Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 134 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Mommy Isabel dan Dad Andreas tidak bisa ikut campur terlalu dalam untuk masalah Anggara yang sedang menghadapi kemarahan dari Diandra. Menurut mereka berdua, Anggara memang pantas mendapatkan kemarahan itu. Sebab sudah tidak terbuka dengan sang istri. Di saat masalah besar menghampiri Mama Mona.


Diandra sangat kecewa pada suaminya itu. Terlebih lagi hal besar yang menyangkut Mama Mona, sedikit pun dirinya tidak tahu sama sekali. Anggara malah lebih memilih untuk menutupinya dengan alasan kesehatan kandungannya.


Sudah ribuan kali Anggara menyampaikan permohonan maaf pada Diandra. Bahkan sudah mencobanya dengan melibatkan ketiga anak mereka. Tapi Diandra belum mau memberinya maaf. Karena ini masalah yang sangat besar, sampai-sampai Diandra tidak memberikan akses pada Anggara untuk melihat anak keempat mereka yang sangat cantik, Levina Putri Anggara.


Pagi ini pun Anggara kembali mencoba peruntungannya, siapa tahu pagi ini Diandra mau memaafkan dirinya.


"Sayang!." Seru Anggara langsung mengekor saat Diandra baru keluar dari dalam kamar. Diandra memberikan putri kecilnya pada Dad Andreas dan Mommy Isabel yang berada di ruang keluarga. Karena dia tahu mereka berada di pihak dirinya. Diandra menuju meja makan di mana ketiga anaknya sedang menunggu untuk sarapan.

__ADS_1


"Mommy..." Panggil ketiganya saat Diandra sudah berada bersama mereka. Anggara ikut duduk diantara Hayden dan Jayden. Berharap Diandra mau melihat kearahnya. Tapi sia-sia lagi usaha Anggara. Sebab Diandra masih bisa mengabaikannya.


"Cepat habiskan sarapan kalian, Tante Rini yang akan mengantar kalian ke sekolah." Ucap Diandra sambil mulai menyantap makanan. Dirinya pun sangat lapar karena menyusui anak keempatnya.


"Sayang..." Anggara mengiba pada Diandra di depan ketiga anaknya yang sedang menyantap sarapan mereka.


Hayden dan Katherine masih fokus dengan makanan yang tinggal sedikit. Mereka masih ingin melihat keseriusan Jayden untuk membela sang Daddy tercinta.


"Mom, kami juga sangat menyayangi Nenek. Kami juga sangat kehilangan Nenek, saat ini pasti nenek sangat bersedih karena tidak bisa melihat adik cantik kami. Semantara kami bisa berkumpul di sini." Jayden bangkit dan menghampiri Diandra lalu memeluknya dengan sangat erat.

__ADS_1


"Maaf Daddy, Mom. Demi aku dan Nenek. Nenek pasti ikut bersedih juga karena Mommy mendiamkan Daddy karena Nenek." Jayden berhasil mengaduk-aduk perasaan Diandra saat ini. Dirinya pun tidak kuasa untuk mengabaikan putra tercintanya. Diandra balik memeluk Jayden lalu menghapus air matanya yang berjatuhan. Katherine dan Hayden juga tidak bisa berdiam diri saja melihat pemandangan yang mengharu biru itu. Sehingga mereka ikut memeluk Mommy dan Jayden.


"Daddy peluk kami!." Seru Katherine pada sang Daddy yang ikut menitikkan air matanya.


Dad Andreas dan Mommy Isabel tersenyum melihat anak, cucu dan menantunya bisa melewati masalah yang menimpa mereka. Namun mereka juga masih berusaha untuk menemukan Mama Mona dalam keadaan selamat.


Sementara itu di pulau yang terpencil. Mama Mona menatap hamparan laut yang begitu luas. Dirinya tidak pernah bosan untuk melihat hal tersebut. Rasa rindu yang selalu berusaha ditepisnya terdapat Adam, kini seakan sudah tidak bisa terbendung lagi.


"Apa tidak cukup kalau hanya aku saja yang kamu rindukan?." Tanya Mama Mona pada calon bayinya.

__ADS_1


__ADS_2