PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura

PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura
Dunia Mimpi


__ADS_3

Naura menceritakan pertemuannya dengan keluarga Edward, dan juga Firmansyah pada Dipta dan Ditya. Termasuk cek Rp. 2 milliar yang diberikan Firmansyah, dan dia tolak. Ditya terlihat merah mukanya menahan marah, sedangkan Dipta berusaha menenangkan suasana.


"Naura.., apa kamu ini tidak belajar dari pengalaman? Betapa berbahayanya kamu menemui keluarga penculikmu dan mantan suamimu. Apakah kamu tidak berpikir jika mereka membalas dendam." kata Ditya dengan nada tinggi.


"Sudahlah Dity, kamu jangan membuat Naura takut! Syukur tidak terjadi apa-apa, dan Naura juga sehat, aman kan?" Dipta berusaha menetralisir.


"Balas dendam apa? Dalam hal ini, Naura kan yang menjadi korban, kenapa mereka harus balas dendam pada Naura? Naura mau menemui mereka, dalam rangka untuk memutus rangkaian dendam Edward di masa mendatang. Apalagi yang membuat tuntutan pada Edward kan kak Ditya, bukan Naura." Naura mengajukan pembelaan sesuai pola pikirnya.


"Kenapa kamu jadi menyalahkan aku Naura? Jadi kamu membela keluarga yang menculikmu, yang telah menekanmu selama ini?"


"Naura tidak merasa tertekan kak, asalkan untuk kebahagiaan semua anggota keluarga Naura, Naura rela melakukannya. Dan selama kami tinggal bareng di tempat Om Firmansyah, Edward sangat baik pada Naura. Dia tidak pernah berlaku tidak sopan pada Naura."


Pradipta bengong melihat keberanian Naura menjawab semua pernyataan yang disampaikan Ditya. Selama ini setiap orang yang terlibat perdebatan dengannya selalu berusaha untuk mengalah. Tetapi ternyata Naura berani membela dirinya, dalam hati Pradipta mengacungi jempol untuk keberanian gadis itu.


"Tetapi kenyataannya dia menculikmu kan, dia terobsesi untuk memilikimu seutuhnya?"


Naura menghela nafas, kemudian.


"Kak Ditya, mohon maaf jika selanjutnya perkataan Naura akan membuat kakak tersinggung. Apa sebenarnya beda antara yang dilakukan Edward dengan yang kakak lakukan sekarang pada Naura? Apakah kakak tidak merasa berlaku tidak adil juga pada Naura?"


"Uhuk.." tiba-tiba Pradipta tersedak mendengar perkataan Naura. Dia mengambil minum, kemudian memandang Naura.


"Sudah.., sudah.., hampir jam 14.00. Naura segera balik ke perusahaan, masih banyak surat masuk yang belum kamu selesaikan." kata Pradipta mengalihkan topik.

__ADS_1


"Baik pak Dipta, Naura permisi balik duluan." baru saja Naura akan melangkahkan kakinya, tangan Ditya menahannya untuk tetap duduk.


"Dipta.., Naura hari ini bersamaku. Jika kamu mau balik, silakan pulang duluan. Aku masih ada urusan dengan gadis ini."


"Kok jadi begini? Naik apa aku harus balik ke perusahaan? Kamu sudah janji untuk membiarkan Naura melaksanakan pekerjaan di kantor secara profesional, tetapi kenapa saat ini kamu mengingkari janjimu DItya?"


"Aku masih banyak urusan yang harus aku selesaikan dengan istriku. Telpon sopir kantor, minta untuk jemput disini! Mobil aku bawa, dan urusi bill makan kita!" tanpa rasa bersalah, Ditya langsung menggandeng Naura dan segera meninggalkan Dipta sendirian.


Melihat Ditya sedang emosi, Naura mengikuti dan melihat ke Pradipta sambil menangkupkan dua tangan di depan dadanya sebagai permintaan maaf. Pardipta tersenyum kecut, hanya memandangi mereka berdua berjalan meninggalkannya.


"Ditya...," tiba-tiba terdengar suara wanita memanggil Ditya, tetapi laki-laki itu mengabaikan panggilan itu.


Naura melirik ke arah wanita, dan terlihat seorang wanita cantik bergegas menyusul langkah mereka. Tetapi Naura tidak ada waktu mengurusi hal itu, karena Ditya segera menariknya menuju mobil. Saat Ditya akan menjalankan mesin mobil, wanita yang memanggilnya tadi menghadang di depan mobil sambil merentangkan kedua tangannya.


