PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura

PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura
Pulang Jakarta


__ADS_3

Pernikahan Santi asisten rumah tangga di keluarga Ditya, berlangsung dengan sangat meriah. Pernikahan itu dilakukan dengan menggunakan adat Jawa, dengan perlakuan kepada para tamu dengan menggunakan jamuan resepsi sambil duduk. Acara demi acara terlewati dengan sangat lancar, dan akhirnya tibalah giliran untuk foto secara bersama dan pemberian ucapan oleh para tamu.


"Acara foto bersama akan diawali oleh keluarga Aditya Herlambang Pangestu dari kota Semarang. Kami mohon semua anggota keluarga yang hadir, untuk memberikan ucapan pada kedua pengantin serta berkenan untuk melakukan foto bersama." terdengar suara pembawa acara menyampaikan undangan untuk berfoto.


"Dadd.., ayo kita segera maju! Nama keluarga kita sudah dipanggil, sekalian kita pamit untuk pulang ke rumah." Naura segera mengajak suaminya untuk maju ke depan.


"Malas Momm, nanti foto kita tersebar kemana-mana kan jadinya repot." Ditya menolak ajakan untuk berfoto bersama.


Naura langsung berdiri, kemudian menarik tangan suaminya.


"Tidak begitu juga kali, ingat Santi itu siapa? Apakah Daddy mau mengecewakan hati semua pegawai kita, jika kita tidak menghormati permintaan mereka?" Naura memaksa suaminya untuk mau diajak foto bersama dengan pengantin.


"Kak Dipta.., Claudia.., ayo kita bareng-bareng saja fotonya. Biar cepat, dan kita segera pulang dari sini!" Naura juga mengajak Pradipta dan Claudia untuk bareng-bareng mengucapkan selamat.


Pradipta ikut berdiri, kemudian dia mengangkat pinggang Ditya agar sahabatnya itu berdiri. Akhirnya berlima mereka maju ke depan, untuk menyampaikan ucapan selamat pada Santi dan suaminya.


"Selamat menempuh hidup baru Santi.., semoga terwujud keluarga sakinah mawadah wa rohmah." dengan tulus, Naura memberi ucapan pada Santi sambil menyalaminya.


"Terima kasih Nyonya dan Tuan sudah berkenan untuk datang ke pernikahan Santi. Kami mohon, untuk foto bersama ya Nyonya!" ucap Santi penuh harap.


Naura menganggukkan kepala, kemudian mengajak semua yang sudah di depan untuk foto bersama dengan keduanya. Setelah selesai foto bersama, mereka kemudian turun dari panggung dan berjalan keluar dari lokasi pernikahan.


"Mau kemana Momm.., mobil kita parkir di sebelah sana?" tanya Ditya, saat melihat Naura berjalan berkebalikan arah dengan parkir mobil.


"Mau cari driver dulu Dadd, mumpung sudah sampai di Magelang. Mommy mau memberi uang agar mengajak semua ART dan penjaga rumah untuk jalan-jalan ke lokasi wisata di sekitar sini." setelah mengetahui alasan Naura, Ditya mengikuti istrinya sambil menggendong Ezaz. Pengalaman buruk, Naura diculik Edward, menjadikan trauma baginya untuk tidak membiarkan istrinya sendirian.


"Pak Manto..," Naura memanggil driver yang baru berbicara dengan orang yang duduk di sampingnya.


"Iya Nyonya.." mendengar panggilan Naura, pak Manto langsung berjalan mendekat pada Boss nya.

__ADS_1


Naura membuka tas tangannya, kemudian mengambil dompet dan menarik uang 5 juta yang sudah dia persiapkan sebelumnya.


"Pak Manto.., nanti ajak semua pelayan dan penjaga yang datang ke acara Santi, untuk berwisata di kota ini ya! Sayang jika dilewatkan.., mumpung kalian semua sudah berada disini." kata Naura sambil tersenyum.


Pak Manto terkejut dengan banyaknya uang yang diberikan Naura, dia kemudian melihat ke arah Ditya. Saat melihat Tuannya menganggukkan kepala, pak Manto baru mau menerima uang itu.


