
Dalam perjalanan pulang ke rumah setelah selesai wawancara, Naura tiba-tiba mendapatkan chat dari orang yang dia merasa tidak mengenalnya. Dia mengabaikan chat tersebut, karena tidak mengetahui nomor siapa yang mengirimnya. Tiba-tiba nomor itu melakukan panggilan terhadapnya, tetapi karena saat ini sedang berada di dalam mobil online maka Naura memutuskan untuk tidak mengangkat panggilan tersebut. Dia memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas, kemudian menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi dan memejamkan matanya.
"Sialan kenapa Naura tidak membaca chat dariku ya." Santi berbicara sendiri dengan nada tinggi di dalam kamarnya.
Dia merasa harus segera memisahkan kekasihnya dengan Naura, karena semakin mencurigai sikap Firmansyah yang menurutnya akhir-akhir ini sudah memberikan perhatian pada istrinya. Kembali dia melihat ke arah chat yang dia kirimkan ke gadis itu, tetapi kembali dia mengalami emosi karena Naura belum membaca isi pesan yang dia kirimkan.
"Padahal nanti malam aku sudah memesan dua kamar di **maya Tower Hotel untuk nanti malam. Tetapi aku tidak peduli, bagaimanapun caranya aku harus bisa membawa gadis itu ke hotel nanti malam." gumam Santi sendiri.
Kemudian Santi mengambil ponsel dan terlihat sedang menghubungi seseorang. Tidak berapa lama, terdengar seorang laki-laki yang mengangkat panggilanannya itu.
"Bagaimana Boss, kamar hotel sudah kita bayar untuk dua kamar nanti malam."
"Kamu harus menyiapkan plan B, jika gadis itu nanti malam tidak mau datang sendiri ke hotel tersebut. Urusanku adalah mas Firmansyah."
"Siap Boss, aku dan teman-teman sudah menghubungi seseorang yang akan menemani gadis itu nanti malam. Kita akan siapkan semua dengan rapi."
"Bagus, atur semuanya, dan pastikan semua terjadi dengan natural dan alami. Tanpa ada terkesan paksaan semua."
Santi langsung tersenyum, kemudian dia menghubungi kekasihnya Firmansyah untuk datang ke apartemennya setelah pulang kerja.
**********************************************
"Sudah pulang Non Naura?" Bi Ijah menyambut kedatangan Naura di depan pintu rumah.
"Iya Bi, sudah. Bibi masak apa siang ini. Naura tiba-tiba lapar Bi?"
"Ya wajarlah Non kalau lapar. Ini sudah jam 12.30. Ayo Non ganti baju dulu, Bibi akan siapkan makan siang di meja makan ya. KIta makan sama-sama ya Non, sekalian Bibi ajak Ujang biar ramai."
"Baik Bi."
Naura langsung masuk ke dalam kamarnya untuk berganti baju. Sesampainya di kamar, Naura mencuci mukanya, kemudian setelah berganti baju kemudian mengambil ponsel, dan berjalan menuju dapur.
__ADS_1
"Duluan Ujang kan Non?" sapa Ujang yang sudah duduk di meja makan.
Naura tersenyum melihatnya, dan dia tambah senang ketika bi Ijah masak sayuran kesukaannya. Bi Ijah membuatkan urap dan sambal terasi.
"Terima kasih Bi Ijah. Bibi pokoknya sip deh, tahu apa yang disukai Naura." kata Naura sambil mengacungkan jempolnya memberikan apresiasi pada Bi Ijah.
Ujang menarikkan kursi untuk diduduki Naura. Kemudian mereka bertiga makan bersama.
"Joko sudah makan belum Bi?"
"Sudah Non, dia makan tak suruh tepat waktu. karena dia harus menjaga gerbang, jadi pas dia makan jaga portalnya digantikan sama Ujang."
"Ya sudah, Naura pikir belum makan Bi."
Selesai mereka makan, mereka masih duduk dan berbincang di meja makan.
"Bagaimana Non Naura, tadi pagi katanya pergi wawancara. Diterima tidak lamarannya?" tanya Ujang.
"Nanti sore hasilnya baru akan di email Jang. Tetapi tadi sih, kata interviewer nya, naura diterima."
"Iya pasti dong, masak Non Naura ditolak. Sebenarnya kenapa sih, Non harus bekerja di tempat lain. Kan bisa kerja di tempat Tuan Firmansyah."
