
Firmansyah sedang berada di belakang meja kerjanya, dia sedang mempelajari business plan yang dirancang oleh asistennya. Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu ruangannya, dan tanpa melihat siapa yang datang, dia langsung mempersilakan masuk. Dengan tersenyum puas, Santi memasuki ruang kerja Firmansyah. Dia langsung menghampiri Firmansyah di kursinya, dan saat Firmansyah mencium parfum wanita, laki-laki itu melihat ke arah Santi.
"Siapa yang menyuruhmu datang ke kantorku siang-siang begini?" Firmansyah langsung menegur Santi.
"Aku kangen banget sama kamu," sahut Santi sambil berdiri di belakang Firmansyah. tangannya langsung memeluk Firmansyah dari belakang.
"Hai, jangan seperti ini. tahu tidak saat ini aku sedang apa? Butuh uang berapa kali ini, biar dikirim sama asistenku. AKu tidka bisa menemanimu kali ini." kata Firmansyah sambil menyingkirkan kedua tangan Santi yang sangat trampil mengendorkan dasi di lehernya.
"Aku tidak minta uang kali ini. Kan aku sudah bilang, kalau siang ini aku tiba-tiba kangen sama kamu sayang."
Santi menolak menjauh dari tubuh Firmansyah, dia malah memeluk laki-laki itu dari belakang. Bahkan lipsticknya sengaja dia biarkan menempel di punggung Firmansyah. Dia tersenyum, setelah melihat lipsticknya tercetak cantik di punggung laki-laki itu.
"Aku akan lihat bagaimana respon gadis yang kemarin dinikahi Firmansyah." Santi berpikir sendiri, kemudian dia pindah dan duduk di atas sofa.
Melihat Santi sudah pindah dan duduk di atas sofa, Firmansyah membiarkannya. Kemudian dia kembali fokus mempelajari materi yang sudah dia bawa dari tadi. Setelah beberapa saat, Firmansyah meletakkan berkas di atas meja.
"Santi, apa yang kamu inginkan saat ini? Aku sedang sibuk, nanti setelah selesai kantor, aku akan datang ke apartemenmu. Sekarang pulanglah, atau mau ke mall dulu jalan-jalan. Biar nanti kamu dikirim uang sama asistenku." ucap Firmansyah meminta Santi meninggalkannya.
Tetapi Santi memang memiliki tujuan untuk datang ke tempat kerja Firmansyah, dia akan membuat istri Firmansyah marah dengan suaminya. Dia kecewa karena laki-laki yang sudah lama menjalin hubungan dengannya tidak menikahinya, tetapi malah menikahi seorang gadis ingusan.
"Sayang, biarkan aku disini. Aku tidak akan mengganggu pekerjaanmu disini. Aku lagi malas keluar jalan-jalan, aku ingin disini saja."
"Terserah kamu saja, tetapi kamu harus ingat bahwa kamu jangan mencoba untuk menganggu aktivitasku." seru Firmansyah, kemudian berjalan keluar meninggalkan Santi sendiri di dalam ruangan.
Melihat Firmansyah berjalan meninggalkannya, Santi mengejarnya dan menahannya di depan pintu. Dia memeluk Firmansyah.
"Kamu itu ada apa Santi? Jangan menggangguku, atau aku akan minta security untuk mengantar kamu keluar dari ruanganku."
"Aku kan dari tadi sudah bilang sayang, kalau aku kangen sama kamu. kenapa aku malah ditinggalkan sendiri." sahut Santi, dan melihat Firmansyah sudah mulai marah, akhirnya Santi mengambil tasnya yang dia letakkan di atas meja. Kemudian tanpa pamit, dia langsung mendahului keluar dari ruangan Firmansyah.
Firmansyah hanya menggelengkan kepala melihat kepergian kekasihnya itu, dan dia tidak memiliki niat sedikitpun untuk menahan perempuan itu di ruangannya. Dia berbalik tidak jadi keluar dari ruangan, kemudian dia kembali duduk di kursi kebesarannya. Kemudian dia memanggil asistennya untuk masuk ke dalam ruangan, sambil kembali mengambil business plan yang sudah dirancang.
Tidak berapa lama, terdengar ketukan dari luar pintu. Firmansyah melihat sebentar, tetapi kemudian kembali fokus pada hard file yang sedang dia pegang, dan akan dia diskusikan dengan asistennya.
