
Seharusnya hari ini, hari yang paling bahagia bagi Rini dan Kevin. Dimana kedua insan yang saling mencintai itu akan terikat selamanya dalam ikatan pernikahan. Tapi sungguh sangat miris dengan apa yang sesungguhnya terjadi, ratusan tamu undangan yang datang menghadiri pernikahan keduanya justru mengantarkan Kevin pada tempat peristirahatan terakhirnya.
Rini, wanita muda itu begitu bahagia dengan status baru yang disandangnya menjadi istri dari Kevin, pria yang sangat dicintainya. Ketika mendengar, meski samar-samar seseorang sudah mengucapkan ijab kabul atas nama dirinya. Tapi kebahagian Rini hanya mampu bertahan sebentar saja, karena dia sangat dikejutkan dengan kenyataan yang begitu menyakiti hatinya, selain dia harus kehilangan Kevin di hari pernikahan mereka. Tidak masalah dengan status janda yang akan disandang setelah kepergian Kevin, karena dia begitu sangat mencintai Kevin. Tapi sayang, lagi-lagi kenyataan pahit harus datang menghampiri hidupnya ketika dia baru sadar dan mengetahui kalau yang menjadi suami atas dirinya adalah Morgan. Semua dia lihat dan baca dalam buku pernikahan yang dibawa oleh Tania ke kamar Rini dan Kevin.
"Maaf kan Mama, Rin. Mama tidak bisa berbuat banyak untuk mu. Ini semua kehendak Kevin sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Kevin tidak ingin meninggalkan mu dalam keterpurukan, kesedihan dan kesendirian. Makanya Kevin meminta Morgan untuk menjaga kamu selamanya."
"Tapi tidak dengan cara menikahi dan mengikat ku begini, Ma. Aku sudah besar dan bisa menentukan apa yang terbaik untuk ku. Mama tahu aku sangat mencintai Kevin dan Morgan sudah tidak ada lagi dalam hidup ku."
"Kevin juga sangat mencintai mu, Rin. Makanya Kevin melakukan hal ini. Mama dan Papa Usman akan tetap menjadi Mama Papa bagi mu dan Morgan. Karena itu yang diinginkan oleh Kevin dan kami juga.
__ADS_1
"Dan ini juga pastinya akan sangat berat bagi Morgan karena harus menghadapi sikap dingin dan kemarahan mu, atau bahkan mungkin kamu akan menolak dan langsung meminta berpisah. Sementara Morgan pasti akan menolaknya karena permintaan dari Kevin."
Meninggalnya Kevin pasti meninggalkan luka dalam bagi keluarga dan orang terdekatnya. Apa lagi Rini yang tidak Jadi menyandang status Nyonya Kevin.
Rini berusaha tegar, menyembunyikan air matanya yang belum mengering.
"Mama harus keluar, sayang. Ada Morgan yang mau masuk. Kalian bicara dari hati ke hati. Mama sangat menyayangi mu, Rin." Ucap Tania saat melihat Morgan ada di depan pintu karena pintu yang tidak tertutup rapat. Tania mengecup pucuk kepala Rini sebelum pergi dari sana.
"Banyak mengalah dan bersabar saja." Tania menepuk punggung Morgan yang berpapasan dengannya.
__ADS_1
"Iya, Ma." Balas Morgan. Kini Morgan sudah menjadi anak laki-laki bagi Tania.
Morgan menatap punggung Rini yang membelakanginya. Dia tahu arti sebuah kehilangan, namun dengan rasa sakit yang berbeda.
Hening suasana di kamar Rini, Morgan belum buka suara. Dia masih menatap punggung wanita yang kini sudah berstatus sebagai istrinya tanpa sepengetahuan Dad Willy dan Mommy Lydia.
Morgan duduk di tepi tempat tidur sambil membelakangi Rini.
"Kau pasti tahu, kenapa bisa kita sampai menikah?. Aku tidak akan pernah meminta apa pun dari pernikahan ini, aku hanya ingin kita bisa menjadi sahabat yang baik. Kau bisa bercerita banyak pada ku tentang apa saja, termasuk tentang Kevin. Aku akan menjadi pendengar yang baik untuk setiap masalah dan semua cerita yang kau miliki. Aku akan selalu untuk menemani kau dalam situasi dan kondisi apa pun."
__ADS_1