PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura

PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura
Perjalanan Darat


__ADS_3

Bulan demi bulan berlalu dengan begitu cepat. Rumah tangga Naura dan Ditya sudah mulai ada kecocokan dan sedikit demi sedikit, Naura sudah mengesampingkan rasa sungkan dengan suaminya sendiri. Setiap masing-masing merasakan sedikit tidak nyaman dengan pasangan, mereka akan saling mengungkapkan sehingga tidak ada keributan di antara mereka.


"Momm.., tidak perlu packing pakaian banyak, nanti kita bisa membelinya disana! Lagian Mommy dan Ezaz belum pernah menginap di apartemen, jadi sekalian untuk isi walk in Closed di Jakarta." Ditya mengajak Naura dan Ezaz untuk menemani keberangkatannya ke Jakarta. Prasetyo Pangestu mau mengalihkan sebagian perusahaan ke putranya, sehingga membutuhkan tanda tangan langsung dari Ditya.


"Cuman tiga potong ini, yang agak banyak punya Ezaz. Papa dan mama nanti tidak menanyakan apa Dadd..., kalau kita menginap di apartemen?" ucap Naura sambil menyusun pakaian. Sebenarnya dia bisa menyuruh ART untuk menata pakaian, tetapi dia menginginkan apa yang ada di dalam kamarnya merupakan tanggung jawabnya sendiri. Jadi untuk hal-hal kecil, selalu dia lakukan sendiri.


"Ya udah.., kalau pakaian Ezaz. Mommy tidak usah khawatir, urusan dengan mama nanti menjadi urusan Daddy seorang. Sudah siap semuanya? Kita jadi naik mobil atau berubah pikiran, kita pakai jet pribadi?" tanya Ditya dengan lembut.


"Naik mobil saja Dadd..., kita kasih pengalaman Ezaz untuk perjalanan jauh. Toh hanya sekitar empat jam, kita sudah sampai di Jakarta. Nanti kalau ternyata capai, pulang baru kita naik pesawat."


"Baiklah..., apa sih yang tidak Daddy lakukan untuk Mommy." ucap Ditya sambil memeluk istrinya dari belakang.


Dengan penuh rasa cinta, Ditya mengendus rambut Naura dan menciumnya dari belakang. Dari posisi yang semula hanya memeluk, tangan kanan Ditya menyibakkan rambut di leher belakang Naura, dan tidak lama mulut Ditya sudah bermain di leher belakang dan bergeser ke pundak istrinya.


"Sh..sh..sssh.. ah Dadd.." terlepas erangan lirih dari Naura. Dengan tersenyum smirk, Ditya tidak menghentikan ciumannya, malah tangannya sudah bermain di gundukan kembar istrinya.


"Lepaskan suaramu sayang.., kamar ini kedap suara!" bisik Ditya di telinga Naura, dan rasa gelenyar aneh mengalir di seluruh bagian tubuh Naura.


"Suara serakmu terdengar seksi di telinga Daddy.., aaahh .. Naura, kamu nakal sayang." tanpa diduga Ditya, Naura membalikkan tubuhnya kemudian menggigit kecil leher suaminya, sambil lidahnya menjilat belakang leher.


Pasangan suami istri itu mengesampingkan rasa malu dan sungkan, keduanya saling memberi dan meminta. Posisi keduanya yang semula berdiri, sudah berpindah menjadi pergulatan di king size bed. Seperti tidak mengenal rasa lelah, Ditya terus memberikan serangan dengan diselingi kecupan di sepanjang jengkal kulit Naura. Tidak lama kemudian, penyatuan inti dan pelepasan mereka lakukan secara bersama.


"Terima kasih sayang.., kamu selalu menjadi istriku yang luar biasa." bisik Ditya sambil memberikan kecupan di kening istrinya.


************


"Tuan.., kita sudah berada di Jakarta. Langsung ke rumah atau ada yang mau didatangi terlebih dulu?" pak Maman menanyakan tujuan pada Ditya.

__ADS_1


"Kita langsung apartemen, nanti pak Maman bisa pulang ke rumah papa. Aku akan mengurusi keluargaku sendiri saat ada di sini. Jika papa atau mama bertanya, diminta konfirmasi ke aku langsung." Ditya menjawab pertanyaan sopirnya. Dia melirik ke samping, melihat istrinya sedang tidur terlelap kecapaian. Sedangkan Ezaz juga masih tidur di kursi belakang.


