
Diandra yang mereka tahu hanya sebatas wanita dua tahun yang lalu sudah menolak putra mereka, yaitu Morgan.
Namun sekarang Dad Andreas ingin menjodohkan Morgan dengan Diandra tanpa mereka tahu siapa Diandra yang sebenarnya.
Yang mereka tahu hanya, Diandra sebagai wanita muda, sukses, pintar, cerdas, berbakat dan bisa mencetak banyak keuntungan untuk perusahan mereka. Jadi mereka akan mengikat Diandra untuk tetap berada di pihak mereka. Untuk semakin memperkokoh kerajaan bisnis mereka.
Dan Morgan yang sampai saat ini belum memiliki pasangan, jadi ini merupakan kesempatan emas untuk mengikat Diandra.
"Kalian lupa kan penolakan yang dulu, kalau sekarang bisa aku pastikan jika mereka akan menikah dan bahkan Diandra akan bisa mencintai Morgan, putra bungsu ku." Ucap Dad Andreas begitu yakin dengan keputusan yang diambilnya.
Anggara yang sedari tadi hanya mengepalkan kedua tangan, tidak bisa buka suara terkait keputusan Dad Andreas sebab dia memiliki tujuan dan jalan lain untuk Diandra.
"Kalau itu yang kau putuskan, kami akan ikut saja." Dad Willy dan Mom Lydia hanya mengikuti saja apa yang terbaik untuk perusahan mereka dan Morgan.
Anggara yang sudah tidak bisa menahan emosinya lagi, lebih memilih pamit undur diri dari sana. Berjalan menyusuri setiap ruangan untuk menemukan apa yang dicarinya.
Anggara melihat dari celah pintu, dimana Diandra hanya bisa tersenyum melihat ketiga bocah itu tanpa berani untuk mendekat atau pun berbicara pada mereka. Diandra hanya mengamati setiap gerak gerik yang ketiga bocah itu lakukan pada Regina yang dipanggilnya dengan sebutan Mommy.
Sedangkan Regina begitu memperlihatkan kedekatannya pada mereka bertiga. Dimana sesekali Regina memeluk dan mengecup anak-anak yang lahir dari rahim Diandra.
"Kamu pasti akan memiliki anak-anak yang lucu seperti ini, saat kamu sudah menemukan pria yang tepat." Ucap Monica mengelus punggung tangan Diandra.
__ADS_1
Diandra hanya mengangguk sambil tersenyum.
Malam ini, Diandra sengaja pulang terakhir dari kantor. Dia membiarkan orang-orang berkuasa itu untuk pulang terlebih dulu, termasuk Anggara.
Diandra diantarkan oleh supir kantor, namun malam ini dia meminta mampir dulu ke super market untuk membeli beberapa keperluannya yang sudah habis.
"Terima kasih, Pak." Ucap Diandra kala dia sudah sampai di lobby.
"Sama-sama, Nona Diandra." Balas sang supir. Dan mobil pun mulai pergi dari sana.
Diandra berjalan dengan tentengan di kedua tangannya. Dia memasuki lift yang terbuka lalu menekan angka tempatnya berhenti.
Pintu lift terbuka dan Diandra segara keluar lalu berjalan menuju unit apartemennya.
"Apa lagi yang kamu ingin kan dari ku?." Diandra meletakkan belanjaannya di atas meja. Lalu dia kembali mendekat kearah pintu untuk mengusir Anggara dari sana.
"Diandra, biar kan aku di sini!."
"Untuk memberi ku luka lagi?. Apa itu belum cukup?." Tanya Diandra sambil membuka pintu
Anggara menggeleng lemah, dia mendekati Diandra lalu memegangi kedua sisi wajah Diandra.
__ADS_1
"Diandra, maaf kan aku!."
"Aku sudah memaafkan mu. Dan sekarang pergi lah!." Diandra melepaskan tangan Anggara dari wajahnya.
"Aku tidak pernah berharap kamu atau mereka akan kembali pada ku. Kalian semua sudah aku relakan pergi dari hidup ku." Lanjut Diandra membuka lebar pintu apartemennya.
Anggara keluar dari sana dengan tatapan yang tidak lepas dari Diandra, hingga pintu itu tertutup.
Setelah kepergian Anggara, dia menatap design-design itu.
"Aku bekerja sama dengan mereka yang tidak mengharapkan ku. Tapi aku harus kuat untuk Mama Mona yang sudah berusaha keras sampai sejauh ini."
Diandra berusaha menyemangati dirinya sendiri. Dia tidak boleh lemah karena Anggara atau pun anak-anak yang sudah menjadi milik dari mantan suaminya.
Keesokan paginya...
Diandra sudah meninggalkan apartemen, tempat yang ditujunya adalah apartemen Kevin. Dimana besok Kevin dan Rini akan kembali ke Indonesia.
Rini langsung memeluk Diandra ketika Diandra sudah sampai di apartemen Kevin.
Berita Morgan yang akan dijodohkan dengannya ternyata sudah sampai di telinga Kevin dan berlanjut ke Rini.
__ADS_1
"Bagaimana Di, kau bisa membalas Anggara melalui Morgan dan kau bisa lebih dekat lagi dengan anak-anak?."