PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura

PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura
Akad Nikah


__ADS_3

Tepat 10 menit acara akad nikah dimulai, Ditya sudah menggandeng Naura menuju ke stage pernikahan. Samsuar sangat terharu melihat penampilan putrinya yang tampak sangat cantik dengan gaun putih yang membalut badannya. Sedangkan Naura masih bengong, dan merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat didepannya. Jessica dengan Doni yang mengenakan pakaian seragam sama dengan yang dikenakan papanya, dan melihat di round table pengusaha terkenal di negeri ini Prasetyo Pangestu duduk ditemani seorang wanita dengan style sosialita.


"Kak.., tolong jelaskan apa yang Naura lihat hari ini? Siapa yang akan menikah, kenapa ada papa dan mama juga?" bisik Naura pada Ditya yang tidak mau melepaskan genggaman tangannya.


"Kan aku sudah pernah berjanji padamu, kalau dalam waktu dekat, kamu akan segera bertemu dengan kedua orang tuamu, dan kakakmu Jessica. Hari ini aku mewujudkannya sayang, dan akan aku perjelas apa statusmu di hadapanku." bisik Ditya.


Naura kurang mempercayai, dia merasa masih bermimpi saat ini. Perlahan dia mencubit tangannya, tapi dia merasakan sakit, dan dia memberanikan diri menatap langsung pada calon suaminya. Pradipta terlihat mengalihkan Nyonya Marina yang akan menghampiri Naura, karena sudah dipesan oleh Ditya, untuk menahan mamanya menemui Naura sebelum akad nikah terlaksana.


"Baiklah, silakan calon pengantin, wali nikah, dan saksi segera menempatkan diri. Acara akan segera kita mulai." terdengar penghulu sudah meminta semua mempersiapkan diri dan duduk di tempatnya masing-masing.


Akhirnya setelah semua duduk di tempatnya masing-masing, akad nikah segera dilaksanakan oleh penghulu. Setelah selesai khotbah nikah dibacakan untuk memberikan bekal kehidupan, akad dilakukan.


"Sah." tersedu Naura mengalirkan air matanya, dia seakan tidak mempercayai apa yang terjadi di hari ini. Tanpa ada pemberitahuan, tanpa ada lamaran, pagi ini dia sudah resmi menjadi seorang istri dari Aditya Herlambang Pangestu. Dalam usia 22 tahun, dia sudah menjalani akad nikah dua kali. Dia juga tidak mempercayai bagaimana perasaannya terhadap Ditya, laki-laki yang telah menanamkan benih di perutnya.


Dengan lembut Ditya segera mencium lembut kening Naura, dan menghapus air mata yang membasahi kelopak matanya. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Naura, hanya isak tangis yang tidak kunjung berhenti mengalir.


"Naura.., berhentilah menangis. Ayo kita temui papa dan mama, tuh banyak tamu melihat ke arah kita!" suara lembut Ditya mencoba menenangkan perasaannya.


Naura menatap Ditya, yang langsung dijawab dengan anggukan kepala. Setelah mengambil nafas panjang, dan mengeluarkannya kembali, perasaan gadis itu perlahan sudah mulai stabil. Kemudian dengan mesra dan tampak sekali penuh perhatian, Ditya merangkul Naura yang sudah resmi menjadi istrinya, menemui papa dan mamanya.


"Papa, mama..., ini Naura istri Ditya, mohon beri kami restu!" Ditya mengenalkan Naura pada orang tuanya.


Naura mengulurkan tangannya, dan saat akan merunduk untuk bersimpuh, dengan cepat Ditya melarangnya.

__ADS_1


"Naura.., hati-hati, tidak perlu bersimpuh, kasihan bayi kita sayang!"


Prasetyo dan Marina berpandangan mata terkejut.


"Ditya, apa yang terjadi? Apakah papa tidak keliru mendengarnya, benarkah Naura sudah hamil?" tanya Prasetyo.


"Huh.., ternyata sama saja dengan perempuan lainnya yang suka memanjat ranjang laki-laki." sahut Marina sinis.


Mendengar perkataan mamanya, Ditya langsung memegang bahu istrinya. Prasetyo langsung memberi isyarat pada istrinya untuk diam.


