PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura

PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura
Di rumah Suami


__ADS_3

Pagi hari Naura bangun pagi seperti biasanya, kemudian setelah membersihkan diri, dia melangkah ke dapur. Tadi malam dia berhasil tidur dari awal, sehingga hari ini dia bisa bangun pagi. Dia bahagia, karena Firmansyah tidak mencarinya, sehingga tidak ada yang mengganggu tidurnya. Naura melihat Bibi Ijah sedang memasak di dapur, kemudian dia datang meghampirinya.


"Masak apa hari ini Bi? Bisa Naura bantu."


"Sudah bangun Non, ini Bibi mau masak nasi goreng. Nasinya kemarin masih banyak Non, karena semalam Tuan pulangnya malam banget. Jadi tidak sempat makan, Non juga tidak makan. Bibi ketuk-ketuk pintu kamarnya, tapi non tidak membukanya."


"Maaf ya Bi, soalnya Naura capai banget rasanya. Jadi agak awal tidurnya. Tuan sudah bangun Bi, minuman apa yang setiap pagi diminum sama Tuan. Biar Naura saja yang buat."


"Sepertinya belum Non. Nanti buat minumnya kalau pas Tuan sudah bangun saja Non. Biasanya pagi hari Tuan minumnya kopi panas Non. Sudah bibi saja yang masak Non, nanti Non Naura kotor. Ayo Non ke ruang keluarga saja lihat televisi, kalau sudah matang nanti Bibi panggil." Bibi Ijah melarang Naura yang sedang membantunya mengupas bawang.


"Tidak apa-apa Bi, jujur Naura sudah mulai bosan. Bingung apa yang akan dikerjakan."


Bi ijah tersenyum, kemudian membiarkan Naura membantunya. Setelah dibersihkan, Bi Ijah menghaluskan bumbu dan membuat nasi goreng.


"Bi.., Bi Ijah. Buatkan kopi panas." terdengar teriakan Firmansyah dari ruang Keluarga.


"Iya Tuan, sebentar Bibi buatkan."


Mendengar suara suaminya, Naura berdiri dan melangkah ke atas kompor untuk menjerang air panas.


"Naura saja Bi, yang membuatkan kopi untuk Tuan. Bibi lanjutkan yang masak saja." kata Aleta kemudian menyiapkan cangkir.


"Iya Non, terima kasih ya Non. Bi Ijah sudah dibantu."


Naura hanya tersenyum menanggapi Bi Ijah, kemudian dia membuat kopi dalam cangkir. Setelah jadi, kemudian dia mengantarkan kopinya ke ruang keluarga. Dia melihat suaminya sedang duduk sambil membaca koran pagi.


"Ini Om, kopinya." ucap Naura saat menghidangkan kopi di atas meja.


"Huh," jawab Firmansyah yang hanya melirik sekilas pada Naura, kemudian melanjutkan lagi bacaannya.


Merasa diacuhkan oleh suaminya, Naura kembali ke dapur untuk mengobrol dengan Bi Ijah. Melihat Naura yang langsung kembali setelah menghidangkan kopi untuk suaminya, Bi Ijah tersenyum.


"Sudah Non duduk di meja makan saja. Tidak perlu membantu saya. Bibi sudah terbiasa sendiri Non."


"Ya sudah, Naura tak olah raga saja ya Bi. Lumayan jalan-jalan di kebun belakang, banyak pohon-pohon. Segar."


Naura kemudian meninggalkan Bi Ijah sendiri di dapur, Naura kemudian melangkahkan kakinya ke kebun belakang rumah. Dari kejauhan Naura melihat Ujang sedang menyapu di halaman depan, dia datang menghampiri Ujang.


"Lagi menyapu ya Jang." sapanya pada Ujang.


"Eh Non. Iya Non, Ujang lagi menyapu. Banyak dedaunan yang rontok Non, jadi bisa dipinggirkan dan dibuat kompos sekalian." kata Ujang.

__ADS_1


"Kok Non jalan sendiri, apa Tuan belum bangun Non. Biasanya pagi Tuan Firmansyah sudah bangun, kemudian olah raga." lanjut Ujang lagi.


"Sudah Ujang. Tuan lagi minum kopi sambil membaca koran di ruang keluarga. Biar tuan fokus membacanya, yah lebih baik Naura tinggalkan sendiri kan." kata Naura sambil tersenyum.


"Oh benar juga ya. Kalau ada Non Naura, mesti diajak bicara ya, jadi Tuan akan terganggu." Ujang mengangguk-anggukkan kepala, kemudian melanjutkan pekerjaannya menyapu.


