
Sudah beberapa hari ini, semenjak sampai di Paris. Regina terlihat sering melamun dan terlihat sangat murung, hal itu beberapa kali tertangkap oleh mata Mommy Isabel dan Mommy Lydia. Mereka pun ingin bertanya pada Regina apa yang sedang terjadi dan menggangu pikirannya. Meski mungkin sebenarnya Mommy Isabel dan Mommy Lydia sudah tahu isi kepala dari Regina.
"Kau bisa membagi apa pun dengan kami, Regina!. Kau masih memiliki kami untuk berbagi segala hal." Ucap Mommy Isabel yang notabenenya adalah mertuanya. Tapi dia sudah sangat sayang pada Regina. Dia membongkar apa yang sudah dilakukan oleh Regina pada Diandra, semata-mata dia lakukan hanya ingin berdiri di tempat yang seharusnya tanpa mengurangi rasa sayang sedikit pun lada Regina.
Regina menatap sendu kedua Mommy nya. Dia menghalau air matanya yang hendak turun, dia tidak ingin terlihat lemah di mata mereka tapi ini lah dia saat ini.
"Aku sangat kesepian tanpa Anggara!. Walau pun ketiga anak ku bisa mengisi kekosongan itu, tapi tetap sangat berbeda dengan kehadiran Anggara. Aku hanya menginginkan Anggara, Mom. Aku tidak ingin anak-anak itu, karena mereka memang bukan akan ku.
"Kembali kan saja Jayden, Hayden dan Katherine pada Diandra, Mom. Minta kembali kan Anggara pada ku, Mom." Isak tangis Regina pecah di dalam pelukan Mommy Lydia yang begitu sangat menenangkan.
__ADS_1
"Kau harus tenang, Regina!. Jangan asal sembarangan bicara!." Ucap Mommy Lydia mengingatkan.
Mommy Isabel menarik nafas lalu berdiri, dia menatap sosok ketiga cucunya di balik pintu kamar Regina.
Mommy Isabel sangat menyayangkan ketiga cucunya harus mendengar apa yang tidak seharusnya mereka dengar.
"Kau sangat ceroboh sekali, Regina!. Kalau begini keluarga kita tidak akan mendapatkan sepeserpun dari kekayaan Andreas." Mommy Lydia sedikit kesal dengan putrinya itu.
"Aku tidak peduli, Ma. Aku hanya ingin Anggara, Anggara bukan yang lain. Aku tidak peduli dengan anak-anak itu, adanya mereka juga tidak mampu mengikat Anggara di samping ku. Tetap saja Anggara pergi dengan wanita itu, Mom!." Balas Regina sangat ketus. Dia juga tidak terima jika harus disalahkan atas apa yang tejadi. Karena Anggara lah yang diinginkannya.
__ADS_1
Mommy Isabel kesulitan untuk membuka pintu kamar cucunya karena di kunci dari dalam. Mommy Isabel pun tidak ingin memaksa pada mereka untuk membukakan pintu untuk dirinya. Yang bisa dilakukannya adalah segara mengubungi Dad Andreas untuk menolongnya.
Yang dimintai tolong pun sudah sampai di rumah demi ketiga cucunya. Dan Mommy Isabel juga tidak lupa menceritakan kenapa ketiga cucunya mengurung diri di kamar. Jadi Dad Andreas tidak banyak tanya ini dan itu lagi sesampainya di rumah.
Dad Andreas meminta kunci cadangan pada pegawai namun tidak ada yang menemukannya satu pun. Hingga mau tidak mau Dad Andreas harus merusak kunci tapi tidak membuat takut ketiga cucunya.
Saat pintu sudah bisa di buka, Dad Andreas dan Mommy Isabel mendapati mereka sedang berbicara di telepon bersama Anggara. Dimana percakapan terakhir Mommy Isabel dan Dad Andreas mendengar jika ketiga cucunya minta di jemput oleh Anggara dan minta dipertemukan dengan wanita yang bernama Diandra.
"Kalian bertiga tidak akan pergi kemana pun karena tempat kalian bersama kami di sini!." Ucap Dad Andreas begitu sangat tegas pada ketiga cucunya.
__ADS_1