PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura

PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura
Kebahagiaan


__ADS_3

Menjelang pagi hari, suara tangis bayi perempuan sangat kencang memenuhi kamar Naura dan Ditya. Laki-laki muda itu terlihat tidak dapat menguasai emosinya. Tanpa mempedulikan keringat maupun darah yang masih keluar di tubuh istrinya, seperti tanpa henti Ditya menghujani istrinya dengan pelukan dan ciuman.


"Tubuh Mommy bau Dadd..., Naura belum mandi. Lengket karena keringat." bisik Naura berusaha menolak Ditya


"Keringat dan darah yang keluar karena putra putriku tidak akan aku pedulikan sayang. Terima kasih sudah memberikan kebahagiaan dalam keluarga ini, generasi penerus dari Prasetyo Pangestu." air mata tampak mengalir dari pelupuk mata laki-laki itu.


Naura tersenyum, dia sangat bahagia atas perlakuan dan perawatan yang diberikan suaminya. Akhirnya dia membiarkan tingkah gila suami terhadapnya.


"Maaf, untuk mbak Naura mau tetap di rumah saja untuk tahap pemulihan atau kita pindah ke rumah sakit atau klinik saya." tiba-tiba dokter menyela interaksi mereka.


"Saya di rumah saja Dokter.., apalagi tubuh saya baik-baik saja. Saya bisa merasakannya. Nanti dokter visit saja kesini!" Naura langsung menjawab. Dia tidak mau kehilangan momen awal dengan putrinya.


"Okay kita ikut saja bagaimana kemauan ibu yang baru saja melahirkan, menurut pendapat Tuan Ditya sendiri bagaimana?" tanya Dokter pada suami Naura.


"Ucapan istriku saat ini adalah titah untuk kita semua. Tinggalkan dua perawatmu disini, mereka akan membantu istriku untuk mengembalikan staminanya." Ditya meminta Dokter untuk mengijinkan perawatnya menemani Naura.


"Permisi..., mohon ijin untuk mengantarkan si cantik untuk minum ASI untuk pertama kalinya." seorang perawat masuk ke kamar dengan menggendong bayi perempuan Ditya dan Naura.


Bayi dalam gendongan perawat itu terlihat cantik dan bersih karena sudah dibersihkan dan dimandikan. Ditya tersenyum, dia seperti tidak percaya melihat keajaiban yang ada di depan matanya. Tangannya mengambil bayi itu dari gendongan perawat, dia menurunkan kepala ke bawah untuk memberi ciuman pada bayi itu.


"Hidungnya persis seperti Mommy. Lihatlah...!" ucap Ditya lirih.


"Iya, biar minum dulu Dadd.., mumpung masih ada kolostrum untuk putri kita. Nanti saja ya Dadd.., mainnya." Naura meminta bayinya untuk segera dia beri ASI.


Dengan sangat hati-hati, Ditya memberikan bayi mungil itu dan meletakkan di gendongan istrinya. Dia membantu bayi itu mengepaskan pada pu...Ting Naura, dan setelah beberapa saat akhirnya bayi itu sudah mendapatkan penghilang dahaganya langsung dari sumbernya.


"Sepertinya Tuan Ditya dan Nona Naura akan cepat recovery Dokter. Lihat baby langsung merasa nyaman dengan mereka berdua." ucap perawat pada Dokter.


"Iya.., jadi kalian tidak perlu lama-lama untuk membantu Non Naura pemulihan. Kalian harus segera kembali ke klinik." sahut Dokter sambil tersenyum.


"Siap Dokter.., kami berdua ikut saja sama Dokter. Sekarang ini diminta kembali juga siap." ucap perawat.

__ADS_1


"Sudah ayo kita tinggalkan mereka, biar bayi menyesuaikan diri dengan Daddy dan Mommy-nya. Aku juga akan bersiap-siap untuk pulang dulu." Dokter segera beranjak dari tempat duduknya. Dia menghampiri Ditya yang masih fokus memandangi bayi mungilnya yang ada di gendongan Naura.


"Aku mau pulang dulu. Dua perawatku akan berada disini."Dokter menepuk bahu Ditya untuk pamit.


Ditya menoleh pada Dokter, dia tersenyum sambil melambaikan tangannya.


"Terima kasih Dokter." ucap Naura lirih.


"Okay.., nikmatilah hidup barumu Naura. Aku pulang dulu." sambil melambaikan tangan, Dokter melangkah keluar dari kamar Naura.


