
Anggara yang mendapatkan kabar dari Monica segera meminta semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Mommy Lydia yang sudah hampir tiga Minggu ini menghilang di Miami.
Monica sendiri mendapatkan informasi valid itu dari Dad Willy melalui sambungan telepon. Dengan penuh rasa khawatir Dad Willi meminta bantuan pada Monica untuk ikut membantu dirinya mencari Mommy Lydia. Setelah Dad Willy berusaha mencari sendiri keberadaan Mommy Lydia akan tetapi tidak membuahkan hasil.
Begitu juga dengan Dad Andreas ikut membantu, dengan menyebar anak buahnya. Supaya lebih cepat untuk menemukan Mommy Lydia.
Morgan pun sama, dia harus turun tangan sendiri untuk mencari wanita yang telah begitu menyayanginya.
"Aku titip Rini di sini, selama aku ke Miami. Paman Usman tolong jaga perusahan, Mama dan istri ku. Aku ingin memastikan keadaan Mommy baik-baik saja." Morgan sudah menyiapkan keberangkatannya malam ini.
"Iya Morgan, kau tenang saja. Paman akan menjaga mereka semua."
"Mama akan ikut bersama kau, Morgan. Kau tidak bisa sendiri mencari Mommy." Tania begitu khawatir pada kondisi Morgan yang sebenarnya sedang tidak baik-baik saja. Karena satu Minggu ini, Morgan lebih banyak lembur untuk menyelesaikan banyak pekerjaan.
"Tidak, Ma. Terima kasih. Aku bisa mengurus diri ku sendiri. Mama yang harus baik-baik di sini. Tolong titip istri ku, Ma." Morgan menolak niat baik Tania. Karena dirinya yang harus bertanggung jawab pada Mommy Lydia.
Tania pun tidak bisa membantah lagi ketika Dad Andreas ikut buka suara dan langsung mengambil keputusan.
"Aku yang akan menemani Morgan ke Miami. Jadi kalian bisa tenang di sini."
__ADS_1
Mereka pun mengangguk setuju. Karena Dad Andreas tentunya lebih pengalaman dan memilki pengaruh yang kuat dimana pun.
Dad Andreas sedang bersiap menyiapkan keberangkatannya ke Miami. Mommy Isabel, Diandra dan Anggara ikut membantu Dad Andreas bersiap yang tidak membawa apa-apa. Hanya saja ada hal penting yang ingin mereka bicarakan.
"Aku sudah memberikan 20 persen lagi saham perusahan kita yang ada di Paris pada Willy dan Lydia." Ucap Dad Andreas memberitahukan semuanya.
"Sekarang untuk apa?." Semuanya sudah terjadi. Dan Mommy Lydia pergi bukan karena kekurangan uang. Melainkan pengkhianatan yang dilakukan Dad Willi. Itu yang dikatakan oleh Monica pada ku." Sahut Anggara.
"Willy bermain gila sama wanita Miami?." Tanya Mommy Isabel penasaran. Karena setahunya Dad Willy tipe pria yang setia.
"Kalau begitu, Daddy dan Morgan harus berhati-hati dengan wanita Miami. Nanti yang ada kalian berdua tidak kembali lagi ke sini." Lanjut Mommy Isabel duduk di samping Dad Andreas.
"Eliana, teman wanita Morgan." Ucap Anggara membuat Diandra dan Mommy Isabel melongo.
"Gadis semuda itu." Gumam Mommy Isabel dan Diandra bersamaan.
Tatapan keduanya langsung fokus pada suaminya masing-masing.
"Apa kalian juga suka dengan daun muda seperti Willy?." Tanya Mommy Isabel pada Dad Andreas dan Anggara.
__ADS_1
"Tidak Mom." Jawab keduanya singkat namun kompak. Mereka tidak perlu memberikan jawaban panjang lebar pada Mommy Isabel dan Diandra, karena pasti mereka tidak akan percaya begitu saja.
.
.
.
Morgan dan Dad Andreas sudah berangkat ke bandara, Paman Usman uang sudah mengantar mereka.
Malam ini Tania dan Rini menginap di Villa. Nanti setelah mengantar Dad Andreas dan Morgan, Paman Usman akan langsung kembali ke rumah yang ditempatinya bersama Tania.
Rini dan Diandra sedang menidurkan Hayden, Jayden dan Katherine.
"Di..."
"Hem..."
"Aku cukup terharu ketika Morgan mengatakan istri ku."
__ADS_1
"Bagus kalau begitu. Mungkin sebenarnya dalam hati terdalam kau masih ada nama Morgan yang tertutup Kevin. Sekarang Kevin tidak ada, sehingga nama Morgan kembali naik kepermukaan."