PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura

PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura
Sepakat


__ADS_3

Aditya tidak bisa fokus sampai acara negosiasi dengan Dodi, sekali-sekali dia melirik ke arah Naura. Tetapi sepertinya Naura tidak mengingatnya, terlihat dengan kecuekan saat Ditya menatapnya. Tetapi gadis itu sudah berhari-hari mengacaukan pikiran dan hidupnya. Tiba-tiba Aditya dikagetkan dengan tepuk tangan dari Dodi beserta timnya, dan lengan Pradipta menyenggolnya. Terlihat mereka telah menetapkan akhir kesepakatan bersama. Dia sangat bersyukur, Pradipta dan Naura berkolaborasi berusaha meyakinkan client-nya.


"Kami sangat bersyukur sekali pagi ini, ternyata benar kata orang bijak jaman dulu. Carilah rejeki di pagi hari, terimakasih pak Dodi dan tim. Saya akan pastikan tim saya akan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan apa yang menjadi kesepakatan bersama." dengan cepat Aditya menguasai situasi kembali, dan mengambil alih negoisasi.


"Pak Ditya, selamat pada anda. Anda punya dua orang yang sangat luar biasa, mereka ternyata sangat jago bernegosiasi. Penguasaan materi apa yang didiskusikan betul-betul di luar kepala." Dodi menyelamati Aditya.


"Pak Dodi terlalu banyak memuji kami. Kami banyak dilatih pak Aditya pak, hingga bisa seperti ini." Naura merendah, dan suaranya seperti sembilu yang membuat pedih di hati Aditya.


"Naura ini tim baru kami pak, dia kita rekrut Minggu lalu. Tapi kami sudah tau capability dia, sedari dia masih studi di Sekolah Tinggi." Pradipta memuji Naura, dan Naura merona pipinya.


"Kok bisa tahu pak? Gimana caranya, mungkin bisa kita adopsi nanti. Perusahaan saya juga butuh tim handal seperti Naura."


"Naura ini saat menjadi Ketua Pelaksana kegiatan, pernah mengundang pak Aditya sebagai narasumber di kampus. Untuk yah, menyemangati mahasiswa untuk menjadi entrepreneur muda. Jadi dari situ kami lumayan tahu tentang capability Naura."


"Dan kami sempat memberikan surat penerimaan langsung ke salah satu perusahaan kami, tetapi malah tidak dia gunakan. He..he..."


"Terus bagaimana masuknya ke perusahaan?"


"Divisi karir dari kampusnya yang mengirimkan rekomendasi Naura ke perusahaan."


Naura hanya tersenyum dan tertunduk mendengar atasan langsungnya, memuji dia di depan kolega.


"Selamat Naura..., ternyata kamu memang dijodohkan dengan perusahaan pak Aditya. Pak Ditya, kalau sudah tidak butuh Naura langsung call me, ok." Dodi melempar pernyataan langsung ke Ditya, yang sedari tadi tidak banyak bicara.


"Wah sepertinya tidak akan pernah lepas dari perusahaan kami pak. Sampai seumur hidupnya Naura akan tetap bersama saya." tanpa sadar Ditya berbicara, dan Dipta langsung mengambil alih pembicaraan.


"Tetapi semua tergantung Naura nya juga pak Dodi, dan tetap harus sesuai rule, policy yang ada di perusahaan."


"Sudah, sudah pak. Out of Topic, mungkin bapak bisa koreksi dulu untuk draft PKS akhir. Mumpung sekalian ada pak Aditya, PKS bisa sekalian ditanda tangani saat ini." Naura memotong gurauan mereka, dan memberikan draft PKS secara online pada sekretaris Dodi.


"Lho sudah jadi Naura?" tanya Pradipta terkejut.

__ADS_1


"Sudah pak, dan sudah saya email ke Pak Fauzi. Mohon dicek pak."


"Baru diprint sama tim saya Bapak-bapak." sahut Fauzi.


Aditya tersenyum dan dari kemarin dia mengacuhkan Pradipta yang ngotot untuk menerima Naura, sekarang bahkan dia sendiri tidak berani menatap langsung pada gadis itu. Dia mengakui kerja cepat gadis itu, dan dia harus cepat mendapatkan gadis itu.


