Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 127 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Adam mengelus punggung Mama Mona yang masih telanjang. "Aku akan segera berbicara pada Anggraini dan keluarga ku karena aku sudah memberitahu kakek ku mengenai hubungan kita yang sebenarnya."


"Kira-kira akan seperti apa reaksi dan tanggapan mereka?. Aku saja belum berani untuk bilang pada Diandra mengenai aku yang sedang hamil. Aku takut dia tidak akan menerima ku karena aku telah mengikuti jejaknya. Menikah dengan pria beristri karena masalah anak."


"Tapi itu karena aku, bukan kamu yang mau." Adam mengecup pucuk kepala Mama Mona.


"Sama saja, karena yang dilihat pastinya aku yang sudah menikah dangan mu." Mama Mona merapikan selimutnya.


"Kalau begitu biar aku saja yang akan bicara pada Diandra." Mama Mona segara menggeleng lalu duduk di samping Adam.


"Biar kan saja dulu seperti ini, aku ingin menikmati menjadi ibu yang sesungguhnya untuk anak mu. Diandra akan memiliki adik kecil yang usianya sama dengan anak keempat Diandra." Mama Mona tersenyum getir. Dia tidak berani membayangkan apa pun tentang ini. Mungkin Diandra akan merasa kecewa terhadapnya.


"Baik lah aku akan mengikuti mu." Adam menarik selimut Mama Mona yang sedang dipegang erat.


"Kenapa?." Tanya Mama Mona bersikap waspada pada suami mudanya.


"Kita lanjutkan yang tadi." Adam membenamkan wajahnya pada dada montok Mona Mama yang sedikit menyembul karena terhimpit oleh kedua tangannya.

__ADS_1


"Kamu tidak ada bosannya." Mama Mona manahan wajah Adam yang hendak meraih lehernya.


"Benar kata orang, bercinta dengan wanita yang sedang hamil rasa nikmatnya bisa sampai berkali-kali lipat. Dan itu memang sangat benar, buktinya aku tidak bisa berhenti karena tubuh mu yang begitu nikmat." Adam segera merebahkan tubuh Mama Mona dan Adam sudah berada diatasnya.


Bibir mereka saling berciuman, membelit lidah dan tangan mereka sudah tidak terkendali menjelajah setiap tubuh pasangannya.


"Apa kamu sudah mencintai ku?." Tanya Adam sebelum memasuki tubuh Mama Mona yang sangat membuatnya candu.


"Aku tidak tahu, tapi aku nyaman dengan sentuhan dan kegiatan kita ini. Mungkin karena sudah lama aku tidak pernah melakukan hal ini...Ahhh." Mama Mona mendesah kala batang milik Adam masuk melesak ke dalam sana.


"Perlahan kamu akan menerima dan mencintai ku." Mama Mona mengeratkan pelukannya pada Adam seiring dengan hentakan yang dilakukan oleh Adam pada tubuhnya.


Keduanya pun mencapai puncak nirwana bersama-sama.


Adam sudah duduk menghadap kedua orang tuanya di ruang keluarga.


Setelah merasa tubuhnya baik-baik saja dari morning sickness, Adam langsung meluncur menemui kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Kau tidak ke kantor?." Tanya Mommy Poppy pada putra semata wayangnya. Semantara Daddy Danu hanya menatap sinis pada putranya itu.


"Nanti siang Mom, setelah dari sini."


"Sekarang katakan apa yang membawa mu datang ke sini pagi-pagi?."


"Aku akan berpisah dari Anggraini."


Reaksi kedua orang tuanya biasa saja, seperti tidak terpengaruh dengan informasi penting darinya.


"Berarti yang dikatakan Daddy mu sangat tepat, kalau kamu sedang dekat dengan wanita yang lebih tua. Untuk apa Ada?, Anggraini kurang apa?." Mommy Poppy mengelus dada.


Adam tidak heran kalau Daddy nya sudah tahu, karena Daddy Danu juga memiliki banyak orang suruhan yang bisa mengawasinya. Dan itu tidak masalah bagi Adam selama tidak menyakiti siapa pun orang terdekatnya.


"Bukan hanya sekedar dekat Mom, tapi dia sudah menjadi istri ku dan saat sedang ini sedang mengandung anak ku."


"Adam!."

__ADS_1


"Brak!!!."


__ADS_2