PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura

PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura
Tanda Tangani


__ADS_3

Sesampainya di dalam restaurant, Naura menengok kanan kiri, tetapi tidak melihat orang yang dicarinya. Seorang pelayan restaurant menghampiri di tempat dia berdiri.


"Selamat siang kak, ada yang bisa kami bantu? Kakak mau ketemu seseroang disini, atau mau pesan sendiri?"


"Siang mbak, saya mencari seorang wanita disini. Tetapi apesnya, saya tidak tahu namanya, dan di meja nomor berapa dia duduk." Naura tersenyum kecut.


"Kalau yang sudah reservasi by phone ada dua kak, satu di private room, dan satunya join dengan tamu yang lain. Atau kakak coba saya antarkan ke private room, mungkin orang yang kakak cari?"


"Okay, bolehlah."


Tapi baru mau melangkah ponsel Naura berdering, dan Naura memberi kode pada pelayan restaurant untuk mengangkat telponnya dulu.


"Iya selamat siang." sapa Naura.


"Naura, kamu sudah sampai nak?"


"Sudah Tante, ini baru sampai di depan cashier."


"Tante ada di private room ya, minta pelayan untuk mengantar kamu kesini!" ternyata Tante yang mengundangnya makan disitu saat ini sedang menelponnya.


"Baik Tante, Naura segera kesana."


"Ada di *private room *mbak, bisa antar saya?"


Pelayan restaurant mengantarkan Naura menuju ruangan tersebut. Saat pintu dibuka, Naura terkejut karena melihat Firmansyah mantan suaminya sedang berbicara dengan wanita paruh baya, tetapi dengan style sosialita. Juga ada satu orang laki-laki warga negara asing. Begitu melihat Naura masuk, wanita itu langsung berdiri menyambutnya.


"Ternyata Naura sangat cantik sekali, pantesan anakku sampai tergila-gila padamu sayang." gumam Tante itu.


Naura sedikit mengerenyitkan dahinya, dan dia membatin.


"Apakah Tante ini mamanya Edward ya? Waduh, ada Om Fir juga. Aku kenapa datang ke kandang harimau? Kak DItya, tolong selamatkan aku!" Naura hendak berbalik dan keluar dari ruangan itu, tetapi Tante itu langsung memegangnya dan membawanya ke kursi mereka.

__ADS_1


"Naura, kan tadi Tante sudah bilang sama kamu. Tante menjamin keamananmu, duduklah sayang!"


Naura mengulurkan tangan pada Firmansyah, dan setelah memandang Naura sebentar dengan tersenyum Firmansyah menerima uluran tangan Naura. Gadis itu mencium tangannya, kemudian menjabat tangan laki-laki warga negara asing, dan terakhir pada Tante yang mengundangnya makan siang. Kemudian dia duduk di kursi yang sidah disediakan untuknya.


"Ayo karena tamu yang kita tunggu sudah datang, kita langsung makan saja!" Tante itu mengajak mereka makan.


"Tapi apakah Naura tidak boleh tahu, maksud Tante mengundang Naura kesini?"


"Nanti akan kita sampaikan sayang, baiknya kita makan dulu." Tante itu mengambil piring Naura, tetapi Naura melarangnya.


"Naura ambil sendiri saja Tante!"


"Tidak sayang, ijinkan hari ini Tante yang akan melayani kamu sayang." akhirnya Naura membiarkan Tante itu melayani dirinya.


"Naura mau pesan minum apa? Biar Tante pesankan."


"Sudah tidak usah tante. Ini sudah tersedia air mineral, Naura minum ini saja."


"Naura, kenalkan saya Rosie adiknya mas Firman, dan ini Michael suami saya. Kami ini papa dan mamanya Edward, dan tolong jangan salah paham dulu dengan kami."


Naura tidak terkejut karena tadi dia sudah mengira siapa mereka, dia tetap diam mendengarkan apa yang akan disampaikan mereka.


"Tante mau minta maaf dengan Nak Naura, karena kesembronoan Edward yang akan membawa pergi Naura ke Australia. Itu semua Edward lakukan, karena anak Tante sangat mencintai Naura. Bahkan Om nya Firman tahu. Berkali-kali sebelum kalian bercerai, Edward pernah menemui mas Firman, agar menceraikan kamu." Rosie mulai menangis. Michael segera mengelus punggung istrinya dengan penuh kasih.


