Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 41 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Regina sudah berhasil membawa Anggara dan ketiga bayi Anggara dan Diandra pergi dari rumah sakit itu. Ke sebuah rumah yang sangat besar, mewah dan megah yang cukup jauh dari Jakarta namun tetap penuh dengan penjagaan yang super ketat. Guna menghindari segala sesuatu yang tidak diinginkan.


Ada banyak suster yang bekerja di sana untuk mengurus ketiga bayi mereka yang baru beberapa hari dilahirkan.


"Bagaimana persediaan susunya?." Tanya Regina pada suster yang bertugas untuk memberi susu ketiga bayinya di setiap waktunya. Mengingat ketiganya begitu selalu kehausan dan kelaparan.


"Masih aman, Nyonya Regina. Masih ada banyak persediaan. Tapi untuk jaga-jaga saya juga sudah menghubungi Dokter Charles untuk menyiapkan stok susunya." Suster itu membuka kulkas yang berisi stok susu.


"Baik lah, aku akan menelpon Mommy Isabel. Jangan sampai stok susunya habis."


"Iya, Nyonya Regina."


Setelah kepergian Regina sambil menelan ibu mertuanya. Para suster pun langsung kembali mengecek ketiga bayi kembar tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dari waktu ke waktu Anggara hanya berada kamarnya, hanya menyibukkan dirinya dengan pekerjaan dan pekerjaan. Hanya sesekali saja dia melihat anak-anaknya yang belum bisa apa-apa.

__ADS_1


Kekuasan dan kekuatan Anggara sekarang berada di bawah kendali Dad Andreas. Jadi setiap gerak geriknya selalu diawasi. Makanya dia tidak bisa melakukan apa pun dengan lukisan. Semuanya sudah terbatas. Bahkan orang yang bekerja pada Anggara pun berada di bawah kepemimpinannya.


Kini dia sudah menjadi boneka dari Regina dan Dad Andreas beserta keluarga yang lain.


Mommy Imelda hanya sesekali mengunjungi Anggara dan ketiga cucu emasnya sambil memastikan stok ASI ketiga anak Anggara.


"Berdamai lah dengan Daddy, supaya kau tidak buntu seperti ini." Untuk kesekian kalinya Mommy Imelda membujuk Anggara.


"Kau harus berjuang lebih keras lagi untuk anak-anak. Kau ambil alih lagi semua perusahan yang seharusnya kau pimpin. Bukan Morgan tau pun yang lain." Lanjut Mommy Isabel selalu menyulut api semangat untuk Anggara. Tapi sepertinya Anggara sudah tidak tertarik lagi dengan itu semua


Seperti biasa, tidak ada respon apa pun dari Anggara. Mommy Isabel keluar dari kamar dan menuju kamar ketiga cucunya.


"Kau di sini rupanya." Sapa Mommy Isabel pada Regina yang sedang mengajak berbicara salah satu anak laki-laki yang belum diberi nama.


"Mom..." Regina memeluk Mommy Isabel dengan begitu erat, dia merasa putus asa karena Anggara yang sekarang begitu dingin dan tidak bisa di sentuh.


"Anggara pasti melakukan yang terbaik untuk rumah tangga dan anak-anak kalian." Mommy Isabel membesarkan hati Regina yang sebenarnya penuh dengan ketakutan. Dia terlihat sangat kuat hanya dengan memakai tameng keluarga Anggara.

__ADS_1


Cukup lama Regina berbicara dengan Mommy Isabel dan itu cukup memberikan sedikit ketenangan dalam jiwanya.


Sudah lama memikirkan apa yang selalu diucapkan oleh Mommy Isabel, akhirnya hari ini dia memutuskan akan mengumumkan kelahiran ketiga putranya bersama Regina kepada publik setelah semua dokumen ketiga anaknya lengkap.


Semuanya sudah dia pertimbangkan dan perhitungkan matang-matang. Semua resikonya sudah siap dia ambil untuk ketiga buah cintanya bersama Diandra.


"Mommy sangat senang, akhirnya kau mengambil langkah ini." Ucap Mommy Isabel ketika mengunjungi Anggara di kantor.


"Aku hanya ingin melawan kekuasan Dad Andreas dan Dad Willy. Mereka sudah banyak mempersulit hidup ku." Jawab Anggara sambil membubuhkan tanda tangan pada beberapa dokumen penting.


"Kau sudah persiapkan nama untuk ketiga cucu ku?."


"Hem."


"Baik lah Mommy pulang, sampai bertemu besok."


Mommy Isabel mengecup pipi putranya yang sudah tidak muda lagi.

__ADS_1


__ADS_2