PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura

PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura
Gadis Asal


__ADS_3

Keesokan harinya halaman masjid Agung sudah dijaga ketat oleh banyak pengawal, dengan dibantu oleh pihak kepolisian. Naura yang belum mengetahui apapun, dari jam 07.00 pagi sudah dirias oleh make up artist, dan dikenakan sebuah gaun berwarna putih dengan kain lace, dan dihiasi dengan kristal Swarovski. Berkali-kali dia menanyakan pada laki-laki yang dengan arogan menyuruhnya, tetapi hanya senyuman tanpa suara.


"Naura.., turuti saja keinginan  kakak! Lihatlah sekarang wajahmu di cermin sayang, bidadari dari kayangan pun kalah dengan penampilan istriku di pagi ini. Perfect!" kata Ditya yang sudah mengenakan pakaian lengkap dengan dasi dan jas. Wajah tampannya bertambah berkali-kali lipat dengan penampilannya pagi ini.


"Kakak mau mengajak Naura ke acara kondangan siapa sih mas? Bisa-bisa penampilan Naura melebihi pengantin wanitanya, bisakah Naura pakai baju yang lebih sederhana lagi kak?" Naura memprotes penampilan dan gaun yang memang terlihat sangat mewah dan elegan.


"Sudahlah sayang, bisakah kali ini saja kamu menuruti aku, tanpa sedikitpun ada protes dalam kalimatmu! Minumlah dulu, karena tidak mungkin kan kita jalan ke restaurant dengan pakaianmu yang seperti ini." dengan sabar Ditya mengambilkan cangkir berisi teh manis panas, dan menyuapkan beberapa potong sandwich ke mulut Naura. Naura hendak mengambil dan memakannya sendiri, tetapi Ditya menolaknya dengan halus.


"Biarkan hari ini, aku yang melayanimu sayang." bisik lembut Ditya.


Tiba-tiba bel pintu kamar berbunyi, segera Ditya berdiri dan membukakan pintu. Terlihat Pradipta masuk dengan membawa sebuah buket bunga tangan, dan penampilannya hampir mirip dengan penampilan Ditya pagi ini. Naura mengerenyitkan dahinya, tetapi percuma bertanya pada mereka. Akhirnya dia hanya menelan rasa penasarannya saja.


"Om Prast dan Tante sudah berada di rumah dari tadi malam Dity, dan karena ponsel kamu matikan, akhirnya aku yang menjadi korban penindasan tante." kata Pradipta pada Ditya.


"Wow..., Naura??? Beautifull girl..., perfect!" seru Pradipta saat tanpa sadar dia melihat Naura yang sangat cantik dan elegance dengan penampilannya. Dia langsung berdiri, dan baru saja berniat akan mendekati Naura, dengan tatapan tajam Ditya sudah memelototinya, dan memintanya duduk kembali.


"Kamu sadar tidak Dipta? Memuji seorang gadis di depan suaminya, jangan kamu ulangi lagi, bisa aku potong lidahmu!" kata Ditya dengan nada tinggi.


Dipta mengacungkan dua jarinya membentuk huruf V.


"Maaf Bro..., begitu saja marah. Wajar ya, kita kan sama-sama laki-laku, begitu melihat perempuan cantik, dimanapun akan spontan bereaksi sama."


Naura cemberut, karena dari mereka berdua tidak ada satupun yang memberi tahunya pagi ini, akan datang ke acara pernikahan siapa.


"Sekarang papa dan mama dimana? Claudia ikut tidak?"

__ADS_1


"Tenang Boss, gadis incaranku Claudia sudah cantik pagi ini. Karena tadi sebelum kesini, aku sempat datang ke rumahmu, dan semua sudah siap berangkat ke Masjid Agung."


Mendengar jawaban Pradipta, Ditya terlihat bahagia dan sebuah lengkungan muncul di bibirnya.


"Kita juga sudah siap dari tadi, biarkan Naura menyelesaikan sarapannya dulu. Baru kita berangkat sama-sama, jujur bro.., aku agak nervous." bisik Ditya di telinga Pradipta.


"What??? Nervous..? Ha..ha...ha.., berarti meski kamu itu terkenal arogan, galak, dan tidak memiliki rasa ampun terhadap lawan, ternyata kamu laki-laki normal sepertiku juga." terdengar tertawa Pradipta mendengar ucapan Ditya.