Tidak lama seorang karyawan masuk meeting room, membawa berkas PKS yang sudah di email Naura ke Fauzi. Karyawan membagikan kepada para peserta negosiasi. Setelah membacanya sekilas,


"Dari pihak perusahaan saya sudah sepakat dengan isi PKS ini, ternyata Naura bisa menterjemahkan keinginan kami dalam PKS. Excellent." Dodi mengacungkan jempol pada Naura.


"Okay, kalau dari pak Dodi sudah agree, bisa kita lakukan penanda tanganan saat ini juga."


Akhirnya proses negosiasi dilaksanakan dengan sangat cepat, dan bahkan langsung dihasilkan PKS yang sudah ditandatangani kedua belah pihak.


******************


"Dipta .., kita pergi pakai mobilku saja ya. Driver diminta balik ke perusahaan. Aku lagi malas nyetir sendiri." tiba-tiba Aditya minta Pradipta pulang bersamanya.


"Siapa yang meminta Naura balik sendiri. Sudah telpon kantor, untuk mengirimkan driver kesini. Untuk bawa mobilmu pulang. Kita bertiga jalan pakai mobilku."


"Atau begini saja pak. Jika dibolehkan, mobil pak Pradipta saya saja yang bawa balik ke perusahaan. Pak Pradipta bisa bawa mobil pak Aditya." kata Naura menengahi.


"Tidak." tiba-tiba Pradipta dan Aditya berteriak.


Naura terkejut dengan respon kedua Bossnya itu, kemudian dia menatap keduanya secara bergantian.


"Maksudku begini Naura, masak kita laki-laki tega membiarkan wanita menyetir sendiri. Coba Naura, kamu telpon bagian Rumah Tangga untuk mengambil mobilku. Ayo kamu sekalian menemani kami." Pradipta menetralisir suasana.


"Baik pak." kata Naura yang langsung menghubungi bagian rumah tangga perusahaan.


"Kunci kami titipkan pada petugas lobby ya pak. Karena tidak mungkin kan, kami menunggu Bapak disini, kita baru berangkat pergi." Naura menjelaskan pada driver perusahaan.

__ADS_1


Setelah driver menyanggupi, Naura meminta kunci mobil Pradipta. Setelah diberi, kemudian dia kembali masuk ke lobby, dan menitipkan kunci mobil pada security yang jaga di lobby.


******************


"Dity, aku pikir hari ini kamu ada keanehan. Apa yang terjadi, ceritakan padaku!" begitu Naura masuk lobby, Pradipta langsung bertanya pada Aditya.


"Hentikan pencarian Gadis yang bersamaku malam itu Dipt, aku sudah menemukannya."


"Really??? Agen mana yang kamu kerjakan, kenapa tidak memberitahu aku?" seru Pradipta.


"Pelankan suaramu bro, ini kita di perusahaan orang. Nanti aku ceritakan padamu. Sekarang kamu hubungi dulu orang-orang yang kamu sewa. Bilang sasaran sudah ditemukan."


"Mari Bapak, kita berangkat. Kunci sudah saya Titip pada security lobby." mereka langsung terdiam mendengar Naura sudah ada di hadapan mereka.


"Oh ya, ayo. Mobilku aku parkir di sebelah sana. Dipta, ambil mobilku, kamu yang bawa." Ditya melempar kunci mobil ke Pradipta.


"Hadeh Dity..., aku sudah berpikir mau tidur bentar dalam mobil. Ternyata." gerutu Pradipta sambil berjalan ke arah mobil.


Naura tersenyum melihat perdebatan antara dua Bossnya itu. Dia dan Aditya menunggu Pradipta dalam diam.


"Bagaimana, kerasan kerja di perusahaan saya?" tiba-tiba Aditya bertanya memecah keheningan.


"Iya pak, sangat senang sekali. Bisa bertemu dengan orang-orang baru dan juga suasana baru." jawab Naura dengan ceria.


Naura menatap Aditya, kemudian dia sekilas merasa mengenal tatapan itu. Tapi dia menepisnya.


"Ah, itu hanya perasaanku saja. Kan dia dulu pernah jadi Nara sumber di kampus, ya jelas aku tidak asing dengan matanya." Naura membatin sendiri.


"Ayo Naura, itu mobilnya sudah datang." ajak Ditya menuju mobil.


Seperti ksatria, Ditya membukakan pintu mobil bagian belakang, dan meminta Naura segera masuk. Kemudian setelah menutup pintunya, dia duduk di bagian depan.

__ADS_1


******************


__ADS_2