PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura

PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura
Tidak ada yang Salah


__ADS_3

Jessica dan Doni jam 11 siang akhirnya pulang ke rumah dengan didampingi kedua orang tua Doni. Terlihat kedua orang tua Doni sangat menyayangi Jessica, dari tadi mereka memegang tangan Jessica. Tanpa senyum Novi duduk diapit Samsuar dan Naura, mereka duduk berhadapan.


"Mari diminum Tante.., Om.., kak Doni? Mumpung masih panas." Naura menawarkan minuman untuk mencoba mencairkan suasana dingin.


"Iya Nak Naura ya nak namanya..? Doni dan Jessica sering menceritakan kamu."


"Iya Tante..., saya Naura. Dan memang sangat sering merepotkan kak Doni sejak Naura masih kuliah. Dan setelah berkeluarga pun, kak Doni juga masih sering membantu Naura."


"Bukan membantu ma.., cuma menemani adik Doni yang masih polos he..he..he." sahut Doni.


"Kak Doni selalu merendah. Ayo pada diminum!"


Papa Doni mengambil cangkir kemudian menyesapnya, diikuti mama Doni. Setelah mereka meletakkan cangkir kembali, ...


"Mohon maaf pak Aji dan Bu Susi..., sebelumnya kami selaku orang tua dari Jessica dan Naura mengucapkan selamat datang di rumah kami. Saya Samsuar, dan sebelah saya Novi istri saya. Dan mungkin untuk pertama kalinya kita ketemu, suasana belum bisa hangat." Akhirnya Samsuar menyapa keluarga Doni.


"Tidak apa-apa pak Samsuar.., kami juga mohon maaf. Karena keberadaan kami yang berada lumayan jauh dari kota ini, baru hari ini kami bisa menyempatkan datang kemari. Dan saya sebagai papa Doni, juga mohon maaf atas kelancangan saya dan keluarga, yang sudah berani menikahkan mereka tanpa kehadiran dan restu dari bapak dan ibu berdua."


"Syukurlah jika bapak dan ibu menyadari dimana letak kesalahannya." sahut mama Novi judes. Samsuar langsung menggenggam tangan istrinya, dan mengisyaratkan untuk diam.


"Yah.., jujur pak Aji.., Bu Susi. Kami sebagai orang tua memang sangat kecewa sekali, dimana putri pertama kami, menikah dengan putra bapak dan ibu yang bernama Doni. Kekecewaan kami dipicu, karena tidak ada permohonan ijin, Restu bahkan pemberi tahuan kapan mereka menikah." Samsuar mengambil alih pembicaraan.


"Kami hanya punya dua putri pak Aji, putri kami yang kedua tidak perlu kami ceritakan, sudah menikah lebih dulu. Karena situasi dan kondisi kami tidak bisa memberi tahukan ke rekan-rekan kami bahwa kami menikahkan dia. Tiba-tiba, Jessica dan Doni datang memberi tahu jika mereka sudah menikah satu tahun lalu. Apakah salah pak Aji, jika kami tanpa kontrol memarahi Jessica dan Doni?" lanjut Samsuar.


"Iya pak, kami memaklumi semuanya. Kemudian apa yang harus kami lakukan, agar Bapak Samsuar dan ibu Novi bisa merestui Doni dan Jessica. Kami ngikut, yang penting tidak ada aral yang menghambat masa depan mereka berdua."

__ADS_1


Tangan kanan Naura menggenggam tangan mamanya, memberi kode agar mamanya mendengarkan besannya berbicara.


"Apakah boleh Naura bicara pa, ma?"


Samsuar melihat ke arah putri keduanya, kemudian menganggukkan kepala.


"Kalau menurut Naura sih pa.., mungkin lebih baik papa dan mama menyudahi ini semua. Tujuan kan sama, kak Jess dan Kak Don menikah kapanpun itu. Yah, kalau Mama ingin publikasi ke kolega-kolega, tinggal kita buat acara resepsinya saja. Dan dari keluarga kak Doni juga sudah mengakui kekeliruan, untuk apa kita mempermasalahkannya." tiba-tiba Naura ikut bicara.


