PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura

PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura
Besok aku akan Menikah


__ADS_3

"Kenapa kita melakukan perbuatan dosa ini lagi kak?" Naura terisak bertanya pada Ditya.


"Inilah bedanya antara Edward dengan Ditya, itu kan yang tadi siang kamu tanyakan padaku sayang. Edward tidak boleh menyentuhmu, hanya aku Aditya Herlambang yang boleh menyentuhmu. Dari kemarin, sekarang dan di masa depan, hanya aku sayang yang dibolehkan untuk bersamamu." Ditya memeluk Naura, dan mencium kepala dan kening gadis itu.


"Dan yang perlu kamu ingat Naura, benih cintaku ada di dalam perutmu. Meskipun sebenarnya, aku sendiri tidak tahu apa arti cinta bagiku. Tapi untuk  saat ini dan selamanya, kamulah hidupku sayang. Hanya denganmu aku merasakan bahwa aku bisa hidup." tambahnya lagi.


"Dengan menjadikan Naura wanita simpanan kakak, itukan yang kakak mau?" tanya Naura lagi.


Ditya menengadahkan wajah gadis itu, kemudian dengan lembut dia mencium sekilas bibir Naura.


"Siapa yang menjadikanmu wanita simpanan sayang? Kamu adalah istriku, hanya satu-satunya sampai ajal menjemputku."


Naura mendorong tubuh Ditya, kemudian segera beranjak turun dari ranjang, dan segera masuk ke kamar mandi. Ditya tersenyum, dan setelah melihat Naura menutup pintu kamar mandi, Ditya mengambil telponnya, kemudian melakukan panggilan pada Pradipta.


"Dipta..., segera atur pernikahanku dengan Naura besok pagi jam 10. Adakan di masjid Agung!" perintah Ditya.


"Besok pagi? Jangan gila kamu Dity, kenapa rencana minggu depan tiba-tiba mendadak diajukan besok pagi. Jika kamu tahu, baru saja seragam pengiring kita kirimkan ke tailor."


"Terserah kamu urus semuanya Dipta. Ini perintah. Aku tidak butuh pesta megah dan mewah, melihat Naura tersenyum, hatiku sudah bahagia."


"Terus bagaimana dengan Om dan Tante Prast? Aku sudah memintanya untuk datang minggu depan, bagaimana ini Ditya?"


"Papa dan mama biarlah jadi urusanku Dipt. Sekarang tugasmu menghubungi keluarga Naura, dan kondisikan masjid serta pihak penghulu! Aku akan memberikan surprise untuk Naura, jika perlu kamu undang Firmansyah untuk menghadiri pernikahan kami!"


"Betul-betul gila kamu Ditya, Sejak kapan kamu berubah jadi pria BUCIN dan..." belum selesai Dipta mengomel, Ditya sudah menutup panggilan teleponnya.


Setelah mengakhiri panggilan telpon pada Dipta untuk mengkondisikan semuanya, Ditya menelpon Prasetyo Pangestu papanya.


"Tumben-tumbenan anak papa masih ingat jika masih memiliki keluarga. Ada apa Dity?"


"Pa.., Ditya tidak perlu basa-basi ya. Besok jam 10.00 Ditya akan melangsungkan pernikahan di masjid Agung Semarang, Ditya harap papa dan mama, serta Claudia bisa datang pa. Karena Ditya butuh saksi." Ditya langsung to the poin menyampaikan maksudnya menghubungi papanya.


"Apa besok jam 10 kamu akan nikah? Salahkan papa mendengarnya?" tanya Prasetyo pada putra laki-lakinya.

__ADS_1


"Iya pa, besar harapan Ditya, papa harus hadir di acara sakral Ditya."


"Ha...ha..ha.., luar biasa. Ini baru anak papa, memecahkan rekor pernikahan tercepat sepanjang masa. Papa pasti akan hadir, tetapi tidak tahu untuk mamamu. Bisa-bisa mamamu akan merajam istrimu, gadis mana akhirnya yang bisa membuat putraku akhirnya berlabuh. Padahal mamamu sudah menyiapkan calon pengantinmu."


"Ditya tidak peduli pa, mama akan setuju atau tidak. Karena yang menjalani hidup itu Ditya, bukan papa dan mama. Sudah ya pa, Bye.."


