Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 91 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Tiga Minggu sudah Mommy Lydia berada di Villa milik Anggara. Pikirannya jauh lebih tenang bila dibandingkan dengan awal kedatanganya.


Setelah merundingkannya dengan Morgan dan meminta pendapat dari Mommy Isbale dan Dad Andreas. Mommy Lydia sudah memantapkan hati untuk kembali ke Jerman dan menjual rumah miliknya yang di Paris. Dan rumah itu dibeli oleh Dad Andreas supaya Mommy Lydia merasa tenang karena memiliki uang untuk pegangan selama hidup di Jerman. Karena jika diberi uang secara cuma-cuma oleh Mommy Isbale atau pun Dad Andreas, Mommy Lydia menolaknya dangan sangat keras.


Kini Mommy Lydia sedang berpamitan pada penghuni Villa.


"Diandra, terima kasih kau sudah mau menerima ku dengan sangat baik di sini, mungkin sekarang Regina merasa bahagia di sana. Sebab Mommy nya bisa disayangi dengan sangat tulus." Mommy Lydia memberikan pelukan hangat sekaligus memberikan restunya pada Diandra. Diandra memang wanita baik, dewasa, mandiri dan sangat bijaksana.


"Sama-sama Mommy, terima kasih juga sudah mau menerima ku sebagai menantu sekaligus putri mu." Diandra begitu bersyukur bisa mendapatkan restu dari wanita yang tidak menyukainya karena sudah menjadi perebut suami anaknya.


"Sama-sama, sayang." Mommy Lydia juga mendaratkan kecupan sayang pada pucuk kepala Diandra cukup lama.


"Dan kau, Anggara. Aku begitu bangga pada mu. Bagaimana pun Regina membuat ulah dan menyakiti keluarga mu, tapi kau tetap saja bertahan menjadi suami Regina sampai Regina menutup mata. Aku juga sangat berterima kasih kau tetap mau memangil ku Mommy dan sekarang ada Diandra dan ketiga cucu ku juga." Mommy Lydia menangis haru di depan menantu yang sudah dianggapnya anaknya sendiri. Mommy Isabel dan Anggara memeluk erat Mommy Lydia. Membiarkannya menangis di sana.

__ADS_1


"Sampai kapan pun, aku akan tetap menjadi putra mu, Mom. Tidak ada yang berubah sedikit pun. Justru aku sangat berterima kasih karena adanya kejadian ini kita bisa saling memahami dan menerima satu sama lain anggota keluarga kita. Terima kasih Mommy juga mau menerima ketiga anak ku dan Diandra. Kami sangat bahagia sekali, Mom." Anggara membantu Mommy Lydia menghapus air matanya.


Mommy Lydia berpindah pada menantunya.


"Rini, maaf kan Mommy yang pernah berkata kasar dan tidak mau menerima pernikahan kalian waktu itu. Tapi sekarang Mommy sadar, Morgan sendiri yang menginginkan pernikahan itu bukan karena Kevin atau paksaan dari siapa pun. Dia tulus menginginkan sekaligus menerima pernikahan kalian. Terima kasih juga sudah baik dan mau menerima ku dan Morgan."


"Iya, Mom. Sama-sama. Aku bahagia Mommy mau merestui kami." Ucap Rini tanpa sadar mulai membuat senyum Morgan mengembang seketika.


"Terima kasih banyak, Mom. Selalu doakan kami yang terbaik untuk apa pun itu." Morgan ikut menimpali.


"Aamiin...." Semuanya memberikan jawaban yang kompak dan serentak.


Usai berpamitan, Mommy Lydia segera masuk mobil Dad Andreas karena yang akan mengantarkan Mommy Lydia ke bandara adalah Dad Andreas dan Mommy Isabel.

__ADS_1


Mobil sudah melaju, meninggalkan Villa mewah milik Anggara.


"Aku akan menemui Willy dan berbicara pada nya. Aku tetap ingin berpisah, bukan karena masalah uang saja yang sudah dihabiskannya, tapi ini masalah kesetiaan dan kepercayaan." Ucap Mommy Lydia saat mereka berada di jalanan menuju bandara.


"Kami ikut kau saja, Lydia. Tapi kalau boleh jujur aku sampaikan. Morgan sangat berharap dan memiliki keinginan yang kuat supaya kau dan Willy kembali lagi. Ya, setidaknya kau berilah Willy kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Tapi kalau kau tetap pada keputusan kau, mungkin Morgan juga akan mengerti." Ucap Mommy Isabel ikut berkomentar.


"Untuk saat ini, aku ingin sendiri dulu. Mungkin nanti aku bisa mempertimbangkannya. Kalau sekarang aku ingin menemuinya karena sudah dia tenang dan merasa khawatir pada ku."


"Iya, kami ikut kau saja."


"Terima kasih sudah mau mengerti dan memahami ku."


"Itu lah gunanya saudara."

__ADS_1


Mommy Lydia dan Mommy Isbale saling melempar senyum dan mereka pun sudah sampai bandara.


__ADS_2