiga anaknya sudah duduk manis di dalam mobil, menunggu Diandra yang masih harus mengambil tas yang tertinggal di meja makan.
Rencananya siang ini, mereka akan melihat rumah yang akan mereka beli. Setelah sebelumnya, rumah yang dulu ditempati oleh Anggara dan Regina sudah berhasil dijual dan uangnya diberikan pada Mommy Lydia.
"Nanti rumah baru kita ada kolam renangnya Dad?." Tanya Jayden begitu bersemangat.
"Ada sayang seperti di sini." Balas Anggara.
"Lalu sekolah kami, apa dekat dari rumah baru atau lebih dekat ke kantor Daddy?." Kini Katherine yang bertanya.
dengan anak-anaknya.
"Lalu yang mengantar jemput kami siapa Dad?. Aku maunya Daddy yang mengantar jemput ku." Hayden menatap Dad Anggara begitu harap pada Daddy nya.
__ADS_1
"Tidak bisa begitu sayang, mungkin Daddy hanya sesekali mengantar jemput kalian, tapi selebihnya ada Mommy. Sesekali juga mungkin kalian bisa pulang ke kantor Daddy." Jawab Anggara bijaksana. Dia tidak mau selalu mengikuti apa yang diinginkan oleh Hayden yang terkadang sangat menyulitkan dirinya dan Diandra.
"Ini Mommy kenapa lama sekali?." Tanya Katherine sambil melirik jam tangannya.
"Sudah berapa lama Mommy di dalam Katherine?.' Hanya Jayden.
"Hampir satu jam." Jawab Katherine.
"Baik lah aku akan menyusul Mommy." Jayden segera keluar dari dalam mobil. Berlari kearah rumah untuk mempersingkat waktunya.
"Mommy....Mommy...Mommy dimana?." Terima Jayden saat tidak melihat Mommy nya di area meja makan.
"Kemana Mommy?." Gumamnya sambil berjalan kearah kamar Mommy nya.
__ADS_1
Mendorong pintu kamar yang sedikit terbuka, Jayden mengedarkan pandangan ke seluruh ruang kamar namun tidak ada Mommy nya. Hingga Jayden melihat kamar mandi yang terbuka dan begitu kaget saat mendengar Mommy kesayangannya muntah-muntah.