
Anggraini memasuki salah satu cafe yang tidak jauh dari sekolah. Tujuannya untuk menemui Yuda yang kebetulan sedang berada di cafe tersebut setelah meeting dengan klien.
Yuda menjadi tempat curhat Anggraini selama ini tanpa sepengatahuan Adam. Mereka bertiga memang dekat, tapi Adam tidak tahu jika mereka sampai membicarakan dirinya.
Anggraini begitu percaya dengan apa yang dikatakan oleh Yuda, sebab Yuda memang sahabat baik Adam. Jadi tidak mungkin Yuda akan membohonginya.
"Kamu sudah lama?." Anggraini langsung duduk di kursi yang sudah disiapkan oleh Yuda.
"Cukup lumayan. Tapi tidak apa-apa untuk wanita secantik dan sebaik kamu." Gombal Yuda pada Anggraini. Karena Yuda dan Anggraini sudah biasa dengan candaan yang seperti ini.
"Iya, tadi aku ada pertemuan dengan beberapa wali murid, jadi telat sampai di sini nya." Jelas Anggraini.
"Enggak apa-apa, santai saja."
__ADS_1
Yuda dan Anggraini memanggil pelayan dan langsung memesan minuman serta beberapa potong kue untuk menemani obrolan santai mereka
"Kebetulan sekali kamu mengajak aku ketemuan, ada yang mau aku tanyakan apa mu tentang suami ku." Ucap Anggraini setelah pelayan itu pergi dari hadapan mereka.
"Memangnya ada apa dengan suami mu itu?." Tanya Yuda dengan seksama, memperhatikan Anggraini yang semakin cantik dan tidak membosankan bila di pandang dalam waktu yang lama pun.
"Aku belum tahu pasti, tapi aku merasa ada yang berubah dengan Adam. Hubungan pernikahan kami baik-baik saja, komunikasi pun sangat baik. Tapi hubungan percintaan kami yang mengalami masalah." Ucap Anggraini berhenti sejenak. Meski tidak ingin membicarakan masalah ranjangnya dengan Yuda. Tapi Anggraini perlu seseorang untuk menampung semua kekhawatiran dan kegelisahannya beberapa hari ini.
"Adam selalu memberikan ku alasan setiap kali dia tidak bisa memenuhi kebutuhan biologis ku. Tapi menurutku, alasannya itu terlalu mengada-ada. Dan Adam selalu memuaskan ku dengan cara yang lain. Ya, walaupun aku bisa puas tapi kan beda rasanya dengan berhubungan intim langsung." Lanjut Anggraini lebih dalam lagi menceritakan persoalan ranjangnya pada Yuda.
Mau menolak pun di saat sudah begini jadi tanggung dan kasihan juga pada Anggraini nya.
Untung saja pelayan datang membawa pesanan mereka di saat yang tepat, jadi Yuda bisa menjernihkan pikirannya yang tiba-tiba menjadi kotor.
__ADS_1
"Apa menurut mu, dia ada wanita lain atau memang pekerjaannya yang sedang banyak atau memang aku yang kurang menarik lagi bagi Adam?." Tanya Anggraini memasang wajah sendu.
Yuda menegakkan tubuhnya sebelum menjawab kekhawatiran Anggraini.
"Setahu ku untuk wanita lain tidak ada. Adam bukan tipe pria yang suka main dengan wanita-wanita di luar sana. Dan memang akhir-akhir ini pekerjaan kami sangat menumpuk di kantor, jadi mungkin memang benar dia kelelahan." Jawab Yuda yang tentu saja hanya sebuah alasan, alasan yang dipakainya untuk menutupi kebohongan Adam yang sudah menikahi wanita yang lebih tua dari Adam.
Terlihat Anggraini menganggukkan kepalanya, seolah mempercayai apa yang dikatakan oleh Yuda.
"Tapi misalkan nih, kita berandai-andai saja. Apa yang kamu lakukan jika hal itu sampai terjadi?. Maksudnya ada wanita lain di dalam hidup Adam." Tanya Yuda begitu hati-hati. Dia tidak ingin Anggraini mencurigai pertanyaannya.
Tanpa ada curiga sedikit pun pada Yuda, Anggraini menggeleng pelan. "Satu sisi aku seperti ya sudah, mungkin karena aku yang belum ingin memiliki anak. Tapi aku juga pasti tidak akan terima karena sudah dikhianati oleh Adam. Jadi mungkin aku akan menyerahkan semuanya pada keluarga Adam. Supaya Adam menerima hukuman yang setimpal karena sudah menyakiti aku."
"Iya, aku juga berpikir seperti itu. Karena pastinya keluarga Adam tidak akan membiarkan hal itu sampai terjadi. Kecuali kalau kamu yang memiliki hubungan dengan pria lain. Akan lain lagi ceritanya." Balas Yuda.
__ADS_1
Anggraini tersenyum lebar sambil meneguk minuman yang sudah tersaji sejak tadi.
"Aku pernah berpikir untuk mengkhianati Adam. Tapi aku masih belum menemukan pria yang tepat dan lebih segalanya dari Adam. Ya, paling tidak tidak akan pernah menyakiti ku." Ucap Anggraini menatap intens kearah wajah tampan Yuda.