********


Dua Minggu setelah kelahiran putrinya, keluarga Ditya mengadakan syukuran dan aqiqah dengan mengadakan acara tahalul serta penyembelihan hewan kambing. Tidak kalah dengan perayaan sewaktu Ezaz, mereka mendatangkan 100 anak yatim ke rumah serta memberikan santunan pada 10.000 anak yatim di luar.


"Mommy..., adiknya lucu. Bajunya cantik.." Ezaz mencium pipi Ramira.


"Kok bajunya yang cantik, wajahnya tidak?" tanya Naura sambil tersenyum.


"Ezaz.., main sama aunty yuk!! Adik mau dikasih acara dulu sama MC. Lihat tuh!" Claudia menunjuk MC yang sudah siap mengarahkan acara.


"Ezaz jangan diajak kemana-mana Claudia, biar disini saja. Biar dia ikut menyaksikan seluruh rangkaian acara." Ditya melarang adiknya membawa pergi Ezaz.


"Okay kakakku." sahut Claudia, dia segera membawa duduk kembali Ezaz di kursi yang tidak jauh dari situ.


"Zaz ., sini dekat opa saja. Wilayah situ untuk area tamu perempuan." Prasetyo Pangestu mengajak cucunya lebih dekat padanya.


"Okay opa.."


******


#Beberapa tahun kemudian

__ADS_1


Kebahagiaan tampak menyelimuti keluarga kecil Ditya dan Naura. Dua putra putri mereka semakin beranjak besar, dimana Ezaz sudah menjadi anak yang gagah. Sedangkan Namira menjadi gadis yang sangat cantik dan menyenangkan.


Karena anak-anak mereka sudah besar, dan Naura tidak mau banyak menganggur akhirnya dia diperbolehkan membantu kembali Pradipta di perusahaan suaminya. Dia tetap ditempatkan di bawah bossnya suku itu, dan menolak untuk diperlakukan khusus mendampingi suaminya. Tetapi yang namanya Ditya ya tetap Ditya, apa yang dia inginkan harus selalu terlaksana. Meskipun Naura bekerja dibawah Pradipta, banyak task force dia bentuk dengan menempatkan Naura sebagai ketua, dan selalu melakukan koordinasi langsung padanya.


"Mommy mau makan siang apa?" tanya Ditya saat mereka selesai membicarakan projects baru.


"Mommy pingin makan Udon, tapi jika Daddy tidak mau. Nanti Mommy beli online saja, pakai delivery order." sahut Naura yang masih membereskan berkas-berkasnya.


"Siapa bilang aku menolak. Kita sudah lama tidak memiliki waktu pergi berdua. Kita siang ini perlu Me Time sepertinya Momm." kata Ditya sambil merangkul Naura dari belakang.


"Sepertinya asyik Dadd.. kita me time sambil makan Udon. Sekali-kali Naura akan mencoba untuk tidak pamit pada Pradipta." kata Naura sambil tersenyum membayangkan Pradipta pusing mencarinya.


"He.., he.., he.., Daddy jamin anak itu akan kalang kabut mencarimu sayang. Yuk.., kita pergi sekarang!" tiba-tiba Ditya sudah menarik tangan Naura.


"Kemana Dadd.., terus ini berkas Mommy?"


"Abaikan saja, nanti biar sekretaris Daddy yang membereskan semuanya. Daddy kangen pergi berdua, yukk."


Naura tersenyum, dia kemudian mengikuti langkah suaminya. Mereka segera menuju ke lift khusus untuk Direksi dan langsung turun ke lantai basement. Ditya langsung menarik Naura dan membawanya masuk ke mobil Lamborghini Aventador.


"Cup.." tiba-tiba Ditya memberikan kecupan di pipi istrinya.


"Oh kok tiba-tiba jadi genit sih Daddy." protes Naura.


"Ini belum seberapa, mau yang lebih hot?" goda Ditya sambil menaik turunkan alisnya.


"Aawww." teriak Ditya karena tangan Naura sudah bertengger di pinggangnya.


"Mommy jahat ya, sudah main kekerasan. Kalau Daddy mainnya ini saja..," belum selesai perkataannya, Daddy Ezaz dan Namira itu sudah menempelkan bibirnya ke bibir Naura. Lu...matan panjang terjadi cukup lama di dalam mobil itu.


********

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2