Naura menggerak-gerakkan kedua tangan dan kepalanya. Setelah merasa keringatan, Naura kemudian masuk ke dalam rumah. Dia melihat Bi Ijah sudah membersihkan piring.


"Tuan sudah makan ya Bi?" tanya Naura.


"Iya Non sudah. Tadi Bibi mau panggil Non untuk menemani Tuan, tetapi Tuan ingin makan sendiri. Jadi maaf ya Non, bibi tidak jadi memanggil Non Naura."


"Tidak apa-apa Bi. Saya mau mandi dulu Bi, gerah keringatan ini. Nanti mau berangkat ke kampus, ada jadwal kuliah jam 09."


"Oh ya Non."


Naura meninggalkan Bi Ijah di dapur sendirian, dan berpapasan dengan Firmansyah yang sudah menenteng tas mau berangkat kerja.


"Sudah mau berangkat kerja Om." tanya Naura.


"Hmm, ya." jawab Firmansyah singkat.


"Om, nanti Naura ijin berangkat ke kampus ya. Ada jadwal kuliah jam 09."


************************************************************


"Ujang, nanti kalau ada ojek online datang, tolong aku dipanggilkan ya." Naura pesan pada Ujang.


"Iya Non, mau kemana?"


"Mau kuliah Jang, aku ke dalam dulu ya. mau siap-siap."


Naura kemudian meninggalkan Ujang, dan segera mengambil perlengkapan kuliahnya hari ini. Dia memakai sneaker warna putih, dengan celana jeans dan kemeja. Tidak ada yang menyangka, jika dia sudah memiliki status sebagai seorang istri pengusaha. Melihat istri Tuannya sudah siap pergi, Bi Ijah menghampiri Naura.


"Sudah mau berangkat sekolah ya Non?" tanya Bi Ijah.


"Iya Bi, ada jadwal jam 09.00. Ini sudah pesan ojek online."


"Tidak bawa bekal makan siang Non, atau air minum barangkali. Kalau Non mau, biar bibi siapkan sekarang. Non tunggu Bibi sebentar saja."


"Non Naura..., ojolnya sudah datang." teriak Ujang dari halaman.

__ADS_1


"Tidak perlu Bi. Mungkin lain waktu, Naura berangkat ya Bi."


Naura menolak dengan halus tawaran Bi Ijah, kemudian dia bergegas mendatangi ojol yang sudah menunggunya.


"Ke kampus Sekolah Tinggi ya Non." tanya abang ojol pada Naura.


"Iya mas, nanti turun di halaman dalam ya,"


"Iya Non, ini helmnya."


"Okay terima kasih. Ujang, aku berangkat dulu ya Jang." Naura pamit sama Ujang.


"Iya Non, hati-hati. Mas, jangan ngebut ya bawa motornya." Ujang berpesan pada abang ojol.


"Siap mas, mari."


*********************************************************


Setelah dua puluh menit perjalanan, ojol yang dinaiki Naura sudah memasuki halaman kampus. Naura menyerahkan kembali helm pada abang ojolnya, kemudian seperti biasa melangkah masuk koridor kampus.


"Naura, tunggu." teriak Iin dari kejauhan memanggilnya.


Naura menghentikan langkahnya menunggu Iin.


"Kemarin kemana Naura, kok tidak masuk kelasnya Bu Nunuk." tanya Iin saat mereka sudah bersama.


"Kecapaian aku In, gimana ada tugas kuliah tidak kemarin?"


"Tidak ada sih untungnya. Tapi kamu tahu sendiri kan, bagaimana bu Nunuk. Sukanya ngasih kuis, dan apesnya tidak ada yang bisa menjawab. Akhirnya Bu Nunuk keluar keras marah, he..he.., biasanya kamu Naura yang selalu menjawab."


"Ah kalian juga aneh sih. Masak kalau tidak ada ujian, pada tidak belajar. Jadinya kalau ada kuis mendadak pada kelabakan."


"Ah sayang tenaganya tahu. Kan harusnya dosen juga tahu, kita kan baru selesai mengadakan acara Minggu Keakraban, masak pagi harinya langsung ditodong pakai kuis. ya beratlah."


"Iya, iya..., besok kalau kamu jadi dosen. Kamu harus tahu ya semua kegiatan yang dilakukan mahasiswamu."


"Ha..ha.., pasti donk. Kita langsung kelas atau mampir dulu Naura, Ke kantin dulu atau kemana gitu?"


"Aku sudah sarapan tadi, kita langsung kelas saja ya."


Akhirnya kedua sahabat itu memasuki kelas secara bersama-sama.

__ADS_1


********************************************************************


__ADS_2