
Anggara dan Dad Andreas memenuhi undangan dari Kakek Jerry beberapa waktu lalu. Mereka pun datang berdua ke rumah besar itu.
Tidak menunggu lama, mereka bertiga sudah berada di salah satu tempat favorit Kakek Jerry. Yaitu di taman belakang rumah, dimana ada beberapa hewan peliharaan yang bisa dikategorikan sebagai hewan buas. Namun mendapatakan penjagaan yang sangat ketat dan sangat aman.
"Kalian berdua juga pasti sedang mencari wanita itu. Betul kan?."
"Iya, kami kehilangan jejak. Tapi sepertinya kami harus tenang sekarang. Karena aku yakin besan ku ada di tangan orang yang tepat." Jawab Dad Andreas begitu yakin.
Anggara menatap Dad Andreas dan Kakek Jerry bergantian. Sebenarnya dia mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Daddy nya. Hanya saja dia ingin lebih memastikan lagi kalau mertuanya memang ada pada orang yang tepat dan aman saat ini.
"Bagaimana kau bisa bilang kalau wanita itu ada pada orang yang tepat?." Kakek Jerry memainkan tongkatnya.
"Hanya feeling ku saja." Jawab Dad Andreas seadanya.
Kakek Jerry tersenyum tipis mendengar perkataan Dad Andreas. Kemudian dia menatap arah pintu di mana Adam datang dengan wajah lesu.
Adam mengerutkan keningnya ketika mengetahui Dad Andreas dan Anggara ada di sana bersama kakeknya.
__ADS_1
"Katanya kau mau mati demi wanita itu, sekarang lompat lah ke kolam buaya, siang ini buaya-buaya itu belum dapat jatah makan." Ucap Kakek Jerry serius.
"Tapi kalau aku mati sekarang, bagaimana aku bisa bertemu dengan istri ku dan calon cicit mu?." Balas Adam menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Pandai saja kau beralasan." Sahut Kakek Jerry.
"Aku terserah wanita itu. Dia mau menemui kalian atau tidak. Selama dia belum mau memberikan izin pada siapa pun untuk menemuinya. Biar lah dia berada di tempat yang aman dan sangat nyaman tentunya." Akhirnya Kakek Jerry memberikan kejelasan tentang keberadaan Mama Mona. Ya, walau pun tanpa menyebutkan lokasinya di mana.
Adam begitu senang dengan kabar itu, begitu juga dengan Anggara dan Dad Andreas. Tapi Anggara dan Dan Andreas cukup menunggu waktu yang tepat saja bagi Mama Mona untuk pulang ke rumah. Justru berbanding terbalik dengan keinginan Adam yang saat ini sedang memikirkan cara untuk tahu di mana titik lokasi Mama Mona. Supaya dirinya bisa datang menemuinya. Rindunya sudah sangat menggunung.
Setelah kepulangan Anggara dan Dad Andreas. Adam segera meminta bantuan pada anak buahnya untuk mengecek setiap tempat yang dimiliki oleh Kakek Jerry.
"Apa ada sesuatu yang aku lewatkan?." Tanya Adam penuh selidik pada Yuda sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut apartemen.
"Tidak ada, semuanya masih sama." Jawab Yuda sedikit grogi dan itu bisa di lihat oleh Adam.
"Ok, kalau kau tidak mau mengatakannya." Ucap Adam tidak ingin terlalu jauh mencampuri urusan pribadi Yuda. Karena dirinya pun sedang sangat kerepotan dengan masalahnya sendiri.
__ADS_1
"Kau mau minum wine atau air putih saja?." Tawar Yuda bernada candaan.
"Aku sudah lama tidak minum wine. Air putih saja." Aku Adam jujur.
Keduanya duduk di mini bar yang ada di sana. Adam juga menceritakan apa yang telah kakeknya katakan tentang Mama Mona.
"Kau tidak coba datang ke pulau itu?."
Adam terdiam mendengar hal itu. Tapi sangat tidak mungkin jika Mama Mona ada di sana karena itu area pribadi sang Kakek yang tidak bisa didatangi sembarangan orang. Apalagi ini istrinya.
Lamunan Adam teralihkan karena kehadiran sosok wanita yang masih sangat dihafalnya.
"Yuda, aku lapar." Ucap Anggraini dari samping.
Deg
"Adam." Gumam Anggraini. Dia mengeratkan selimut yang saat ini menutupi tubuh polosnya. Dengan cepat Anggraini kembali masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"Aku bisa menjelaskannya." Kata Yuda cukup takut untuk menghadapi Adam saat ini karena dirinya tidak mau jujur tentang hubungannya bersama Anggraini.