PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura

PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura
Penyelidikan


__ADS_3

Fikri fokus mengemudikan mobil mengikuti motor yang membawa Naura. Akbar yang biasanya banyak bicara, ikut terdiam melihat arah motor. Tiba-tiba mereka merasa jika motor Ojol membelok ke arah lain, yang bukan merupakan alamat rumah Naura. Akbar langsung menengok ke arah Fikri, dan Fikri juga melakukan hal yang sama.


"Apakah keluarga Naura pindah rumah Bar?" tanya Fikri dengan tetap mengemudi.


"Tidak tahu juga aku Fikr. Tapi sepertinya tidak, karena kapan pas aku lewat depan rumah Naura, aku melihat Kak Jessica baru keluar dari halaman rumah."


"Yah, kita ikuti saja dulu. Aku sangat mengkhawatirkannya, karena mengamati perilakunya akhir-akhir ini, dia seperti sedang tertekan."


Mereka tetap mengikuti, dan setelah sampai di atas, mereka merasa bingung. Karena arah motor yang dikendarai Ojol mengarah pada Cluster rumah mewah. Mereka menghentikan mobilnya agak jauh, karena Ojol sudah berhenti di depan pintu gerbang.


"Wow .., gila rumahnya bro?"


"Iya, itu rumah siapa Bar. Apakah Naura jadi...," Fikri langsung menutup mulutnya sendiri.


"Jadi apa Fikr, lanjutkan. Jangan-jangan pikiranmu sama dengan pikiranku. Atau Naura jadi sugar baby ya?" Akbar langsung keceplosan.


"Akbar, kamu kok tega sih nuduh Naura seperti itu?"


"Sorry Fikr. Aku tidak bisa tidak berpikir seperti itu. Tetapi kalau sugar baby kan biasanya hanya disewakan di apartemen atau di kost eksklusif. Masak ini sepertinya rumah pribadi Bro."


"Eh tapi itu lihat. Yang membukakan gerbang itu seusia kita sepertinya. Dan mereka terlihat akrab."


Fikri dan Akbar malah terlihat saling berdebat dengan pendapat mereka masingmasing.


"Atau begini saja Bro, besok kota sampaikan informasi ini pada Susan dan Iin. Siapa tahu mereka yang akan konfirmasi ke Naura."


"Oh, good idea Bar. Sekarang aku putar balik ya."


Akhirnya mereka putar balik dengan penuh pertanyaan di pikirannya masing-masing.


*********************


Naura melihat mobil suaminya sudah terparkir di depan garasi. Dia tetap santai masuk ke dalam rumah, tetapi dia melihat suaminya sedang melihatnya sambil duduk di kursi tamu. Naura mengambil nafas panjang, dan memutuskan untuk menyapanya.


"Om, sudah sampai di rumah ya? Maaf Naura telat pulangnya." sapa Naura.


"Dari mana kamu?"


Tiba-tiba jantung Naura terasa berdegup kencang, karena baru kali ini suaminya mengajak dia bicara.


"Tadi ada kuliah 2 mata kuliah Om, terus diajak teman merayakan ulang tahunnya di ***utra Mall. Makanya Naura terlambat pulangnya." Naura dengan menunduk, dia menjawab pertanyaan dari suaminya.

__ADS_1


Firmansyah terdiam mendengar jawaban istrinya.


"Ternyata dia jujur, tidak berbohong dari mana dia tadi." pikir Firmansyah sendiri.


"Ada lagi Om yang mau ditanyakan pada Naura. Kalau sudah cukup, Naura mau ke kamar dulu."


"Bilang Bi Ijah, buatkan saya teh manis panas." selesai bicara, Firmansyah langsung meninggalkan Naura.


Naura mengambil nafas panjang sambil mengelus dadanya.


"Selamat, selamat." dia berbicara pada dirinya sendiri.


Karena dia merasa capai, akhirnya Naura ke dapur mencari Bi Ijah dan menyampaikan pesanan dari suaminya.


"Iya Non, Bi Ijah akan buatkan. Sepertinya Non Naura capai sekali ya. Non sekalian tidak teh panasnya?" tanya Bi Ijah.


"Aku habis makan Bi, dan sudah minum. Aku mau mandi dan lanjut istirahat saja di kamar."


"Ya Non, selamat beristirahat."


"Terima kasih Bi."