__ADS_1
"Masuk." seru Firmansyah.
Terlihat Farhan asistennya masuk dengan membawa salinan hard file business plan yang sama dengan yang dipegang Firmansyah.
*******************************************************
Sekitar 30 menit perjalanan, akhirnya Santi sudah sampai di depan gerbang rumah Firmansyah. Tetapi pintu gerbang itu ditutup dari luar, kemudian Santi membunyikan klakson mobil agar ada orang yang membukan pintu. Tetapi sampai tiga kali, dia membunyikan klakson belum ada yang membuka pintu gerbang. Akhirnya Santi turun dari mobil, dan berjalan ke depan pintu gerbang. Dia melihat ada anak laki-laki yang sedang mengenakan headset duduk di dalam ruang tunggu untuk security.
'****..." gumam Santi, kemudian dia berjongkok dan mengambil kerikil dari tanah.
Dia melemparkan kerikil ke arah Ujang, untuk membangunkannya. Tetapi lemparan pertama meleset, kemudian Santi melakukannya lagi. Ujang kaget saat merasa ada yang melemparnya dari arah pintu gerbang. kemudian dia berjalan ke arah gerbang, dan melihat ada seorang perempuan sedang berkacak pinggang di depannya. Untuk menjaga jarak keamanan, Ujang tidak mau langsung membuka kunci pintu gerbang, dia menanyakan apa yang dimaui perempuan itu dari dalam gerbang.
"Ada apa Nyonya, mau ketemu siapa? Jika Tuan Firmansyah, maka Tuan sedang berada di perusahaan, mungkin sekitar jam 17.00, beliau sudah pulang."
"Kamu itu mau kerja atau mau dipecat? Orang kerja malahan tidur, pakai head set lagi." Santi menyemprot Ujang, dan membuat Ujang tidak berani membukakan pintu.
"Aku tidak mau ketemu Formansyah. Bukakan gerbang dulu, aku mau masuk!"
"Mohon maaf Nyonya, saya tidak berani membukakan pinu gerbang untuk orang yang tidak kami kenal."
"****, cepat bukakan. Aku calon Nyonya rumah ini. Dengar kamu, cepat bukakan!" mendengar jawaban dari Ujang, Santi tambah marah-marah.
__ADS_1
"Mohon maaf Nyonya, anda salah alamat. Tuan Firmansyah sudah menikah, dan sudah ada Nyonya di rumah ini. Cuma untuk saat ini, Nona sedang ke kampusnya untuk kuliah."
"Hai bicara apa kamu. Sekarang temukan aku dengan gadis yang kemarin baru dinikahi Tuanmu!"
"Mohon maaf Nyonya, saya tidak berani dan tidak bisa. Lagian Nona juga sedang keluar, tidak ada di rumah. Maaf ya Nyonya, saya masih ada aktivitas banyak di dalam."
Ujang langsung berjalan meninggalkan Santi sendirian yang terus marah-marah di depan pintu gerbang. Melihat dia diacuhkan sama pelayan di rumah Firmansyah, Santi kembali mengambil kerikil dan melempar Ujang. Ujang langsung berlari dan masuk ke dalam rumah. Akhirnya Santi kembali memasuki mobilnya, dan memutar balik meninggalkan rumah itu.
Sedangkan Ujang langsung ke dapur mencari Bi Ijah, dan dia melihat si Joko security rumah ini sedang makan di meja makan.
"Hai kamu Joko, enak-enakan makan disini. Aku diomeli wanita yang tidak tahu diri. Dilempar pakai kerikil lagi." Ujang langsung menyemprot Joko yang sedang makan siang.
"Loh, kan aku tadi sudah pamitan mau makan siang dulu." sahut Joko.
"Makan siang itu maksimal 10 menit, ini sudah hampir satu jam, kamu tidak kembali"
"Eh ada apa ini? Joko, makan itu yang tenang. Jangan disambi bicara. Kamu juga kenapa Ujang, berisik terdengarnya, datang-datang kok langsung marah-marah." Bi Ijah menengahi mereka yang sedang bertengkar.
Ujang kemudian menceritakan kedatangan Santi. Mendengar ceritanya, Joko malah tertawa terbahak-bahak.
***************************************************************
__ADS_1