Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 111 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Malam panas sudah dilewati oleh Mama Mama Mona dan Adam. Keduanya sudah beberapa kali mengulang penyatuan mereka. Tanpa ada pelindung yang mereka pakai dalam percintaan panas tersebut. Karena itu yang sangat diinginkan oleh Adam.


Mama Mona telah berhasil ditaklukkan di atas tempat tidur di bawah kungkungan tubuh Adam yang seksi dan sangat kekar.


Dibuatnya tidak berdaya dalam sentuhan memabukkan Adam yang berhasil membangkitkan sisi liar Mama Mona yang terpendam. Yang belum terjamah lagi setelah puluhan tahun dari kepergian Papanya Diandra.


Tubuh polos Mama Mona menggeliat kala ada pergerakan lagi di atas tubuhnya. Gerakan lidah yang begitu liat menyapu permukaan kedua dadanya yang dilakukan silih berganti.


"Eugh..."


"Terus lah melenguh seperti itu sayang. Aku sangat suka mendengarnya." Adam kembali mencari apa yang bisa di dapat oleh tangan besarnya.


"A dam..." Tangan kanan kiri Mama Mona meremas kuat sprei hingga semakin membuatnya berantakan. Guna menyalurkan rasa yang begitu nikmat yang dihasilkan oleh sentuhan panas seluruh anggota tubuh Adam.


Adam memposisikan dirinya di atas tubuh Mama Mona yang sudah siap kembali menerima tubuhnya.


"Aku akan memasuki mu lagi, sayang." Adam menggigit pelan ujung buah dada yang sudah menantang, sampai Mama Mona harus meringis menahan rasa yang bergejolak.

__ADS_1


"Sekarang kamu bisa menikmati percintaan kita dengan penuh kesadaran sayang." Adam mengarahkan senjatanya pada tubuh inti Mama Mona.


"Ah..." Desah keduanya ketiak penyatuan itu berhasil dilakukan dengan sempurna.


Adam mulai menggerakkan pinggulnya dengan maju mundur seraya mempercepat temponya.


Mama Mona benar-benar merasakan kembali sensasi di atas awan yang diberikan oleh Adam.


Sudah hampir satu jam lamanya, Adam baru menyudahi percintaan mereka kala dirinya sudah mendapatkan pelepasan yang kedua kakinya.


Namun bukan Adam namanya, kalau tidak berhasil membuat Mama Mona membuka mulut untuk lidahnya masuk menjelaskan rongga mulut Mama Mona.


Sementara itu di Kediaman Diandra, Anggara yang sudah mendapatkan informasi dari dua jam yang lalu. Kalau Adam dan Mama Mona ada dalam satu hotel yang sama, tapi Anggara belum mau mengatakan apa pun pada istrinya kalau belum mendapatkan info lanjutan dari anak buahnya.


"Ini sudah hampir pagi, Daddy belum tidur juga." Tanya Diandra sambil mengelus perutnya yang sudah menonjol.


"Sudah sayang, hanya saja aku terbangun dari tadi. Aku baru ingat ada pekerjaan dari Dad Andreas yang belum aku selesaikan. Tapi sekarang semuanya sudah aman." Jawab Anggara beralasan karena tentunya tidak ingin membuat sang istri khawatir.

__ADS_1


"Ayo kita tidur lagi, aku akan memeluk mu." Anggara dan Diandra sama-sama merebahkan tubuh mereka di atas tempat tidur. Lalu kembali memejamkan mata mereka.


Anggara mengepalkan kedua tangan sambil mengeluarkan suara gigi yang beradu ketika membaca pesan yang masuk pada ponsel canggihnya.


Anggara segera membalas pesan tersebut dan meminta pada orang suruhannya untuk tetap memantau Adam dan Mama Mona di sana.


Setelah mengantarkan ketiga anaknya sekolah, Anggara tidak langsung ke kantor. Namun dia menemui Anggraini, istri dari Adam.


"Pak Anggara, ada keperluan apa ingin menemui saya?. Apa ada masalah dengan si kembar?." Tanya Anggraini saat mereka sudah berdiri di dekat mobil Anggara.


"Ini tidak ada hubungannya dengan si kembar. Hanya masalah pekerjaan dengan suami ibu Anggraini, Adam." Anggraini hanya mengangguk saja tanpa bertanya apa pun.


"Aku sudah dari kantornya, tapi Adam tidak ada di sana. Apa mungkin masih di rumah atau dimana?."


Anggraini tampak berpikir karena setahunya Adam berada di kantornya.


"Ok, nanti saya coba tanya pada sahabatnya Adam. Biasanya dia tahu dimana keberadaan Adam." Balas Anggraini.

__ADS_1


__ADS_2