PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura

PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura
Kamu dimana


__ADS_3

Di perusahaan, tampak kekacauan terjadi. Ditya memanggil security yang bertugas, dan beberapa orang mencari rekaman CCTV. Pradipta ikut marah besar, karena mereka ditanya tidak ada yang melihat Naura pergi. Bayangan penculikan Naura oleh Edward kembali menghantui Ditya dan Dipta, apalagi ponsel Naura tertinggal di atas meja kerjanya. Wajah Ditya tampak merah padam menahan emosi, dan jelas terlihat rasa takut akan kehilangan lagi Naura.


"Plak..," suara tamparan keras di pipi security, dihadiahkan Ditya atas kesalahannya tidak memperhatikan Naura kemana.


"Ampun pak, maafkan kami! Tadi saya kebetulan pas ke toilet, jadi tidak melihat Non Naura pergi kemana."


"Memangnya security yang aku kerjakan disini itu cuma kamu, seharusnya ada yang menggantikan posisimu kan?" teriak Ditya.


"Dipta.., sudah kamu perintahkan security untuk cek CCTV!"


"Sudah Boss, dan ini baru aku cermati dengan siapa Naura perginya." kata Dipta sambil matanya melihat di layar laptop yang ada di depannya.


"Kalau sampai istriku tidak ketemu, aku bisa jebloskan kalian ke penjara. Dan akan aku pecat kalian semua tanpa pesangon sepeserpun."


"Ampun Boss, kami akan ikut mencari kemana Non Naura. Tapi jangan pecat kamu Boss!"


"Boss.., coba kesini. Kamu kenal wanita dan laki-laki ini tidak? Sepertinya Naura sangat akrab dengan mereka." Pradipta menunjuk Jessica dan Doni di layar laptop.


"Yang wanita itu sepertinya kakak Naura, kalau yang laki-laki aku tidak mengenalnya. Coba zoom plat mobilnya, dan segera hubungi pihak kepolisian untuk menemukan posisi mobil itu!" dengan cepat Ditya memerintahkan untuk menghubungi pihak polisi.


Setelah mendapatkan plat nomor mobil, Pradipta langsung menghubungi Kapolres Poltabes Semarang. Dia menceritakan secara singkat tujuan menghubunginya, kemudian memberikan nomor plat mobil. Sebagai penyetor pajak terbesar di kota itu setiap tahunnya, dan alokasi jatah keamanan yang rutin diberikan, mereka mendapatkan prioritas informasiĀ  dan keamanan selama di kota ini.


"Kita tunggu sebentar Dity! Bapak Kapolres sedang memerintahkan untuk melacak CCTV di sepanjang jalan. Dia minta waktu 15 menit untuk melacaknya, dan langsung komunikasi dengan Polantas untuk mencegat mobil dengan plat tersebut."


"Joko..., Samsul..., kembali kalian ke tempat bertugas. Jangan lengah, atau aku akan membunuh kalian sendiri." perintah Pradipta pada kedua security lobby.


"Terima kasih Boss, kami permisi dulu."


Joko dan Samsul dengan muka bengap karena mendapatkan bogem mentah dan tamparan dari para Boss-bossnya, langsung kembali ke tempat mereka bertugas. Beberapa karyawan yang berjumpa dengan mereka, tampak kepo menanyakan apa yang terjadi, tetapi kedua security itu hanya tersenyum kecut tidak menjawabnya.

__ADS_1


"Ada apa sih, kenapa Samsul dan Joko mukanya remuk redam seperti itu?" tanya Susi karyawan bagian logistik.


"Tidak tahu, sepertinya para Boss sedang mencari sekretaris pak Dipta yang namanya Naura,"


"Ada hubungan apa para Boss dengan anak baru itu, dasar ganjen, masih baru juga sudah kegatelan mendekati boss-boss kita."


"Hush.., mendingan kita diam saja kalau tidak tahu ceritanya. Siapa tahu, kalau anak baru sekretaris Boss Dipta itu memang pacar dari salah satu Boss kita."


"Tapi engap tahu rasanya. Kita saja yang sudah kerja disini lumayan lama, jangankan ngobrol, senyum saja tidak pernah dibalas sama kedua Boss tampan itu. Sedangkan di karyawan baru itu, sudah dapat posisi enak. Baru masuk lngsung dapat posisi sekretaris Boss Dipta, eh.. malah sekarang bikin ulah lagi. Apalagi pernah kan dia lebih dari satu minggu tidak masuk kerja, masih bisa diterima dan dapat gaji utuh."