"Tapi Nyonya..., apakah uang ini tidak kebanyakan?' tanya pak Manto.


"Tidak pak.., sudah ambil sajalah! Kan kalian tidak hanya beli tiket masuk, ingat lho.., masuk candi Borobudur sudah habis 40.000 per orangnya. Belum makan atau kalian jajan. Pokoknya nikmati hari ini untuk kalian, jika masih ada sisa pak Manto bisa membaginya bersama teman-teman." Naura menjelaskan peruntukkan uang tersebut.


"Baiklah terima kasih Nyonya.., Tuan!"


 


 


**************


 


"Kok ajak pulang ke Jakarta, tidak bilang dari awal sih Dadd? Kan harus sibuk packing juga." terdengar suara protes dari Naura. Jika jauh hari, suaminya itu memberi tahu jika hari ini harus ke Jakarta, dia pasti sudah menyiapkan semuanya dari awal.


"Tidak perlu bawa baju Momm..., banyak baju Mommy di apartemen. Bahkan butik langganan mama di Jakarta juga sudah menyiapkan baju setelan untuk keluarga kita. Nanti kita samaan dengan papa dan mama, juga Claudia." Ditya menjelaskan pada istrinya.


"Samaan?? Bentar.., bentar, memangnya ada acara resmi Dadd, kita pulang ke Jakarta ini?" tanya Naura saat mendengar kok ada baju seragam untuk keluarga.


"Daddy belum kasih tahu Mommy ya? Kita mau nerima tamu dari keluarga Pradipta Momm, mereka mau secara resmi melamar Claudia, sesuai dengan janji Pradipta."


"Janji kak Dipta?? Dengan siapa memang kak Dipta berjanji?" tanya Naura penasaran.

__ADS_1


"Dengan Daddy waktu kita malam-malam ngobrol di hotel minggu lalu. Saat kita di Magelang." sahut Ditya cepat.


Naura terkejut, dia reflek menutup mulutnya dengan menggunakan kedua tangannya.


"Sudah.., ayuk kita segera berangkat! Ezaz sudah siap di depan, Mommy bawa kosmetik sama tas perlengkapan kecil saja. Baju Ezaz sudah disiapkan sama ART. KIta naik jet pribadi, sudah ada ijin kita take off dari Semarang pukul 18.30." sahut Ditya sambil keluar kamar meninggalkan Naura.


Sontak Naura melihat ke arah jam tembok, dan saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 17.00, dia langsung mengambil tas dan memasukkan komestik serta dompet ke dalamnya. Setelah memastikan semuanya sudah lengkap, Naura segera mencari Ezaz ke ruang belakang.


"Ada yang bisa kami bantu Nyonya?" tanya ART saat melihat Naura datang ke tempat mereka.


"Ezaz sama siapa, kami harus segera berangkat soalnya?"


"Bukannya Tuan kecil sudah bersama Tuan Muda. Tadi dengan saya Nyonya, tetapi sudah diambil oleh Tuan dan dibawa ke mobil." ART menjawab pertanyaan Naura.


"Baiklah.., saya berangkat dulu ya. Hati-hati jaga rumah, jika mau keluar pamit dengan pelayan atau penjaga rumah yang lain. Biar tidak saling cari mencari!"


"Iya Nyonya."


Naura segera menuju halaman rumah, dan ternyata benar apa yang sudah disampaikan oleh ART nya. Ezaz sudah berada di gendongan Ditya, mereka sedang menunggunya.


"Dari mana Momm, kok lewat pintu samping?" tanya Ditya heran.


"Tempat istirahat ART Dadd, tadi Mommy pikir Ezaz masih bersama dengan mereka. Tadi mau Mommy ambil, ga tahunya Ezaz sudah sama Daddy." ucap Naura sambil tersenyum.


Ditya tersenyum kemudian membukakan pintu mobil untuk istrinya, setelah Naura masuk, Ditya langsung duduk di kursi depan samping sopir.


"Langsung jalan Ton..!" Ditya langsung menyuruh driver untuk menjalankan mobilnya.


 

__ADS_1


*********************


__ADS_2