PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura

PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura
Berubah Haluan


__ADS_3

Edward menghadiri meeting dengan Dewan Direksi dari perusahaan papanya, karena untuk mengisi kesibukan Edward, papa dan mamanya memaksa laki-laki itu mengambil alih sebagian perusahaan. Dia sampai di meeting room lebih dahulu, dan ada dua eksekutif perusahaan yang saat ini membersamainya.


"Tuan.., mohon pelajari berkas ini dulu! Sebagai bahan bagi Tuan, untuk melakukan monev atau memberikan sambutan nanti." Nicko pemegang operasional perusahaan di Jakarta memberikan berkas.


Edward mengambil berkas yang diberikan Nicko, kemudian membaca-baca sebentar. Tidak lama kemudian peserta rapat sudah mulai berdatangan dan duduk di kursi yang sudah disediakan.


"Sudah lewat 5 menit, usahakan ke depan untuk selalu tepat waktu!" Edward meminta Nicko untuk segera memulai rapat, meskipun belum semua peserta datang.


"Siap pak!"


"Baiklah.., karena waktu sudah sesuai dengan undangan yang diedarkan, maka rapat akan segera kita mulai. Untuk mempersingkat waktu, mari rapat kita buka dulu dengan doa Menurut agama dan kepercayaan kita masing-masing. Berdoa Mulai.."


Nicko langsung membuka rapat.


"Cukup.., untuk pertama kali. Kami minta Divisi Marketing menyampaikan capaian kinerja pada bulan ini, mumpung juga sudah hadir pak Edward disini. Silakan pak Rolland untuk menyampaikan!"


"Terimakasih pak Nicko. Yang terhormat Tuan Edward dan bapak/ibu yang lain. Saya akan menyampaikan kinerja kami pada bulan terakhir, dimana untuk market share daerah DKI Jakarta kita increase 5%, untuk pulau Jawa menyeluruh ada peningkatan sebesar 3%. Tantangan yang dihadapi tim marketing adalah kita masuk di pulau Madura, Banyuwangi, dan Demak. Tim riset sedang melakukan analisis kira-kira faktor apa yang menjadi penghambat kita di daerah sana."


"Baik.., lanjutkan dengan divisi produksi!"


Masing-masing divisi melaporkan kinerja pada bulan terakhir, dan setelah selesai, Edward diminta untuk menyampaikan tanggapan.


"Okay.. kinerja tim yang sangat luar biasa. Tapi jangan cepat kalian berpuas diri dengan hasil saat ini yang berhasil kalian raih. Perusahaan lain diluar sana, mereka sudah menyiapkan prototipe dan sedang menunggu waktu yang tepat untuk launching produk mereka."


"Dalam Minggu ini saya akan mengadakan perjanjian kerja sama dengan importir di Thailand dan Myanmar, mereka akan menjadi kepanjangan tangan perusahaan kita di 2 negara tersebut."


"Pak Nicko.., kira-kira pesaing terberat produk kita dari perusahaan mana?"


"Produk dari PT. Gilang. Tbk, yang saham terbesarnya dikuasai oleh konglomerat Prasetyo Pangestu Tuan Edward."


Mendengar nama konglomerat itu, hati Edward tiba-tiba berdesir.


"Okay.., kirimkan tim investigasi untuk melakukan penyelidikan. Kira-kira otak R & D perusahaan itu saat ini dipegang siapa?"

__ADS_1


"Siap Tuan.., tapi untuk apa?"


"Lakukan dulu perintahku! Siapa sih di dunia ini yang mereka tidak silau dengan uang?" Edward tersenyum sarkasme.


"Baik Tuan Edward, akan segera kami siapkan investigator untuk melakukan penyelidikan!"


*************


"Dity..., kapan rencana divisi baru kita jalankan! Untuk orang-orangnya sudah kita siapkan semua."


"Pas tanggal 1 bukan depan saja kita Run. Naura juga belum menanyakan lagi."


"Baik.., tapi untuk teman Naura yang kemarin kita interview, jadinya kita masukkan dimana? Di bawah Naura atau di tim marketing?"


"Marketing saja dulu sesuai dengan bidang ilmunya. Jika langsung berada di bawah Naura, bisa-bisa istriku setiap hari akan meninggalkan aku."


"Okay..,nanti secepatnya aku kondisikan. Dity..., by the way ... teman-teman banyak yang mulai menanyakanmu."