Naura tersenyum mendengar Bi Ijah membelanya, kembali dia mengacungkan jempolnya untuk Bi Ijah.
"Iya.., iya.., maafkan Ujang. Tapi benar juga yang disampaikan Bi Ijah Non. Ngomong-ngomong semalam Tuan Edward ngajak bicara apaan Non, kok bicaranya menyepi di pinggir kolam. Sampai dia pesan sama Ujang, jika diminta menjauh dari wilayah sana."
"Ujang, kamu itu kenapa, sok pingin tahu urusan Non Naura segala?"
"Tidak apa-apa Bi, Ujang bertanya pada Naura, karena dia peduli pada Naura Bi. Iyakan Jang?"
"Ya iyalah Non, Non Naura itu tipe majikan yang tidak pernah menganggap orang-orang seperti kita itu sebagai pembantunya Bi."
Naura tersenyum mendengarkan gurauan Ujang pada Bi Ijah.
"Bukan masalah apa-apa Jang. Biasa Edward baru ada masalah dengan kerjaannya. Kemudian dia menanyakan jalan pemecahan masalahnya pada Naura."
"Owalah begitu to. Makanya kok Tuan Firmansyah mukan merah padam, saat melihat Non dan Tuan Edward sedang bicara. Sampai Tuan Firmansyah yang mau berangkat pergi, akhirnya tidak jadi berangkat, malahan duduk di kursi tamu sampai malam hari."
__ADS_1
Naura terkejut mendengarkan perkataan Ujang, dia tidak menyangka jika semalam itu suaminya sudah berada di rumah. Karena saat dia mengikuti kemauan Edward untuk mengobrol di pinggir kolam, sepertinya dia tidak melihat keberadaan mobil suaminya.
"Untung semalam aku tinggal pergi Edward. Dan dengan tegas kalau aku menolaknya." Naura malah tenggelam dalam lamunannya sendiri.
Bi Ijah menyenggol Ujang, dan menunjuk pada Naura yang jadi melamun sendirian. Mereka berdua tidak berani mengganggu Naura, tetapi saat Bi Ijah membereskan piring, sepertinya Naura sudah tersadarkan kembali.
"Minum Non, Ujang ambilkan."
"Iya." jawab Naura singkat.
Kemudian Naura mengambil ponsel, dan mulai membaca satu persatu chat masuk yang sudah dia biarkan dari tadi siang. Dia kemudian membaca chat dari orang yang tidak dikenalnya, yang tadi juga sempat melakukan panggilan miss padanya selama lima kali.
"Naura.., kenalkan saya Santi, asisten pribadi Tuan Firmansyah."
"Ada acara perusahaan nanti malam di ballroom *maya Tower* hotel ya, pukul 19.00. Kami harapkan kehadiran anda disana."
"Jang.., apakah kamu pernah mendengar nama Santi di perusahaan Tuan." tanya Naura pada Ujang.
"Oh, Bu Santi. Pernah diajak beberapa kali ke rumah ini sih, Dulu waktu Tuan belum menikah dengan Non. Tetapi Ujang tidak tahu, apakah Santi kerja di perusahaan Tuan atau tidak. Ada apa Non, kok tiba-tiba menanyakan tentang Bu Santi?"
"Tidak apa-apa Jang. hanya memastikan saja, ini ada yang mengaku bernama Santi asisten pribadi Tuan, yang mengundang aku untuk datang ke acara perusahaan nanti malam. Acaranya di b*allroom *maya Tower hotel."
"Waduh kalau masalah acara, Ujang tidak bisa membantu menajwab Non. Tapi hotel itu, memang sering sih digunakan oleh perusahaan Tuan, jika mengadakan acara perusahaan."
"Iya Jang, tetapi tidak apa-apa. lagian Naura juga sudah tidak memiliki kegiatan lagi. Nanti malam, aku akan hadiri undangan itu." Naura tersenyum dan akan menghadiri undangan tersebut.
Kemudian dia membalas chat yang dikirimkan oleh Santi.
"Terima kasih Bu Santi atas informasinya. Nanti malam, aku akan usahakan untuk datang ke acara tersebut."
"Okay, terima kasih konfirmasinya Nyonya Muda. Tidak akan lengkap acara tanpa kehadiran anda disana. Terima kasih."
__ADS_1
*************************************************