Ditya langsung menutup panggilan telponnya pada Prasetyo, kemudian meletakkan ponselnya di atas nakas samping ranjang. Dengan tersenyum, Ditya langsung menuju kamar mandi, dan mendorong pintunya. Untung Naura tidak mengunci pintu kamar mandi, karena Ditya melihat gadis itu tidur terlentang di atas bath up berendam air. Lukisan indah terpampang di depan Ditya, dan nafasnya kembali memburu melihat keindahan itu.  Ditya kemudian mengambil handuk, kemudian mengosongkan air di bath up, dan dengan pelan mengangkat tubuh Naura dengan hati-hati kemudian membaringkannya diatas ranjang.


 


 


 


******************************


 


 


"Akhirnya papa sudah sampai di rumah juga." Novi menyambut Samsuar di depan pintu depan.


"Jessica sudah di rumah ma? Jika belum, segera hubungi dia untuk segera pulang.?" Samsuar langsung masuk ke dalam rumah.


"Anaknya tidak keluar dari pagi, katanya capai kemarin ada pemotretan sampai malam hari. Papa langsung mandi atau mau ngeteh dulu?"


"Papa mandi, siap-siap, mama buatkan teh panas untuk papa!"


Novi langsung bergegas ke dapur untuk menyiapkan minuman untuk suaminya. Sedangkan Samsuar langsung mandi, karena menyiapkan akan menyambut tamu. Setelah menyiapkan teh, Novi segera ke kamar Jessica untuk memintanya segera mandi.


"Tet..tet..tet.." tiba-tiba terdengar bunyi bel pintu.


Novi menuju pintu, dan melihat ada satu orang laki-laki muda tampan diikuti dua orang di belakangnya yang membawa tas. Laki-laki itu adalah Pradipta yang membawa amanah dari Boss nya Ditya untuk datang melamar Naura. Melihat ketampanan laki-laki itu, Novi sampai melongo melihatnya.

__ADS_1


"Permisi selamat sore. Apakah benar dengan Ibu Novi, mamanya mbak Naura?" Pradipta menyapa Novi.


"Iya benar, ada apa ya?"


"Apakah saya tidak diperbolehkan masuk dulu, kemudian disilakan duduk?"


"Oh iya, mari mas masuk dulu."


Setelah Pradipta masuk ke dalam rumah, Novi langsung mempersilakan duduk.


"Silakan duduk dulu,  saya panggil papanya anak-anak dulu!"


Novi meninggalkan Pradipta kemudian memanggil suaminya dan Jessica. Melihat kedatangan Jessica, mata Pradipta terbelalak melihat kecantikannya yang terawat. Tetapi Jessica tampak cuek menanggapinya, dan bahkan seperti menganggapnya tidak ada. Jessica duduk di samping papa dan mamanya sambil memainkan ponsel, sedikitpun tidak ada ketertarikan untuk ikut terlibat pembicaraan. Matanya tidak lepas dari Instragram.


"Selamat datang nak.." sapa Samsuar.


"Pradipta pak, panggil saya Dipta." tersenyum Dipta mengenalkan dirinya.


"Oh ya nak Dipta. Ada angin apakah yang membawa nak Dipta kemari, dan tadi kata istri saya menanyakan apakah kami mama dan papanya Naura."


"Okay pak, saya langsung to the poin saja ya. Saya datang kesini karena mendapatkan amanah dari Boss saya, untuk melamar Naura menjadi istri Boss saya. Dan pernikahan keduanya akan dilaksanakan di masjid Agung besok pagi jam 10.00. Dalam tas ini, ada pakaian seragam yang bisa dikenakan besok pagi, saat bapak bertindak sebagai wali dari orang tua mempelai wanita." panjang lebar Pradipta menjelaskan maksud kedatangannya kesini.


"Sebentar nak Dipta, anak saya baru bercerai belum genap dua bulan. Tidak mungkin secepat itu anak saya mau menikah, dan siapa Boss anda?"


"Mohon maaf pak, saya tidak akan mudah membuka jati diri Boss saya. Tinggal besok pagi acaranya, kami mohon Bapak dan Ibu berkenan untuk menghadiri acara besok pagi."


"Tetapi masak kami akan membeli kucing dalam karung? Ceritakan dulu pada kami, siapa boss anda!"


"Apakah menikahkan Naura dengan Firmansyah bukan merupakan tindakan yang lebih parah Pak Samsuar, Bu Novi? Dan nama Boss saya dan keluarganya bukan untuk konsumsi publik. Permisi, saya hanya ditugasi untuk menyampaikan kabar ini pada Bapak Ibu berdua, dan tentu saja juga kepada mbak Jessica." Pradipta langsung berdiri, dan saat Samsuar masih terkesiap dengan berita itu, Pradipta sudah keluar rumah.


 


 

__ADS_1


************************************


__ADS_2