PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura

PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura
Bayi Tampan


__ADS_3

Operasi caesar berjalan dengan lancar, dan seorang bayi laki-laki sudah berhasil dilahirkan dengan semangat. Marina menangis tidak percaya, saat perawat memberikan bayi itu pada keluarganya.


"Pa..apa ini benar pa? Ini cucu kita pa, ternyata sangat tampan sekali dia?" gumam Marina menggendong bayi yang sudah bersih.


"Iya ma, kita sudah akan dipanggil Oma sama Opa. Ternyata kita sudah tidak muda lagi ma." ucap Prasetyo yang tampak senang, ternyata kekhawatirannya jika Marina menolak cucunya tidak terbukti. Berkali-kali dia melihat istrinya menciumi cucunya, dan bahkan tatapan iri dari besannya Novi tidak dihiraukan oleh Marina.


"Ma.., beri kesempatan Bu Novi dan Pak Samsuar sebentar saja untuk menimang cucunya. Ingat Ma, bukan hanya kita Oma dan Opa anak Ditya."


Dengan agak kecewa, Marina menyerahkan cucunya pada Novi dan Samsuar. Jessica langsung mengambil keponakannya dengan suka cita.


"Sayang.., kenalan dulu ya sama Aunty Jess, dan ini Om Doni."


"Hush..bukan Aunty, tapi budhe." kata Samsuar.


"Ga mau.. panggilnya Aunty saja sama Uncle. Biar kita tidak terlihat cepat tua, lihat pa... hidungnya mancung banget, besok kalau sudah besar, pasti banyak cewek yang antri datengin deh."


"Sesukamu saja Jess. Ngomong-ngomong kemana Daddy nya, kok tidak ada?" Samsuar merasa tidak melihat Ditya dari tadi. Bahkan menantunya itu malah belum melihat dan menggendong putranya.


"Sudah pak, yang diinginkan Ditya itu hanya istrinya saja. Tahu Naura masih dalam pengaruh obat bius, dia belum mau ninggal istrinya. Bahkan sudah pesan sama dokter, untuk menghilangkan rasa sakit pasca operasi dengan obat penghilang rasa nyeri yang ampuh katanya."


Samsuar mengangguk-anggukkan kepala, dan tampak menyesal dengan keputusannya yang dulu memaksa putrinya itu menikah dengan Firmansyah. Tetapi saat ini, dia merasa sangat bahagia, karena putrinya bisa mendapatkan suami yang sangat mencintai dan memperhatikannya.


"Terus namanya siapa ini?" celetuk Donni yang mengingatkan para tetua di keluarga.


"Sudah menunggu kedua orang tuanya sadar dulu saja.Toh kalau di adat Jawa, kalau tidak salah pemberian nama bayi itu saat berusia 5 bulan ya pak Sam?"


"Benar pak Prast, di acara SEPASARAN namanya. Kalau adat Jawa, dibarengkan dengan kenduri. Kita mau gimana nanti?"

__ADS_1


"Kita tunggu Ditya dan Naura dulu saja."


**************************


"Masih sakit sayang? Kalau masih, di bagian mana yang sakit, aku panggilkan dokter yang untuk memeriksanya?" Ditya menanyakan pada Naura setelah melihat pengaruh obat bius sudah mulai menghilang.


"Tidak terasa apa-apa kak, kan Dokter sudah menyuntikkan obat penghilang rasa nyeri. Naura haus, apakah sudah boleh minum?"


Ditya segera mengambilkan minuman sari kacang hijau, dan dengan hati-hati melalui straw, dia memasukkan ke mulut istrinya.


"Bagaimana keadaan putra kita kak? Dia mirip siapa, kakak atau Naura?"


Ditya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Lho?"


"Aku belum melihatnya sayang, biarkan bayi kita sama oma opanya dulu. Kalau aku ikut disana, terus siapa yang akan menjaga kamu? Terima kasih sayang, kamu sudah mau berjuang melahirkan bayi kita, putra kita." Ditya mencium tangan Naura.


"Jangan menangis sayang, nanti putra kita melihat Mommy nya pertama kali masak matanya bengkak!" goda Ditya, yang dapat membuat Naura kembali tersenyum.