Semua terdiam setelah Naura selesai bicara, dan tiba-tiba Ezaz terbangun menggeliat..


"Cucu Oma.., ayo gantian gendong Oma ya?" Novi langsung meminta untuk menggendong cucunya.


"Pak Aji.., Bu Susi.. yah mohon kembali memaafkan kami! Saya sebagai papanya Jess, semua saya kembalikan pada Jessica. Apa yang akan dia maui? Meskipun tidak mudah untuk meyakinkan istri saya." kata Samsuar sambil melihat pada Jessica.


"Dan juga pa, Jess tidak akan mau dibuatkan pesta resepsi. Kami akan bahagia atau tidak bukan dilihat ada atau tidaknya pesta, ataupun mengenalkan pada kolega. Tapi bagaimana kami berdua bisa saling menerima dan mengisi kekurangan kami masing-masing." lanjut Jessica.


"Apa maksudmu Jess? Kamu mengajari mama?" seru Novi sampai membuat Ezaz kaget dan menangis.


Naura langsung mengambil alih Ezaz, kemudian membawanya ke dalam kamar.


"Ma.. kendalikan dirimu! Kita sedang ada tamu.." Samsuar mengingatkan Novi.


Jessica diam, dan Doni menenangkan Istrinya yang tampak akan menjawab ucapan mamanya.


"Jess.., kamu harus ingat! Tanpa mama, kamu tidak akan ada di dunia ini. Sekarang kamu mulai berani membantah mama?"

__ADS_1


"Terus sekarang apa yang harus Jess lakukan ma, apa mama akan menjual Jess seperti mama menjual Naura? Mama mau lakukan itu, untuk menebus rasa sakit mama karena sudah melahirkan Jess. Tidak ada anak yang minta untuk dilahirkan ke dunia ini ma..," Jessica tanpa kontrol tambah berani membantah Naura.


Dengan cepat, Susi memeluk Jessica, sambil mengelus rambut gadis itu. Samsuar dengan muka merah padam menahan marah, melotot ke arah istrinya, kemudian..


"Maaf pak Aji.., harus terjadi insiden seperti ini! Mohon maklum dengan perasaan kami pak!"


"Tidak apa-apa pak, atau kami ijin untuk kembali dulu. Kami akan menunggu setelah semua bisa berpikir dengan kepala dingin, kita akan berdiskusi lagi bagaimana baiknya ke depan."


"Iya pak Aji.., saya selaku wali dari Jessica, untuk kebahagiaan anak saya di masa depan, saya sendiri tidak mempermasalahkan pernikahan ini. Toh, semua telah terjadi, hanya untuk pengingat kita agar lebih berhati-hati ke depannya."


"Terimakasih pak Samsuar, kami permisi dulu. Dan ijin saya untuk membawa Jessica, karena bagaimanapun dia adalah menantu di keluarga kami. Dia istri Doni putra kami, jadi sudah menjadi tanggung jawabnya untuk menjaga dan melindungi Jessica." Pak Aji segera berpameran.


"Jessica.., kamu tinggal di rumah. Mama tidak mengijinkan kamu pergi dengan mereka!" teriak Novi melarang Jessica pergi.


"Maaf ma.., Jess sudah menikah. Saat ini Jess harus mengikuti dan mentaati perintah suami Jess. Jika mama menginginkan Jess tetap di rumah ini, maka Kak Doni juga harus tinggal untuk menemani Jessica. Lagian papa juga sudah merestui kami berdua."


"Jessica..., kamu.." belum selesai Novi berbicara, langsung ditarik oleh Samsuar.


"Doni.., bawa istrimu bersamamu! Kalian suami istri, tidak baik tinggal terpisah. Semoga besok kita bisa bicara lagi pak Aji.., Bu Susi.., kita bicara dengan kepala dingin." akhirnya Samsuar mengijinkan mereka untuk membawa Jessica pergi.


"Papa..., kenapa papa membela mereka?"


"Sudah ma, apa lagi yang kamu inginkan? Mau pamer pada teman-teman sosialita.., mau menyelenggarakan resepsi? Gaya hedonisme yang kamu anut, kapan itu akan berakhir?"


*************

__ADS_1


__ADS_2