
Dengan sangat terpaksa Diandra harus melahirkan bayi keempatnya dengan prematur. Dan kondisi Diandra juga saat ini sangat buruk karena pendarahan yang cukup hebat dan fakta terakhir yang diketahuinya. Untung saja, itu juga tidak sampai menghilangkan nyawa Diandra dan bayi mereka. Kalau sampai itu terjadi, bisa dipastikan Anggara akan menyalahkan diri seumur hidup.
Anggara sangat menyesali tindakan yang sudah meminta Adam datang kerumahnya. Ternyata itu membawa petaka bagi istri dan anak mereka.
Kini Anggara sedang menunggu Diandra yang harus mendapatkan perawatan intensif dari dokter kandungan.
Adam, Yuda dan Anggraini saat ini berada tidak jauh dari posisi Anggara yang sudah berulang kali menghapus air matanya.
Di situ Anggraini merasa terenyuh, betapa beruntungnya Mommy si kembar dicintai dengan begitu tulus oleh pria hebat seperti Anggara. Andai saja jika Adam bisa seperti itu pada dirinya. Namun kenyataannya justru terbalik, rumah tangga mereka sekarang sedang di ujung tanduk karena pengkhianatan Adam yang telah menikahi wanita lain sampai hamil.
"Sekarang kamu pulang dan Yuda akan mengantar mu." Ucap Adam menyadarkan Anggraini dari lamunannya.
"Kenapa..."
"Tolong!." Adam mengangkat satu tangannya pada Anggraini dengan kepala sedikit tertunduk sebagai sebuah permohonan yang sungguh-sungguh.
__ADS_1
"Jangan sekarang kalau ingin bertanya tentang Mona atau calon bayi kami." Lanjut Adam dengan lembah lembut.
Anggraini diam mematung mendengar perkataan Adam yang super sangat lembut menurutnya, saat mengucapkan nama Mona dan calon bayi mereka. Anggraini juga tidak bisa pergi dari sana sebelum mendapatkan apa yang dingin diketahuinya.
"Hanya satu saja Adam, apa kamu begitu mencintai neneknya si kembar hingga tidak menyisakan sedikit pun cinta untuk ku?."
"Iya, sangat. Aku sangat mencintai Mona dan calon bayi kami." Dengan raut wajah yang sungguh-sungguh Adam mengakui itu pada Anggraini.
Seketika air mata Anggraini berjatuhan mendengarkan pengakuan Adam yang memang sangat jujur, Anggraini bisa melihat ketulusan itu.
Tanpa berkata apa-apa lagi pada Adam, Anggraini berlari dari hadapan kedua pria itu. Tanpa di minta dan di suruh pun Yuda segera berlari mengejar Anggraini yang sedang patah hati.
"Kalian ada di mana?." Adam begitu khawatir dengan keadaan istri dan calon anak mereka.
Begitu juga dengan Anggara, beberapa pesan yang masuk belum ada yang memberinya kabar baik mengenai keberadaan Mama Mona. Kira-kira siapa yang sudah menculik ibu mertuanya, nenek kesayangan ketiga anaknya?.
__ADS_1
Ponsel yang sedang dipegangnya tiba-tiba memperlihatkan nama Dad Andreas.
"Iya Dad."
"Bagaimana cucu menantu ku?. Mommy mu sudah tidak sabar ingin segera sampai di sana. Dari tadi menanyakan pintu doraemon."
Anggara sedikit mengangkat sudut bibirnya. "Mommy ada-ada saja. Mereka berdua masih dalam pengawasan dokter. Mudah-mudahan 1 x 24 jam mereka sudah lebih baik."
"Iya semoga saja, cucu menantu ku orang-orang biak dan hebat pasti bisa bertahan dan melewati semua ini."
"Iya Dad, Aamiin."
"Lalu Mona?."
"Itu dia Dad, sampai sekarang aku belum menemukan petunjuk. Sepertinya Mama Mona di culik oleh orang yang memiliki kekuasaan super di kota ini. Makanya kita susah sekali untuk melacaknya."
__ADS_1
"Kau benar, bisa dari keluarga dari Indra Jaya atau Jerry."
"Iya, aku juga memikirkan kearah sana."