"Sudah selesai Naura sarapannya! Kalau sudah, kita akan segera berangkat!" dengan suara lembut Ditya bertanya pada Naura.


Naura yang tadi merasa tidak selera, akhirnya tersenyum bahagia.


"Yuk, Naura juga sudah merasa kenyang. Tidak habis, tidak mengapa ya kak? Perut Naura sudah full."


*******************************


"Awasi mamanya Ditya, kendalikan! Jangan sampai nanti dia mengacau pada saat prosesi akad nikah putraku." papanya Ditya memerintah pada pengawal terdekat keluarga untuk mengawasi istrinya.


"Siap Tuan, segera kami laksanakan!"


Prasetyo Pangestu tersenyum, kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling area halaman, yang saat ini sudah berubah menjadi sebuah ruang pertemuan yang sangat mewah. Di sudut dekat stage yang disiapkan untuk acara akad nikah, terdapat 4 orang dengan mengenakan pakaian yang sama, sedang mengobrol.melihat penampilan mereka, Prasetyo membatin.


"Apakah mereka itu keluarga besanku ya?" perlahan Prasetyo menghampiri kedua pasangan itu, satu pasangan laki-laki dan perempuan separuh baya, dan satu pasangan lagi anak laki-laki muda dan satu orang perempuan muda. Dua orang pengawal dengan siap siaga langsung mengikuti langkahnya.


"Selamat pagi, kenalkan saya Prasetyo Pangestu." dengan ramah Prasetyo mengenalkan diri pada mereka.

__ADS_1


Samsuar melihat pada Novi dengan terkejut, kemudian menerima jabat tangan dari konglomerat itu. Wajah Novi sangat berbinar, saat dia tahu laki-laki yang dengan ramah mendatangi mereka.


"Saya Samsuar, dan ini Novi istri saya. Dan ini Jessica putri pertama saya, dan laki-laki ini calon menantu  saya." Samsuar terlihat gugup kembali mengenalkan anggota keluarganya.


Prasetyo tersenyum karena tebakannya ternyata benar. Bahwa dua pasangan di depannya adalah keluarga besannya,


"Berarti benar dugaan saya ya, Tuan dan Nyonya ini orang tua dari calon menantu saya ya. Akhirnya kita bisa berjumpa."


"Maksud Tuan Prasetyo? Yang akan menikahi Naura pagi ini adalah putra dari Tuan sendiri?" jawab Samsuar dengan gugup.


"Iya, putra saya Ditya yang akan menikah dengan putri dari anda. Ayo, kita pindah duduk di depan sana! Keluarga calon mempelai harus duduk di depan, karena kita yang menjadi Tuan rumah dari acara pagi ini." Prasetyo Pangestu mengajak mereka pindah lebih mendekat pada stage  sambil menunggu kehadiran calon pengantin.


Novi langsung menarik Jessica yang masih tampak kebingungan dengan apa yang sedang mereka hadapi saat ini. Gadis itu bersikutan dengan kekasihnya Doni, berusaha mencari tahu dimana keberadaan Naura saat ini. Tetapi Doni juga tidak melihat ada dimana Naura. Akhirnya mereka mengikuti papa dan mama Jessica pindah tempat duduk lebih ke depan.


Tiba-tiba Marina datang mencari Prasetyo dengan tergesa-gesa.


"Pa, kemana Ditya dan calon istrinya? Mama tanya pada siapapun disini, belum ada yang tahu? Mama kan pingin mengenal dulu dengan siapa dia menikah, tidak asal mencomot gadis asal untuk dinikahi." tanpa memperhatikan sekeliling, Marina langsung mencerocos pada suaminya. Jessica sudah akan meledak, tapi untung Doni memintanya untuk tetap bersikap tenang.


"Ma.., kendalikan dirimu! Jaga bicaranya, tidak sopan, ini keluarga besan!" bisik Prasetyo. Marina terdiam, tetapi dengan ekspresi wajah yang tidak enak untuk dilihat.


"Pak Samsuar, Bu Novi, kenalkan ini mamanya Ditya. Dia Marina istri saya!" Prasetyo mengenalkan istrinya pada keluarga Samsuar.


Samsuar dan Novi mengenalkan diri mereka pada Marina, tetapi Jessica langsung berdiri dan berpamitan pura-pura mau ke toilet. Doni mengikuti kekasihnya berjalan keluar.


*********************************************

__ADS_1


__ADS_2