"Oh iya, by the way....kakak sudah siapkan nama belum buat putra kita?"


"Belum, bentar aku pikirkan dulu."


Ditya diam sebentar, kemudian setelah beberapa saat..


"Bagaimana kalau namanya Danial Ezaz Putra Herlambang Pangestu. Danial itu artinya pintar dan cerdas, sedangkan Ezaz itu karunia Tuhan?"

__ADS_1


"Bagus kak, baik sebutan maupun maknanya. Kak..., Naura pingin lihat putra kita, bisakah kak Ditya bawa kesini!" Naura meminta suaminya membawakan bayinya.


"Baiklah.., tapi kamu belum boleh menggendongnya dulu! Lukamu masih basah, sewaktu-waktu darah masih keluar." pesan Ditya.


"Iya, Naura ingin melihat kak Ditya menggendong Ezaz. Naura janji, tapi kalau menciumnya boleh kan, dan lagian setelah obat bius hilang kan Naura juga harus menyusuinya?"


"Menyusui?? Hadeh.., jadi punya saingan dong nantinya aku." sahut DItya  sambil menepuk jidatnya sendiri. Kemudian dia meninggalkan Naura untuk mengambil Ezaz. Naura tersenyum melihat perilaku suaminya, dan semakin hari Naura merasa semakin tergantung pada laki-laki itu.


*****************************


Santi mendatangi Firmansyah di kantornya, dia membawa informasi penting untuk ditunjukkan pada kekasihnya itu. Dia mendapatkan berita infotainment jika menantu konglomerat terkenal di Indonesia hari ini sedang menjalani operasi caesar. Sebenarnya keluarga Prasetyo sudah menutup celah masuknya wartawan, tetapi ada salah satu pengunjung rumah sakit yang melihat kehebohan mereka saat menunggu Naura operasi. Dan Santi langsung memastikan jika menantu itu pasti yang dimaksud adalah bekas istri Firmansyah.


"Ada apa kamu kemari Santi? Aku kan berkali-kali sudah bilang kepadamu, jangan ganggu aku di kantor!" Firmansyah menegur Santi.


"Sayang.., jangan marah dulu! Aku membawa kabar penting untukmu sayang. Lihat berita ini!" Santi memberikan link yang memberitakan tentang operasi Caesar Naura.


"Terus untuk apakah berita itu bagiku? Jika kamu merasa ingin meminta maaf pada gadis itu, atau ingin menjalin relationship dengan keluarganya, kamu bisa mengirimkan kado untuk ucapan selamat terhadap Naura. Bukan malah menunjukkan berita ini kepadaku."


"Bukan begitu sayang. Aku cuma mau memastikan, bayi yang dilahirkan Naura itu putramu atau benar-benar putra dari pengusaha muda itu?"


"Tutup mulutmu! Jika omonganmu kali ini sampai di telinga suami Naura, sedikitpun aku tidak akan membelamu lagi. Berkali-kali aku sudah bilang kan, aku belum pernah menyentuh gadis itu, aku hanya memperlakukannya seperti anakku sendiri." seru Firmansyah dengan nada tinggi.


"Tetapi jika aku hitung-hitung, berarti saat Naura masih bersamamu dia sudah hamil sebenarnya. Hanya mungkin Naura menutupinya."


"Sekali lagi kamu diam tidak Santi! Apakah mendekam di penjara selama 4 bulan, masih kurang lama untukmu? Siapa yang menjebak Naura di hotel di malam laknat itu? Itu orang-orang suruhanmu kan, untungnya Tuan Ditya yang masuk ke kamar yang kamu siapkan, tapi apa kamu tidak berpikir jika yang masuk kamar itu orang-orang sewaanmu. Bisa-bisa aku yang akan membunuhmu dengan tanganku sendiri."


Santi merasa ngeri melihat kemarahan Firmansyah, yang tanpa sadar telah mengingatkannya akan kasus yang akhirnya menghantarkannya meringkuk di penjara selama 4 bulan.

__ADS_1


"Maafkan aku kak, aku pikir kamu pernah tidur dengan gadis itu. Jika pernah, berarti ada kemungkinan bayi yang baru saja dilahirkan itu putramu." ucap Santi dengan nada lirih.


********************************************


__ADS_2