
Pagi ini Mama Mona mengantarkan ketiga cucunya ke sekolah, dikarenakan Diandra harus ke dokter mengecek kandungnya, ditemani oleh suami tercinta, Anggara.
Ketiga cucunya begitu senang dan sangat berantusias ketika nenek mereka bisa mengantar ke sekolah.
Selama di dalam perjalanan menuju sekolah, tidak ada hentinya mereka bertiga berceloteh saling bersahutan. Sementara Mama Mona sendiri hanya tersenyum menanggapi ketiganya.
Sampai di depan sekolah, Katherine turun lebih dulu, lalu di susul oleh Hayden dan Jayden beserta Mama Mona.
Dari arah belakang, senyum Adam begitu terlihat lebar ketika melihat pemandangan yang saat ini sedang dinantinya. Untung saja Anggraini yang duduk di sebelah Adam tidak menyadari senyum dan tatapan penuh cinta orang tersebut pada wanita yang ada di depan mobilnya. Karena Anggraini begitu sangat sibuk memoles wajah yang sudah cantik alami.
"Itu kan si kembar dan neneknya." Ucap Anggraini setelah selesai berdandan. Memasukan kembali tempat make up ke dalam tas, lalu turun mengajak Adam untuk menyapa Mama Mona beserta ketiga anak kembar tersebut.
"Halo, selamat pagi Katherine, Jayden, Jayden dan ibu Mona." Sapa Anggraini begitu hangat dengan mengabsen nama mereka satu persatu.
"Selamat pagi ibu guru Anggraini." Sapa ketiganya sangat kompak. Tapi Mama hanya tersenyum pada Anggraini dan Adam yang ada disebelahnya.
Kemudian Anggraini memperkenalkan dirinya sendiri pada Mana Mona karena mereka memang belum kenal, hanya saja Anggraini sering melihatnya.
"Anggraini."
__ADS_1
"Mona."
"Dan pria tampan ini, suami ku, Adam."
Mama Mona hanya mengangguk pelan kearah Adam dengan senyum yang begitu tipis, lalu melambaikan tangan pada ketiga cucunya yang berlarian masuk ke dalam area sekolah bersama murid yang lain.
Lalu kemudian di susul oleh Anggraini setelah mengecup kedua pipi Adam dan terakhir berakhir pada bibir seksi Adam.
Mama Mona segara masuk ke dalam mobil tanpa mempedulikan Adam yang masih betah menatapnya dengan senyum yang masih terukir jelas dari wajah tampan Adam.
Bukannya Adam tidak mau menyapa Mama Mona lebih dekat lagi atau mengejar Mama Mona saat mobilnya sudah melaju meninggalkan sekolah. Hanya saja, Adam tidak bergerak saat ini karena ada orang Anggara yang sejak tadi pagi mengikutinya.
Adam masuk ke dalam mobil dan langsung mengendarai mobilnya menuju kantor.
Baru saja Adam dan Yuda selesai meeting, keduanya lanjut ke ruangan kerja Adam, ada berkas yang harus di urus oleh Yuda.
"Kapan rumah barunya kau tempati?." Tanya Yuda saat sudah duduk di depan Sambil memegangi berkasnya.
Adam menggeleng. "Entah lah. Mona tidak mau tinggal di sana."
__ADS_1
"Wah, kenapa?."
Adam mengangkat bahunya tinggi-tinggi. "Enggak tahu juga. Mungkin Mona lebih nyaman tinggal di rumah lamanya."
"Jadi kau yang harus datang menemui ke rumah Mona?."
"Belum tahu juga, karena sepertinya saat ini Mona sedang menghindari ku."
Yuda tergelak kencang sampai terpingkal, antara kasihan dan lucu melihat nasib sahabat baiknya itu.
"Kau malah cari penyakit sendiri, Adam. Sudah jelas ada Anggraini, ini malah mengejar wanita yang belum tentu mau sama kau, mungkin wanita itu tidak suka daun muda seperti kita." Kembali Yuda menertawai sahabatnya, tapi Adam tidak ambil hati dengan sikap Yuda. Dia hanya melempar Yusa dengan berkas yang ada di atas meja kerjanya.
"Mungkin aku sudah gila dan tidak tahu di untung. Tapi Mona wanita yang sangat berbeda. Aku pun mencintainya dengan cara yang berbeda dengan cara ku mencintai Anggraini dulu."
"Jadi kau sudah tidak mencintai Anggraini lagi?." Tanya Yuda begitu serius menatap Adam.
"Kenapa kau jadi sangat tertarik?." Adam bertanya pada balik pada Yuda namun Adam tidak sampai memperhatikan ekspresi dari Yuda.
"Ah tidak, hanya saja, aku kira kau mencintai dua wanita sekaligus." Jawab Yuda beralasan.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak mau serakah." Balas Adam santai. "Aku juga tidak tahu apa yang aku rasakan pada Mona akan berakhir seperti pada Anggraini, atau msmang dia wanita yang akan aku cintai seumur hidup ku?."