Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 133 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Mama Mona yang sedang menjadi pencarian Adam, Anggara dan Dad Andreas satu bulan ini. Ternyata hidup dengan baik dan layak selama kehamilannya. Semua kebutuhan dan keinginannya terpenuhi dengan baik.


Mama Mona pun masih belum percaya kalau bisa hidup dengan sangat layak saat semua ini terjadi.


"Bagaimana dengan pagi ini?." Tanya pria yang telah membawa dirinya ke tempat sebagus ini. Tempat yang terletak di sebuah pulau yang sangat cantik dan Mama Mona begitu senang bisa berada di tempat itu.


"Sangat menyenangkan, terima kasih karena anda telah menyelamatkan ku dan calon bayi ku." Hampir di setiap pagi Mama Mona mengucapkan kalimat tersebut. Ya, bagaimana tidak di saat dirinya sudah berpikiran akan Kehilangan calon bayinya, sebuah keajaiban datang menyelamatkannya.


"Kau tidak ingin menghubungi siapa pun?."


Mama Mona menggeleng lemah, Jawaban yang masih sama seperti hari-hari kemarin. Mama Mona lebih merasa kalau dirinya memang harus pergi dari mereka semua.


"Baik lah kau bisa lanjutkan bersantai di sini. Aku harus memberi makan hewan peliharaan kesayangan ku."


"Iya, Terima kasih."


Mama Mona manatap punggung pria yang telah memberinya hidup baru di tempat secantik ini.

__ADS_1


Sementara di tempat lain, Indra Jaya masih belum mempercayai informasi yang dibawa oleh anak buahnya. Sampai-sampai dia harus mengebrak meja kaca sampai pecah berkeping.


"Ini tidak mungkin!, jangan sampai kalian salah informasi!." Teriak Indra Jaya pada anak buahnya.


"Tidak Tuan, informasi ini sangat Valid."


Indra Jaya segera keluar dari kantornya menuju sumber informasi yang membuatnya sangat murka.


Sesampainya di kantor Adam, tanpa basa basi lagi Indra Jaya langsung melayangkan bogem mentah saat melihat Adam berada di antara para karyawannya.


"Awww...." Teriak para karyawan sambil berhamburan. Ada juga yang masih tinggal di tempat itu untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya pada atasan mereka.


Adam yang terhuyung dan bersandar di dinding tidak melawan apa yang dilakukan oleh mantan mertuanya. Meski cukup sakit pukulan yang mengenai sisi rahang sebelah kirinya. Sehingga mengeluarkan darah segar dari sudut bibirnya.


Adam bisa menebak kenapa Indra Jaya sampai murka seperti ini padanya. Karena berkas perceraiannya sudah sampai ke tangan Anggraini. Karena itu juga info yang didapatkan oleh Adam dari Yuda.


Bugh

__ADS_1


Lagi-lagi Adam hanya diam saja saat wajah tampannya kembali menjadi sasaran bogem mentah Indra Jaya.


Adam hanya menyeka sudut bibirnya saja kemudian meminta Indra Jaya untuk berbicara jelas padanya.


"Sekarang katakan apa yang kau ingin kan?."


"Aku ingin kau mati!." Jawab Indra Jaya dengan serius. Indra Jaya kembali mendekati Adam tapi kali ini Adam menghindar.


"Kau memang kurang ajar, Adam!. Tega sekali kau menghancurkan Anggraini."


"Aku minta maaf, tapi aku tidak menyesal telah melakukannya. Sekarang pergi lah, jangan membuat keributan di kantor ku lagi."


"Aku bersumpah, Adam!? Kau tidak akan pernah bertemu dengan istri dan anak kau itu!." Setelah mengetakan itu Indra Jaya langsung pergi dari sana.


Adam hanya diam mematung mendapatakan umpatan kasar dari mantan mertuanya itu. Sampai sekarang Mama Mona masih belum ditemukan.


Anggara dan Dad Andreas juga belum bisa menemukan apa-apa. Diandra masih mendiamkan Anggara karena pada akhirnya tahu kalau suaminya itu mengetahui dari awal pernikahan Adam dan Mama Mona.

__ADS_1


__ADS_2