Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 120 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Pernikahan Mama Mona dan Adam memasuki satu bulan. Mama Mona sungguh sedang harap-harap cemas dengan hasil yang akan didapatnya.


Satu, dua, tiga dan hasilnya positif.


Kedua mata Mama Mona membulat sempurna dengan tangan yang menutupi mulut yang ikut terbuka lebar.


"Rasanya tidak mungkin kalau aku bisa hamil. Ini sangat tidak mungkin." Gumam Mama Mona setelah beberapa saat terdiam, masih mencerna apa yang saat ini terjadi menimpa dirinya.


"Ini pasti salah." Gumam Mama Mona lagi sambil mengambil testpack yang baru lalu mencobanya lagi.


Selang beberapa lama hasilnya pun tetap sama.


Mama Mona segera keluar dari kamar mandi dan langsung menelpon seorang dokter kandungan kenalannya. Dia segera berpakaian dan langsung keluar dari rumah menuju mobilnya.


Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, bibir Mama Mona terus saja komat kamit. Tidak ada hentinya berbicara pada dirinya sendiri.


"Apa yang akan terjadi pada diri ku setelah ini?. Semoga saja ini salah dan aku tidak benar-benar hamil."

__ADS_1


Mama Mona sampai di tempat tujuan dan langsung saja masuk ke dalam ruangan dokter Rumi.


Setelah dilakukan pemeriksaan tidak kurang dari tiga puluh menit, dokter Rumi mengatakan kalau Mama Mona sedang hamil empat Minggu.


"Jadi benar kalau aku sedang Hamil?."


"Iya, kau sedang hamil."


Dokter Rumi juga menjelaskan kembali apa yang ditanyakan oleh Mama Mona. Karena rasanya Mama Mona sudah lupa momen-momen waktu hamil Diandra.


Setelah dirasa cukup mendapatkan penjelasan dari dokter Rumi, Mama Mona langsung pulang tidak jadi ke berangkat ke kantor.


Mama Mona diam mematung di ambang pintu ketika melihat Anggraini yang duduk santai dengan putrinya.


"Aku sudah salah dengan datang ke sini." Mama segara balik badan dan pergi dari sana. Tapi suara Diandra berhasil menghentikannya.


"Mama mau kemana lagi?." Diandra sudah berdiri di belakang Mona.

__ADS_1


Mama Mona terpaksa berbalik badan sambil tersenyum kearah putrinya.


"Mama lupa kalau harus bertemu Tiara." Jawab Mama Mona beralasan.


"Kamu juga sepertinya sedang sibuk."


"Tidak Ma, itu ibu Anggraini akan menjadi guru les untuk si kembar."


"Guru les." Gumam Mama Mona begitu lirih namun Diandra masih bisa mendengarnya dengan jelas.


"Iya Ma, aku sudah tidak bisa mengajari mereka jadi aku dan Anggara memutuskan untuk memakai jasa guru les. Dan pilihan ku pada ibu guru Anggraini." Jelas Diandra pada Mama Mona.


"Iya kamu benar, kehamilan kamu sudah besar sudah seharusnya kamu beristirahat, tidak melakukan pekerjaan berat lagi." Mama Mona mengiyakan penjelasan Diandra.


"Kapan-kapan lagi Mama ke sini mengunjungi kalian." Ucap Mama Mona sekalian berpamitan. Diandra sempat melarangnya namun Mama Mona tetap bersikeras harus menemui Tiara. Dan mau tidak mau Diandra pun membiarkan Mamanya pergi sana.


Dengan langkah terburu-buru Mama Mona segara keluar dari rumah Diandra yang belum sempat dimasukinya. Mama Mona duduk di belakang kemudi. Dirinya tidak mungkin untuk menemui Tiara yang saat ini sedang bersama Rini. Jadi Mama Mona memutuskan untuk pulang dan beristirahat di rumah saja.

__ADS_1


Sementara itu di kantor Adam, sudah lima kali Adam bolak balik ke toilet yang ada di dalam ruangan kerjanya. Entah apa yang terjadi pada dirinya dari tiga hari yang lalu, namun yang paling parah adalah pagi ini.


__ADS_2