Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 54 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Sampai menjelang pagi, Diandra dan Anggara tidak ada hentinya mendaki puncak nirwana bersama.


Dering ponsel Anggara terdengar begitu nyaring di telinga keduanya. Matanya keduanya melebar seketika tapi Diandra masih bermalas-malasan di tempat tidur. Dan Anggara yang bangun untuk mengambil ponselnya.


"Mengganggu saja." Ucapnya menggerutu tapi tetap menjawab panggilan telepon dari Mommy Isabel.


Anggara mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan oleh Mommy Isabel dari seberang sana, hingga pada menit selanjutnya Anggara yang berbicara.


"Iya, Mom. Terima kasih." Balas Anggara sekaligus mematikan panggilan teleponnya.


Anggara kembali bergabung dengan Diandra di atas tempat tidur, bahkan Anggara bermain dengan tubuh polos Diandra.


Hingga pukul sebelas siang, baru lah mereka mengakhiri aktivitas bercinta mereka. Itu pun karena Diandra yang merengek minta berhenti karena dia harus segera ke bandara. Dan Anggara pun menurutinya tapi dengan syarat mereka harus bercita sebelum menyelesaikan ritual mandinya.


Anggara mengantarkan Diandra sampai ke bandara. Bahkan ternyata tanpa sepengetahuan Diandra, Anggara pun akan ikut terbang ke Jakarta bersama Diandra.

__ADS_1


"Sana cepat pergi!. Aku akan segera masuk!." Ucap Diandra mengusir Anggara saat mereka sudah sampai di bandara. Tanpa mempedulikan Anggara, Diandra segera masuk untuk melakukan check in.


Beberapa jam telah berlalu. Sampai pesawat mendarat pun, Diandra tidak menyadari jika Anggara mengikutinya dari belakang. Namun tentunya dengan penampilan yang pasti tidak akan mungkin dikenali oleh Diandra.


Diandra mengeluarkan ponsel hendak menelepon Rini untuk menanyakan keberadaan Rini dan Kevin, namun tiba-tiba ada sebuah mobil mewah berhenti tepat didepannya.


"Nona Diandra." Ucap Pak supir sambil turun dari mobil mewah tersebut.


Karena merasa tidak mengenali siapa pria yang memanggilnya, akhirnya Diandra melangkah mundur tapi tubuhnya menabrak seseoeang yang ada dibelakangnya.


"Anggara?." Diandra sangat kaget karena orang yang ada dibelakang dan yang ditabrak olehnya adalah Anggara.


"Mobil ini menjemput kita, Di. Rini dan Kevin sudah menunggu kita di rumah." Ucapnya kala sudah menutup pintu dan membiarkan Pak supir untuk memasukkan koper mereka ke dalam bagasi.


"Tapi, bagaimana bisa kamu sudah berada di sini?."

__ADS_1


Bukannya menjawab, Anggara langsung menutup mulut Diandra dengan mulutnya. Diandra begitu kesal dengan kelakuan Anggara yang seperti anak muda main sosor saja dan tidak tahu tempat pula.


Mobil mewah pun sudah meluncur menuju jalanan, bergabung dengan pengguna jalan yang lain. Meninggalkan bandara menuju rumah yang sudah ditentukan oleh Anggara yang tidak diketahui oleh Diandra pastinya.


"Kita mau kemana?." Tanya Diandra saat sudah melewati hampir setengah jam perjalanan mereka.


"Kamu tenang saja, kita akan ke tempat dimana semua orang sudah menunggu kita." Jawab Anggara sambil meremas pinggang ramping Diandra.


"Selalu saja seperti ini!." Keluh Diandra mencibir. Sangat kesal dengan kelakuan Anggara.


"Tapi kamu sangat suka kan, sayang!." Bisik Anggara lalu menenggelamkan wajahnya pada dada Diandra. Hingga Diandra menarik rambut Anggara cukup kencang.


"Biar kan seperti ini, sayang!. Aku sangat merindukan mereka." Kecupan bertubi-tubi dia daratkan pada belahan Dada Diandra. Diandra hanya bisa pasrah dengan kelakuan Anggara yang kelewet mesum.


Setelah hampir satu jam lebih, mobil yang membawa Anggara dan Diandra sudah sampai di rumah milik Anggara.

__ADS_1


Rumah yang baru didatangi oleh Diandra. "Untuk apa kita ke sini?." Tanya Diandra sambil keluar dari mobil setelah Anggara membukakan pintunya.


"Daddy...." Teriak ketiga anak mereka menyambut kedatangan sang Daddy.


__ADS_2