Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 80 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Diandra dan Anggara sudah pulang namun bukan ke Villa, melainkan ke hotel yang tidak jauh dari rumah Tania. Sementara Dad Andreas, Mama Mona dan Mommy Isabel beserta ketiga anak Diandra dan Anggara masih berada di rumah Tania.


Anggara sengaja membawa Diandra untuk menginap di hotel karena Anggara tidak ingin memperburuk situasi di rumah Tania dengan sering bertemunya Morgan dan Diandra.


"Kenapa Kevin malah meminta Morgan untuk menikahi Rini?, kira-kira kenapa, menurut mu?." Anggara masih belum mengerti dan ingin mencari tahu kenapa bisa Kevin menyerahkan Rini pada pria lain di saat menjelang ajalnya.


Diandra mengganti pakaian dengan pakaian yang lebih santai lagi. Karena saking santainya sampai Anggara tidak bisa fokus saat berbicara dengan Diandra.


"Mending sekalian saja tidak usah di pakai, paling sebentar lagi aku sudah melepasnya." Anggara lalu bangkit dan ikut melepaskan semua pakaiannya tanpa sisa.


Diandra terkekeh geli dengan kelakuan suaminya yang begitu cepat terpancing.


"Kamu belum menjawab pertanyaan ku, sayang." Anggara memeluk tubuh Diandra dari belakang.

__ADS_1


"Pertanyaan yang mana?." Diandra mengelus lengan Anggara yang melingkar di atas perutnya.


"Kenapa Kevin malah menyerahkan Rini pada Morgan?. Pasti Rini tidak akan bahagia dengan pernikahan ini, apa lagi semua orang tahu jika Morgan masih sangat mencintai mu". Anggara mengulang lagi pertanyaannya.


Diandra menggeleng lemah karena dia juga tidak tahu dengan keputusan Kevin di saat terakhir hidupnya. Namun yang pasti, Kevin pasti sudah mempertimbangkannya dengan matang-matang sebelum mengambil keputusan besar itu.


"Kita hanya bisa mendoakan pernikahan Rini dengan Morgan, semoga selalu dilimpahkan kebahagiaan seperti pernikahan kita, Dad."


"Aku rasa tidak akan, Dad. Morgan pasti memegang teguh janjinya pada Kevin. Entah kenapa aku merasakan itu." Diandra mengelus lembut wajah Anggara yang sudah berada di depan wajahnya.


"Semoga saja, Mommy Di. Aku akan menghabisi kalau dia sampai merebut mu dari ku." Ucap Anggara mengecup bibir Diandra dangan begitu mesra.


"Sebelum kamu yang melakukanya Dad, aku yang lebih dulu akan menghabisinya." Ucap Diandra ketika ciuman mereka berakhir.

__ADS_1


Anggara dan Diandra menghabiskan waktu mereka berdua hanya di atas tempat tidur. Bercinta dan bercinta, ingin segera menghadirkan adik-adik yang lucu bagi ketiga anaknya.


Sementara itu di rumah Tania, semua orang yang berada di sana belum ada yang mau untuk duduk di meja makan. Meski semua makanan sudah tersaji di atas meja makan.


Dad Andreas yang sejak tadi berbincang dengan Paman Usman yang pertama mendatangi meja makan dan mengajak semuanya untuk duduk di sana bersamanya.


"Kevin pasti tidak ingin melihat kita terus meratapi kepergiannya. Jadi kita harus bangkit dan tetap hidup dengan baik seperti Kevin masih berada bersama kita. Ayo sekarang kita makan besama-sama." Ucap Dad Andreas tegas.


Tania, Mama Mona, Mommy Isabel bangkit berdiri dan berjalan menuju meja makan. Mereka duduk menempati kursi yang tersedia. Namun masih dengan perasaan yang campur aduk.


"Aku masih belum percaya kalau Kevin sudah tidak ada di sini." Tania menunduk menyembunyikan air matanya. Mommy Isabel dan Mama Mona langsung mendekat dan memeluk Tania secara bersama-sama.


"Kami di sini akan selalu ada untuk mu, Tan." Ucap Mama Mona menyemangati.

__ADS_1


__ADS_2