Naura langsung menuju kamarnya, kemudian mengunci pintu dari dalam. Dia langsung masuk kamar mandi, dan melakukan mandi sore.


***********************


"Kita kuliah dulu yok. Naura paling sudah ada di dalam kelas, lagian tempatku sekarang jadwalnya pak Ginta. Bisa gawat, kalau nanti aku telat." Iin minta ijin masuk duluan.


"Okay, kelasku juga sudah jamnya. Nanti habis kelas, kamu bawa Naura ke kantin ya. Kita bicara saja disana." sahut Fikri


"Okay, okay.. yokk. Itu pak Theo sudah hampir masuk kelas. Aku duluan." Akbar langsung berlari meninggalkan mereka berdua, karena melihat dosennya sudah berjalan menuju kelas.


Fikri dan Iin tertawa melihat tingkah Akbar, akhirnya mereka kemudian berpisah dan masuk kelas masing-masing. Sesampai di pintu masuk, Iin melihat Naura sedang melambaikan tangan untuk memanggilnya agar Duduk di sebelahnya. Iin langsung berjalan menghampiri, dan duduk di samping Naura.


"Tumben kamu sudah mau telat In masuknya, ada apa?" tanya Naura.


"Selamat pagi." sapa seorang perempuan dari pintu masuk kelas.


Iin tidak jadi menjawab pertanyaan Naura, karena melihat Bu Nunuk sudah masuk ke dalam kelas. Dia hanya mengangkat kedua bahunya ke atas, dan terlihat Naura memaklumi responnya.


Bu Nunuk mengkonfirmasi tugas yang dia berikan, dan setelah mengecek GC dia kemungkinan memulai penjelasannya. Seperti biasa, Naura selalu fokus dalam mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh dosen siapapun. Melihat keseriusan sahabatnya, Iin ikut fokus dalam mengisi perkuliahannya.

__ADS_1


Karena ada rapat, Bu Nunuk ijin hanya memberikan kisah selama satu jam. Kemudian dia meninggalkan kelas.


"Naura..., jangan langsung pulang. Aku tadi dititip pesan sama Akbar dan Fikri, mereka minta waktu kita sebentar hari ini." Iin meminta kesediaan Naura untuk ketemu.


Naura berpikir sebentar.


"Yah, okelah. Tapi tidak perlu keluar kampus ya, disini saja."


"Ya tidak disini juga kali. Kan kelasnya habis ini mau dipakai untuk kuliah dosen lainnya."


"Iya, maksudku kita bicara di dalam kampus saja. Tidak kemana-mana."


"Ok, ok. Tadi mereka mengajak kita bicara di kantin. Kesana sekarang yok, sekalian cari tempat."


"Yupz."


Mereka kemudian berjalan berdampingan menuju kantin. Setelah sampai mereka melihat ada tempat di pojokan yang masih kosong. Mereka kembali menempatinya, dan memanggilnya pelayan kantin.


"Bambang, menu book ya." teriak Iin pada Bambang.


"Yoi." Bambang kemudian membawa buku menu, dan langsung menuju tempat mereka duduk.


"Mau pesan apa mbak Iin dan mbak Naura. Bambang jamin, menu hari ini masih komplit deh."


"Milk shake coklat dan pisang bakar saja aku." sahut Naura.


"Aku apa ya? Es lemon tea, sama siomay ya. Sama mendoan satu porsi."


"Siap 86,. tunggu yang sabar. Bambang jamin tidak sampai 15 menit, pesanan akan. datang."


Mereka tersenyum mendengar candaan Bambang. Tidak lama Akbar dan Fikri menghampiri mereka.


"Lho kalian tidak kuliah?" tanya Iin.


"Dosen-dosen pada Rapat pleno Persiapan Dies Natalies keles. Aku sudah dipesan belum?" tanya Akbar.


"Belum, kalian pesan sendiri-sendiri. Aku dan Naura barusan pesan."


Fikri bertepuk tangan memberi kode Bambang untuk datang.


"Owalah..., ternyata paket komplit to yang datang. Pesan apa mas?"

__ADS_1


Fikri dan Akbar kemudian memesan makanan dan minuman. Seperginya Bambang, mereka berempat terdiam. Naura fokus memainkan ponselnya, sedang ketiga temannya saling bicara dengan menggunakan matanya.


****************************


__ADS_2