
Kepergian Kevin sudah sampai pada telinga Dad Willy dan Mommy Lydia. Sehingga mereka memutuskan untuk datang ke Indonesia dan ikut bela sungkawa untuk Tania. Tanpa mereka tahu kalau Morgan sudah menikah dangan Rini, dimana yang mereka tahu Rini adalah calon istri dari Kevin.
Kedatangan kedua orang tua Morgan cukup membuat Tania dan Paman Usman terkejut karena bukan hanya Dad Willy dan Mommy Lydia saja yang datang melainkan ada Eliana ikut bersama mereka. Dimana mereka juga tahu kalau Eliana adalah wanita yang saat ini sedang dekat dengan Morgan.
"Sayang..." Eliana segera menghambur kearah Morgan ketika melihat Morgan yang baru keluar dari kamar dan langsung saja memeluknya di depan banyak orang, termasuk Rini.
Morgan hanya diam mendapatkan pelukan hangat itu. Dengan mengedarkan pandangan menatap Tania, Paman Usman dan Rini.
"Aku sangat merindukan mu, sayang." Bisik Eliana tepat di telinga Morgan namun Rini bisa melihat Eliana mengecup cuping Morgan.
__ADS_1
Morgan masih belum bereaksi apa pun, dia hanya diam.
Sementara Tania dan Mommy Lydia saling berpelukan untuk beberapa saat kemudian diikuti oleh Dad Willy. Mereka duduk di ruang keluarga. Meninggalkan Morgan, Eliana dan Rini.
Mommy Lydia menyampaikan rasa dukanya, karena bagaimana pun Kevin sudah mereka anggap seperti anak sendiri. Tania sangat senang dengan kedatangan Dad Willy dan Mommy Lydia, terlepas masalah yang sudah mereka ciptakan untuk Dad Andreas dan Mommy Isabel.
"Bagaimana bisa kau kecolongan dengan kesehatan Kevin?." Dad Willy sangat menyayangkan kejadian yang seharusnya bisa diatasi lebih awal.
"Hal sesederhana itu sanggup merenggut nyawa Kevin." Mommy Lydia menyandarkan tubuhnya pada sofa.
__ADS_1
"Iya, Kevin hanya mengalami dehidrasi karena terlalu kelelahan dan sangat memforsir pekerjaannya. Duduk berjam-jam, berhari-hari di ruangan ber-AC tanpa memperhatikan makanan dan minuman yang masuk pada tubuhnya. Aku pun sangat menyalahkan diri ku sendiri kenapa aku tidak terus menerus mengingatkan Kevin." Mommy Lydia langsung memeluk Tania dengan begitu erat, membiarkan Tania menangis lagi dalam pelukannya. Mungkin ini sudah merupakan tangisannya yang entah ke berapa lagi.
"Bagaimana dengan calon istri Kevin, tadi kami lihat dia ada di sini?." Tanya Mommy Lydia saat Tania melepas pelukannya dan menghapus air matanya.
"Iya, Rini masih di sini. Aku yang memintanya untuk menemani ku. Kami berdua harus saling menguatkan, apalagi dia harus mengalami segala kesusahan ini karena Kevin." Jawab Tania berbohong. Sebab itu merupakan kesepakatan mereka semua. Tania melirik kearah Rini yang harus menyaksikan langsung Eliana yang selalu menempel pada Morgan.
"Kalian punya rencana apa untuk Eliana dan Morgan?." Tania ingin tahu apa yang selanjutnya akan terjadi pada hubungan Rini dan Morgan. Dia harus mengambil sikap setelah mendengar jawaban Dad Willy dan Mommy Lydia.
"Seperti yang kau lihat, Eliana begitu menempel pada Morgan. Mungkin dalam waktu dekat kami kan melamar Eliana dan menikahkan mereka." Dad Willy yang menjawabnya.
__ADS_1
"Tanpa bertanya pada Morgan?."
"Untuk apa kami bertanya lagi, kalau Morgan sudah sangat lengket dengan Eliana. Bahkan mereka pernah tinggal bersama di apartemen Eliana dalam waktu yang cukup lama." Kali ini Mommy Lydia yang menjawab.