"Baik Tuan..,"


"Sampai mana kita Dadd..?" Naura tiba-tiba terbangun, dan dengan suara sedikit serak bertanya pada suaminya.


"Kita sudah masuk Jakarta, tidurmu sangat lelap." ucap Ditya sambil tersenyum manis, kemudian mencondongkan tubuh ke arah Naura, dan memberikan kecupan singkat di bibir Istrinya.


Melihat komunikasi intim Tuan dan istrinya, pak Maman menekan tombol dan penyekat kursi depan dan belakang akhirnya menutup otomatis.


"Mommy merasa capai, habis tadi sebelum berangkat...," Naura tidak melanjutkan kalimatnya, pipinya sudah bersemu merah.


"Sebelum berangkat kenapa sayang.., kok tidak dilanjutkan. Melihat pipimu merah seperti itu.., Daddy jadi pingin lagi." bisik Ditya menggoda istrinya.


"Apalagi tadi .., baru hari ini ternyata istriku juga bisa bermain liar. Daddy sangat menyukainya.." lanjut Ditya yang masih menggoda Naura.


"Ga..., jangan diulang-ulang lagi. Mommy jadi malu..," ucap Naura sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya.


"Momm..," tiba-tiba terdengar Ezaz memanggil Naura.


Tersentak Naura mendorong dada suaminya, kemudian mengambil Ezaz dan memangkunya.


"Jagoan Mommy sudah bangun sayang ..., Ezaz mau minum?" tanya Naura pada putranya.


"Ayo.., Ezaz sama Daddy saja. Kasihan Mommy dong, capai harus pangku Ezaz " Ditya mengambil putranya kemudian mengajaknya bermain di pangkuannya.


Naura menyiapkan cangkir untuk melatih anak minum sendiri pakai gelas, kemudian menuangkan sari kacang hijau hangat yang sudah disiapkan dari rumah. Saat ini usia Ezaz sudah 1,5 tahun, dan sudah satu bulan tidak minum ASI lagi.

__ADS_1


"Minum ini dulu sayang ..., sebentar lagi kita sudah sampai. Ezaz capai?" tanya Naura sambil memberikan cangkir yang ada tutup untuk lobang keluar minuman di atasnya.


"Ga.. Zaz ga capai.." jawab Ezaz dengan agak cedal, tangannya langsung meraih cangkir yang diberikan oleh Mommy nya.


"Kalau ga capai, segera dihabiskan dong minumnya. Ezaz suka naik mobil?" tanya Ditya sambil tangannya membantu menegangkan cangkir di mulut Ezaz.


Sambil tetap memegangi dan minum dari cangkirnya, putra Ditya dan Naura itu menganggukkan kepala.


"Tuan.., sebentar lagi kita sudah sampai apartemen. Tuan turun di lobby atau di basement?" tanya pak Maman.


"Lobby saja. Nanti pak Maman turunkan barang-barang, bawa ke kamar dan langsung menuju ke rumah papa." sahut Ditya.


"Baik Tuan."


"Sudah mau sampai Dadd?? Untung ga kena macet ya." kata Naura sambil melihat dari jendela mobil. Lampu-lampu yang menyala tampak gemerlap menambah keindahan kota Jakarta di waktu malam.


"Sudah jam 21 malam, inilah untungnya kalau sampai Jakarta sudah di atas jam 19, macetnya sudah banyak berkurang. Apalagi kalau diatas jam 12 malam, lebih lancar lagi." Ditya menjelaskan.


"Momm.., kita cari makan dulu apa? Mampir di nasi goreng kambing Kebon sirih, kalau Mommy lapar. Di apartemen juga sudah disediakan sih sama ART, sampai sana tinggal masukkan microwave." lanjut Ditya lagi.


"Malas Dadd.., sudah nikmati yang ada saja di apartemen. Nanti Mommy yang akan manaskan, kita langsung saja. Biar cepat menikmati empuknya bed." Naura menjawab pertanyaan suaminya.


"Sorry Momm.. Daddy lupa. Kan istriku capai.., hm..karena.. aduh.." teriak Ditya. Belum selesai berbicara, tangan Naura sudah mencubit pinggangnya.


"Dadd Napa??" tanya Ezaz sambil melihat ke arah Daddy-nya.


"Ga pa pa sayang, ada nyamuk nakal dan jahat yang gigit Daddy di pinggang." jawab Ditya sambil melirik ke Istrinya.

__ADS_1


Naura tertawa kecil sambil menutup mulutnya.


*****************


__ADS_2