Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 106 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Diandra sudah tidak sabar untuk segara sampai di rumah Mama Mona saat dia tahu kalau ada Adam di rumah Mama Mona. Dari sekolah, Diandra langsung menuju rumah Mama Mona. Hasil laporan dari anak buah Anggara dan Anggara langsung menyampaikan pada sang istri.


"Lebih cepat lagi, Dad!. Aku takut Mama termakan rayuan Adam." Diandra begitu gelisah sampai tidak memikirkan dirinya yang sedang berbadan dua.


"Kamu lupa sayang, kalau kamu sedang hamil dan aku tidak ingin membahayakan kalian." Anggara tidak setuju kalau harus melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.


"Tapi aku takut, Dad!."


"Tidak akan, sayang!."


Anggara tetap mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Jadi cukup memakan waktu di jalan. Dan mereka sampai di rumah Mama Mona ketika Mama Mona sedang menemani Adam sarapan dan makanan itu di buat langsung oleh Mama Mona.


"Diandra!, Anggara!." Mama Mona kaget, dia bangkit dari kursi dan menghampiri anak dan menantunya yang sudah berada di depan pintu rumah.


Adam ikut menoleh pada Anggara dan Diandra namun tidak berkata apa-apa untuk sekedar menyapa. Adam lebih fokus pada makanan yang sudah di buat oleh Mama Mona.


Diandra menarik tangan Mama Mona dan membawanya sedikit menjauh dari sana.


"Untuk apa Adam ke sini?."


Mama Mona menceritakan semuanya pada Diandra tanpa ada yang ditutupi.

__ADS_1


"Terus kenapa sekarang pria itu ada di dalam rumah?. Kenapa Mama membuatkan sarapan?. Kenapa tidak langsung di usir saja?." Protes Diandra pada sang Mama.


"Kalau Mama bisa mengusirnya, sudah Mama lakukan dari tadi . Dia itu sangat licik sekali." Mama Mona menoleh pada Anggara yang masih di depan pintu, tidak ingin masuk dan bergabung dengan Adam.


"Aku jadi bingung, Ma. Kemarin dia itu begitu baik dan perhatian pada istrinya. Masa hari ini sudah menunjukkan sikap yang berbeda lagi. Terlihat seperti pria lajang tanpa beban apa pun datang ke sini menggoda Mama."


"Di, dia tidak menggoda ku!. Kalian jangan salah paham!." Mama Mona manatap keduanya silih berganti.


Adam yang sudah menghabiskan makanannya, langsung keluar menemui Diandra, Anggara dan pemilik rumah.


"Aku minta kalian tidak salah paham, aku yang meminta Ibu Mona untuk membuatkan ku sarapan. Karena tadi Anggraini tidak sempat mengurus ku karena ada rapat di sekolah." Aku Adam jujur.


"Tapi kan Pak Adam bisa makan apa saja di luar sana. Bukan datang kemari dan mengangguk ibu ku." Diandra melayangkan protes, karena tidak terima jika Mama Mona diperlakukan seperti itu kliennya.


"Ok, maaf Diandra, Anggara, Ibu Mona." Adam langsung pergi dari hadapan semuanya setelah mengatakan itu.


Adam segera masuk ke dalam mobil dan langsung pergi dari rumah Mama Mona.


"Terima kasih, Diandra, Anggara. Kalian sudah datang ke sini." Mama Mona mengusap perut Diandra.


"Sekarang kita ke kantor bersama atau kamu mau ke kantor Anggara?."

__ADS_1


"Aku ke kantor Anggara, Ma. Design sudah aku buat semalam dan sudah aku kirim ke Miss Monica."


"Iya, kamu hati-hati. Sekali lagi terima kasih." Ucap Mama Mona sebelum Diandra menutup pintu mobil.


"Iya Ma, sama-sama."


"Kami jalan duluan." Pamit Anggara pada Mama Mona.


Mama Mona mengangguk dan menghampiri mobilnya.


"Pagi yang luar biasa..." Ucap Mama Mona sambil melanjutkan mobilnya.


.


.


.


Adam yang sudah sampai di kantor, diam duduk di kursi kebesarannya.


Perasaannya untuk Mama Mona tidak datang tiba-tiba. Dia sudah beberapa kali menjalin kerja sama dengan pihak perusahan mana saja, termasuk perusahaan yang Mama Mona pimpin. Bukan hanya Mama Mona saja yang pernah meeting bersamanya. Ada banyak wanita muda dan matang seperti Mama Mona.

__ADS_1


Akan tetapi sikap yang ditunjukkan Mama Mona setiap kali mereka mengadakan meeting. Adam selalu merasa adem, dia juga melihat sisi lain, sisi lembut dan keibuan yang ditunjukkan Mama Mona, beberapa kali saat bersama ketiga cucunya.


"Kenapa kamu datang di saat aku sudah melabuhkan hati ku pada wanita lain?." Keluh Adam pada hatinya yang memiliki perasaan lebih pada Mama Mona.


__ADS_2