"Huh.., tanya apa? Memang ada yang aneh dengan diriku?" Ditya meletakkan aktivitasnya, dia memandang Dipta sahabatnya.


"Apa pernah kamu sekarang datang ke club'? Nongkrong lagi sambil discuss dengan teman-teman?"


Ditya menghela nafas, kemudian dia tersenyum.


"Iya Dipta..., tujuan hidupku saat ini sudah berubah. Naura adalah tujuan hidupku, bersamanya sampai akhir adalah tujuanku. Ditambah dengan kehadiran Ezaz ke dunia ini, hari-hariku hanya ingin ku habiskan untuk membahagiakan mereka berdua."


"Kamu tidak bosan menjalani itu setiap hari Ditya?"


"Menikahlah dengan wanita pilihan hatimu Dipt! Kamu akan bisa merasakan, apa yang sedang aku rasakan saat ini. Mama terutama, yang sampai hari ini belum bisa ikhlas menerima Naura, setiap hari mengirimkan pesan, akan mengenalkan aku pada wanita lain."


Pradipta menengok ke arah Ditya.


"Iya Dipt, mama meminta aku untuk menikah lagi dengan wanita pilihannya. Sampai mama berjanji, jika aku mau menikah lagi, mama akan menerima Naura dengan ikhlas." Ditya mengambil nafas.

__ADS_1


"Kamu sendiri bagaimana? Apakah kamu mendengarkan perintah Tante?"


"Gila apa kamu Dipt, bertanya hal itu padaku? Kamu tahu sendiri, bagaimana kamu membantu aku untuk mendapatkan Naura. Dia wanita pilihanku Dipt, yang sengaja Tuhan kirimkan padaku untuk menjadi istriku. Aku yakin Dipt!"


"Tapi apakah kamu yakin dengan perasaan Naura akan sama dengan isi hatimu?"


"I Don.t care bro... Aku hanya mencintai, yang penting saat ini dia sudah menjadi milikku, dan selalu melayaniku. Pelan-pelan aku yakin, Naura juga akan mencintai aku seutuhnya."


"Terserah kamu saja Dity. Okay out of Topic... jadi untuk Indraswari teman Naura, jadinya saya posisikan di tim marketing ya. Secepatnya akan aku koordinasikan dengan kepala divisinya. Aku balik ruangan dulu."


"Yapz."


**********


Naura meletakkan Ezaz di bed dengan hati-hati. Dia kaget karena mamanya Novi tiba-tiba melakukan panggilan telpon. Setelah membaringkan Ezaz, segera Naura mengambil telpon dan mengangkatnya.


"Selamat sore, ada apa ma? Gimana papa dan mama sehat kan?" Naura menanyakan kesehatan papa dan mamanya.


"Iya Na, kami semua sehat. Na.., mama sedih, dan tidak tahu harus berbuat apa?"


"Maksud mama bagaimana?" tiba-tiba Novi menangis tersedu. Naura membiarkan mamanya menangis, dan juga tidak menyelanya.


"Barusan mama mendapatkan telpon, yang mengaku dari mertua Jessica. Ternyata dia mamanya Doni, kenapa Jessica bisa melakukan semua ini Na? Ternyata kakakmu sudah menikah, dan tidak memberi tahu kita semua."


Naura terdiam, Karena Jessica dan Doni sudah memberi tahu padanya, jika mereka berdua sudah menikah. Padahal ketiga sahabatnya juga tahu. Dan saat ini, hati Naura terasa sakit saat mendengar mamanya menangis. Dia bingung bagaimana harus bersikap.


"Mama ambil nafas dulu, yang sabar ya ma! Nanti kalau kak Ditya sudah pulang kerja, nanti Naura ijin akan main ke rumah mama dengan Ezaz."


"Benar Naura? Kamu tidak bohong kan?"


"Benar ma, karena untuk saat ini. Kemanapun, Naura harus minta ijin pada suami. Jika ada ijin, baru Naura pergi. Nanti kita pikirkan jalan keluarnya bersama-sama ma. Yang sabar ya ma!"


"Terimakasih putriku, dari dulu kamu memang penolong mama. Kehadiranmu di sisi mama, menjadi pengobat mama putriku."

__ADS_1


"Iya ma, Naura janji. Secepatnya Naura akan ke rumah. Sudah ya ma, mama harus sabar. Naura yakin, mama Kuat."


**************


__ADS_2