Firmansyah menganggukkan kepala sambil menatap Naura. Gadis itu tetap diam, dia bingung mau bicara apa.


"Maukah Naura memaafkan putra Tante nak?"


Naura mengambil nafas panjang kemudian mengeluarkannya lagi. Kemudian sambil tersenyum dia mulai berbicara.


"Naura sudah memaafkan Edward Tante. Meskipun Edward membawa lari Naura sampai ke Kepulauan Seribu, tetapi sedikitpun Edward tidak melukai Naura. Cuma caranya dia membawa Naura, yang sebenarnya cukup membuat rasa trauma itu muncul."

__ADS_1


"Iya Naura, baru kali ini Edward sangat mencintai seorang wanita. Dan Tante sangat bersyukur, ternyata dia mencintai wanita yang sangat baik dan sopan sepertimu sayang. Bahkan jika saat ini kamu bilang Iya... Naura, saat ini juga Tante akan menikahkan kalian berdua."


Naura jadi khawatir dengan perkataan mamanya Edward, kalau sampai Ditya mendengarnya, bisa-bisa restaurant ini akan jadi kacau balau.


"Mohon maaf Tante, apakah bisa kita ganti topik pembicaraan! Karena Naura harus segera kembali ke tempat bekerja Tante. Sebenarnya maksud Tante dan Om Fir mengundang Naura kesini, ada maksud lainkah? Jika maksudnya, Tante melamar Naura. Mohon dimaafkan, Naura tidak bisa Tante." Naura menetralisir percakapan.


Firmansyah mengambil map, kemudian meletakkan di depan Naura.


"Naura, mohon maafkan Rosie ya! Sebenarnya maksud utama kita mengundangmu kemari karena mau minta tolong, kami membutuhkan bantuanmu untuk dapat membebaskan Edward. Keluarga adikku akan membawanya kembali ke Australia, jadi dia tidak akan dapat lagi menganggumu." ucap Firmansyah mengambil alih percakapan Rosie.


"We hope, you can help him to be free, Naura!" Michael yang dari tadi diam ikut memohon pada Naura.


"Terus apa yang harus Naura lakukan Om? Naura tidak mau, jika harus datang ke Kepulauan Seribu lagi, Naura takut."


"Tolong Naura baca, surat yang sudah dikonsep di  dalam map itu! Jika kamu bersedia membantu Edward bebas, kamu bisa menanda tanganinya. Tetapi jika kamu merasa sakit hati dengan sikap dan perilaku Edward, silakan bagaimana sikapmu." Firmansyah menjelaskan pada Naura.


Naura membuka map dan mempelajari surat yang sudah dikonsep. Isi yang tertulis menyampaikan jika Naura mencabut semua tuntutan atas perlakuan Edward yang membawanya pergi, dan tidak akan mengajukan tuntutan apapun. Lembar kedua berisi tentang Surat pernyataan keluarga Edward, tidak akan mengulangi perbuatan yang sama.


"Bagaimana Naura, kami sangat berharap kamu bisa membantu kami!" tanya Rosie penuh harap.


Naura berpikir, dia tidak merasa dirugikan jika membebaskan Edward, juga dapat mencegah timbulnya rasa dendam di dirinya.


"Okay Tante Rosie, Om Firman.., Naura mau menanda tangani surat pencabutan tuntutan. Tetapi Naura juga membutuhkan jaminan, kalau Edward tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Jujur Naura sangat takut dengan kejadian kemarin." kata Naura pelan sambil menundukkan wajahnya.


Tiba-tiba Rosie memeluk dan mencium Naura sambil menangis.


"Terima kasih sayang, Tante sangat yakin jika kamu anak yang baik. Tante dan Om akan menjamin kalau Edward tidak akan mengganggumu sayang." Setelah Rosie melepaskan pelukannya, Michael menyalami Naura, dia mengucapkan terima kasih.


"Terima kasih Naura, dan maafkan kesalahan Om  selama ini ya!" tiba-tiba Naura memandang Firmansyah, kemudian tersenyum dan menganggukkan kepala.


*******************************

__ADS_1


__ADS_2