"Ditya.., tolong beri waktu aku sebentar saja! Kita perlu bicara." seru wanita itu.


"Jika kamu tidak segera pergi, aku tidak segan-segan menabrakmu sekarang!" ancam Ditya dengan tidak mengurangi nada bicaranya.


***************************************


Ternyata Ditya membawa Naura ke **maya Tower Hotel, tempat mereka berdua melakukan kesalahan hampir dua bulan yang lalu. Naura tidak tahu, apa maksud laki-laki itu membawanya kesini. Sepanjang perjalanan dari restaurant ke tempat ini, satu patah katapun tidak ada yang keluar dari mulut mereka. Di pintu lobby, Ditya mengeluarkan *member card, *dan tidak lama petugas hotel sudah menyerahkan *acces card *untuk masuk kamar dan akses lift hotel. Jantung Naura berdegup kencang mengingat apa yang pernah terjadi antara mereka berdua di hotel itu. Tetapi melihat kemarahan Ditya, Naura tetap mengikuti laki-laki itu.


"Kita mau ngapain kesini kak?" akhirnya Naura tidak dapat menahan rasa gatalnya untuk bicara.

__ADS_1


Ditya mendiamkannya, dan saat mereka sampai di lantai ....... pintu lift terbuka. Untungnya Naura tidak mengenali, di kamar nomor berapa mereka dulu tidur bersama, karena dia dibawa ke dalam kamar saat itu dalam keadaan pingsan. Dan saat terbangun dan sadar sudah melakukan kesalahan dengan Ditya, dia langsung meninggalkan kamar tersebut dini hari.


Di kamar nomor...., Ditya langsung membuka pintu. Kemudian mengangkat Naura dan merebahkannya di atas bed. Naura meronta, dan memukul punggung Ditya.


"Kak.., apa yang kakak lakukan? Turunkan Naura!" teriak Naura.


Ditya memegang tangan Naura, dan dia sudah berada diatas tubuh gadis itu.


"Aku akan mengingatkan kembali Naura, hal apa yang pernah kita lakukan di malam itu. Ingat posisimu sayang, kamu akan melihat bedanya Edward denganku." selesai berbicara Ditya langsung mencium bibir Naura, dan gadis itu langsung menggelengkan kepalanya.


Tetapi dia merasa kalah tenaga dari Ditya, akhirnya bibir laki-laki itu dengan lembut mengeksplorasi bibir Naura. Seperti ada aliran gelombang yang mengaliri seluruh tubuh Naura, seketika tubuhnya terasa gemetar. Dia tidak lagi bisa menolak, tetapi terbawa arus yang ditimbulkan oleh Ditya. Setelah merasa tubuh Naura lemas tidak lagi berontak, Ditya melepaskan pegangan tangannya pada tangan Naura. Tangannya mulai bergerilya meraba semua bagian tubuh Naura di bawah bajunya.


"Aah kak..!" belum selesai Naura berbicara, bibir DItya kembali menutupnya dengan ciuman yang berlangsung sangat lama.


"Aku akan membawamu ke dunia mimpi sayang," bisik DItya ke telinga Naura, dan lidahnya langsung bermain di belakang telinga gadis itu.


Naura semakin menggelinjang hebat, saat Ditya dengan lembut memberinya ciuman di semua bagian tubuhnya. Tangan laki-laki itu dengan cepat melepaskan semua pakaian yang menempel di tubuh Naura, dan tidak berapa lama Naura sudah tidak mengenakan apapun.


"Kak hentikan, jangan lakukan lagi kak! Ah.. kak." saat bibir DItya sudah mencium bagian bawah tubuhnya, Naura berusaha menghentikan perbuatan nekad laki-laki itu. Tetapi tubuhnya berbicara lain, tangannya memegang kepala Ditya yang terus menyusuri setiap inci bagian tubuhnya. Tanpa sadar, tangan Naura masuk ke bagian dalam baju Ditya, dan melepaskan kancing kemeja laki-laki itu.


Tersenyum Ditya, kembali mencium perut dan semakin keatas bermain di kedua daging kenyal Naura. Desa*an Naura semakin tak terkendali, sudah lupa akan penolakannya tadi. Tangannya dengan erat dikalungkan di leher DItya.


**********************************

__ADS_1


__ADS_2