"Sstt.. Boss lewat, Ayuk kita kembali ke ruangan!"


*************************


Sesampainya di sekitar PLN, Doni menghentikan mobil di pinggir jalan. Naura tampak bahagia melihat ketiga sahabat kuliahnya sudah melambaikan tangannya, dari mobil Fikri. Kemudian mereka berjalan beriringan menuju Jatingaleh. Setelah mengemudi kurang lebih 10 menit, akhirnya mereka memarkirkan mobil di tempat parkir rumah makan.


"Iya Na, kakak tahu kamu pasti merindukan mereka. Kebetulan tadi saat menunggumu di lobby, kakak iseng kiraim chat sama Iin, ga tahunya mereka bertiga langsung oke gabung kita siang ini."


"Ayo.., kita sudah sampai, segera turun. Itu ketiga sahabatmu sudah menantimu Na!" kata Doni yang sudah mematikan mesin mobil.


Naura bergegas turun dan langsung mendatangi ketiga sahabatnya. Iin langsung merentangkan kedua tangannya, dan mereka langsung berpelukan. Akbar ikut merentangkan tangannya, tetapi dahinya tiba-tiba mendapat jentikan dari jari Fikri. Naura yang melihatnya mengacungkan dua jempolnya pada Fikri sambil tertawa.


"Kejam kamu Fikr." sahut Akbar sewot.


"Ha..ha..ha.., ngambek. Gitu aja ngambek, tuh segera makan Bar.., biar ngambeknya ilang." ledek Iin.


Akhirnya mereka ramai-ramai masuk ke restoran, dan langsung dapat tempat duduk di dekat jendela.


"Na.., kenapa chatku tidak dijawab?" tanya Iin.

__ADS_1


"Ponselku tertinggal di meja kerja. Aku tidak bawa ponsel Iin sayang, ntar deh kalau ponsel sudah kupegang, chatmu aku balas deh."


"Alah... sama saja bohong itu namanya."


"Semuanya kakak pesanin menu yang sama ya. Biar cepet." Jessica bertanya pada mereka.


"Okay kak, makasih."


Jessica ditemani Doni segera berdiri dan ke kasir untuk memesan menu makanan. Dia segera memberi kesempatan pada adiknya untuk melepas rindu pada ketiga sahabatnya. Tidak berapa lama, pelayan mengantarkan pesanan Jessica ke tempat duduk mereka.


"Makan dulu yukk, maklum aku sudah lapar banget guys!" Naura yang sudah lama sekali tidak menikmati soto Semarang, tampak sangat berna*su untuk segera mencicipinya.


"Pelan makannya Na! Kakak sudah pesanin khusus kamu dua porsi, yang lainnya kalau pingin nambah, silakan pesan sendiri." kata Jessica.


"Pokoknya kakak memang yang paling the best, sangat tahu dengan keinginan adiknya. Terima kasih kak Jess."


"Tenang Naura, kakak tahu kok. Kamu sudah bertahun-tahun tidak makan disini kan? Makanya kakak ajak kamu kesini, sekalian teman-temanmu kakak minta menemani disini." sahut Jessica yang tersenyum melihat kebahagiaan adik satu-satunya.


Mereka kemudian makan sambil dijeda dengan mengobrolkan banyak hal. Jessica melihat dan mengamati perubahan di adiknya, dia merasakan jika Naura saat ini sudah kembali ke Nauranya yang dulu. Sebelum adiknya itu kehilangan auranya, saat dipaksa menikah dengan Firmansyah.


"Kak Jess, kapan kak Jess menikah dengan kak Doni? Masak Naura saja sudah menikah dengan putra konglomerat, tetapi kak Jess dan kak Don malah belum menikah." tanya Akbar.


"Kami sudah menikah adik-adik, cuma untuk saat ini kami belum bisa mempublikasikannya." jawab Doni.


Naura menghentikan makannya, dan tatapan matanya bertanya pada kakaknya Jessica. Kakaknya menganggukkan kepala, mengiyakan ucapan Doni.


"Iya Na.., saat kami tidak bisa menghubungimu, kami berdua sudah menikah. Cuma tanpa sepengetahuan papa dan mama." kata Jessica lirih.


***************************

__ADS_1


__ADS_2