"Iya ma, Naura sekarang hamil anak Ditya dan sudah berusia 7 minggu. Don,t judge us, Mom! Nanti kalau ada waktu DItya akan cerita, apa yang terjadi dengan kami."


"Saya Naura Ma, mengucapkan salam kenal pada mama." Naura mencium tangan Marina, dan wanita paruh baya itu tanpa kata hanya melihat pada Naura.


"Selamat datang di keluarga Prasetyo Naura. Tidak perlu sungkan, kami merestui pernikahan kalian, dan kendalikan putra papa ini ya."


"Kak Naura.., aku Claudia adik dari suami kakak yang nakal ini." suara centil dan manja Claudia terdengar di telinga Naura. Kedua gadis itu berpelukan erat.


"Ditya.., sekarang temui mertuamu dan kakak iparmu!" Prasetyo mengarahkan putranya untuk memohon restu pada mertuanya.


Ditya membawa Naura ke meja tempat duduk keluarga Naura. Begitu sampai di hadapannya, Naura langsung memeluk erat mamanya.


"Mama.., maafkan Naura ma! Putri mama ini baru bisa menemui mama hari ini." tangisan keduanya tumpah. DItya ikut tergenang kelopak matanya, dia merasa menyesal sudah tidak mengijinkan Naura untuk menemui keluarganya. Dari belakang, beberapa tamu undangan menyaksikan adegan yang sangat mengharukan itu.

__ADS_1


"Sudah.., sudah., mama yang minta maaf sayang. Karena keegoisan mama, kamu yang harus menjadi korban." setelah beberapa lama mereka berpelukan, Novi melepaskan. Kemudian Naura memeluk papanya, dan Ditya berdiri di belakang Naura. Jessica ikut menangis sesenggukan, ikut merasakan kebahagiaan adiknya hari ini.


"Papa, mama..., kenalkan saya Ditya menantu keluarga ini. Maafkan saya, karena baru di hari bisa menemui papa dan mama, tolong restui kami!" Ditya bersimpuh di kaki Samsuar, tetapi segera Samsuar membangunkan DItya dan memeluknya.


"Nak Ditya.., papa titip putri papa Naura. Jaga dia, jangan sakiti dia! Kembalikan kepada papa dengan baik-baik jika kalian tidak bisa bersatu, tetapi jangan sakiti putri papa!"


Jessica dan Doni menghampiri Naura, kemudian mereka berpelukan erat. Setelah adegan mengharukan itu, Samsuar mengingatkan Ditya dan Naura untuk memberi salam pada tamu undangan. Dan saat melihat ke arah tamu, Naura terkejut karena melihat 3 teman kuliahnya ikut menghadiri acara pernikahannya. Fikri, Akbar, dan Iin tampak melambaikan tangannya pada Naura.


"Kak.., Naura mau menemui teman kuliah Naura dulu!" Naura minta ijin pada Ditya, dan sepertinya tinggal bersama laki-laki itu telah menjadikan *habit *baru bagi Naura, dimana kemanapun harus meminta ijinnya.


"Masak aku ditinggal sayang, kan aku sekarang sudah resmi jadi suami kamu. Aku juga ingin mengenal teman-teman istriku." kata Ditya sambil merangkul pinggang Naura dan membawanya ke teman kuliah Naura.


"Cie..cie.., so sweet sekali." seru Iin melihat kemesraan pasangan pengantin baru itu.


Naura tersenyum malu, kemudian mencubit Iin. Kedua sahabat itu saling berpelukan.


"Selamat Naura atas pernikahanmu dengan Tuan DItya. Kapan kamu kenal dengan suamimu Na?" bisik Iin.


Naura tidak menanggapi pertanyaan sahabatnya itu, tetapi hanya tersenyum malu.


"Naura, jangan lupakan kami dong!" seru Akbar.


Sedangkan Fikri hanya senyum-senyum melihat teman-temannya. Naura kemudian menyalami Akbar dan Fikri, dan setelah berbincang-bincang sejenak, Naura minta ijin pada mereka untuk memberi salam pada tamu-tamu yang lain. Naura terlihat sangat bahagia, berbeda jauh dengan saat dia menikah dengan Firmansyah yang jauh dari publikasi. Ditya tampak memahami istrinya, hari ini dia betul-betul memanjakan Naura dengan kelembutan dan perhatian.

__ADS_1


*********************************


__ADS_2