
Hanya berselang satu hari dari kejadian tersebut Anggara dan Diandra sekarang sudah sampai di Paris untuk menjemput ketiga anak mereka.
Apa pun yang akan terjadi antara Anggara dan keluarganya nanti biar lah akan menjadi urusannya di sana. Terpenting dia mengambil ketiga anak mereka terlebih dahulu.
Diandra dan Mama Mona memberikan dukungan penuh pada Anggara untuk mengambil ketiga anaknya walau pun harus di tukar dengan apa yang dimiliki saat ini oleh mereka.
Kedatangan Anggara dan Diandra tentunya tidak mendapatkan sambutan baik dari Dad Andreas. Hanya Mommy Isabel yang sebenarnya bisa bersikap biasa saja, tapi sayang itu pun tidak terlihat jelas oleh Anggara dan Diandra karena adanya larangan dari Dad Andreas.
Bahkan sebelum masuk ke dalam rumah pun, Anggara dan Diandra sudah di hadang oleh penjaga keamanan rumah tersebut.
"Maaf kan kami Tuan Anggara, kami hanya menjalankan tugas dari Tuan Andreas kalau ada tidak boleh memasuki rumah ini!." Ucap salah satu penjaga rumah pada Andreas.
__ADS_1
"Ok, tidak masalah." Balas Anggara. Dia pun tidak ingin ada kekacauan yang nantinya bisa merugikan mereka berdua.
Anggara mencoba menghubungi ketiga anaknya namun tidak ada yang menjawabnya. Kemudian dia beralih menghubungi Mommy Isabel tapi sama saja tidak dijawabnya.
"Bagaimana?." Tanya Diandra begitu khawatir pada Anggara karena wajah tampan itu berubah menjadi sedikit lebih garang.
"Sepertinya kita harus pergi dari sini, karena pasti Daddy sudah memerintahkan semua orang tidak boleh membukakan pintu untuk kita." Jawab Anggara sambil merangkul Diandra untuk membawa pergi dari sana.
Di dalam perjalanan menuju apartemen. Anggara menghubungi Monica, memintanya untuk segera bertemu di apartemennya.
Dan tidak lama kemudian, Anggara membuka pintu karena Monica sudah ada di depan apartemennya.
__ADS_1
"Mana Diandra?." Tanya Monica setelah Anggara mempersilakannya masuk.
"Jangan kau ganggu istri ku!." Larang Anggara dari arah belakang. Tapi Monica tidak menghiraukan larangan dari Anggara hingga dia tetap saja memeluk Diandra dengan begitu erat.
"Kamu betah, Di?. Menghabiskan masa muda mu dengan pria tua seperti Anggara?." Tanya Monica bernada meledek Anggara.
"Aku meski pun tua tapi masih sangat tampan dan begitu perkasa untuk mengimbangi istri ku yang cantik dan super hot ini." Anggara mengecup pucuk kepala Diandra dengan sangat romantis. Lalu Anggara dan Monica duduk berhadapan.
"Aku ingin tahu apa yang Dad Andreas dan Dad Willy lakukan setelah kejadian kami itu?." Tanya Anggara serius pada Monica. Dan Monica pun sangat paham dengan pembicaraan ini.
"Mereka tetap akan mencari cara untuk melepas Diandra tanpa ada yang mau memakai designnya lagi." Jawab Monica jujur.
__ADS_1
"Untuk melepaskan perusahaan fashion itu pun pada Diandra, rasanya akan mengalami sedikit kesulitan karena pasti harga diri mereka yang akan terluka kalau hal itu sampai terjadi. Tapi tetap tidak menutup kemungkinan juga, sebab sekarang saja permintaan terhadap produk design Diandra masih sangat tinggi." Lanjut Monica memberikan beberapa laporan pada Anggara.
"Tapi dari apa yang aku dengar, kau bisa menghubungi Dad Willy dan Mom Lydia. Karena kata mereka jika Regina ingin mengembalikan Jayden, Hayden dan Kathrine pada mu. Tapi kau harus mau kembali pada Regina." Monica memberikan sedikit bocoran yang diketahuinya tentang keluarga Dad Willy pada Anggara.