PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura

PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura
Ada dimanakan Aku??


__ADS_3

Naura mengerjapkan matanya, perlahan dia membukanya sambil memegang kepala. Tampak suasana asing yang terlihat di depannya, dia berusaha mengingat-ingat ada dimana dia sekarang. Dia teringat lagi jalan-jalan di mall, kemudian Ezaz minta ke toilet. Tersentak, Naura bangun dari tidurnya, tetapi terlihat ada selang infus yang menempel di tangannya.


"Ezaz..., Ezaz...!" Naura berteriak memanggil putra laki-lakinya. Dia mengedarkan pandangannya, dia berada di dalam sebuah kamar yang sangat mewah dan elegan.


"Ada dimana aku, dan kemana putraku? Ezaaaz..!" Naura kembali berteriak memanggil putranya.


Tiba-tiba pintu dibuka dari luar, dan terlihat seorang perempuan bule berpenampilan maid masuk dengan tergesa-gesa.


"You're awake miss. Sir will be very happy to see you have regained consciousness." maid itu tampak senang melihat Naura sudah bangun. Dia bilang bahwa Tuannya sangat senang jika melihat Naura sudah sadar,


"Who are you, and where am I now? Do you speak bahasa?" Naura menanyakan ada dimana dia sekarang, dan apakah maid bisa menggunakan bahasa Indonesia.


"I can speak a little Bahasa. You saat ini ada di mansion Tuan Edward, di wilayah Tamarama Sydney. I akan panggilkan Tuan Edward." jawab maid tadi dengan bahasa gado-gado. Dia kemudian melepaskan selang infus di tangan Naura.


"Edward?? Aaawww... apakah Edward menculikku lagi. Dimana Ezaz sekarang.. hey...?" belum selesai Naura akan menanyakan keberadaan putranya, maid itu sudah berlari keluar dan menutup pintu kamar dari luar.


Naura langsung beranjak dari ranjang, kemudian berlari ke arah pintu. Dia mencoba memutar gagang pintu, tetapi ternyata pintu itu dikunci dari luar.


"Hey... siapapun disana. Open the door, please!" teriak Naura sambil menggedor-gedor pintu. Sampai beberapa saat, Naura tidak mendengar ada orang yang ingin menolongnya. Naura berjalan ke arah jendela kamar, dia berharap ada celah untuknya agar bisa keluar dari kamar itu dan segera mencari putranya Ezaz.


Dia menyibakkan tirai yang menutup jendela, dan terlihat taman yang indah dan kolam ikan di balik jendela. Tetapi teralis yang membingkai jendela kamar itu, membuat harapannya menghilang. Dengan lesu, Naura hanya duduk di sofa dan mulai menangis. Tiba-tiba perutnya merasa sakit, dan terdengar suara tanda lapar di perutnya.


"Klek." terdengar suara anak kunci diputar dari luar kamar, Naura menengok ke arah sumber suara. Terlihat dua orang maid masuk membawakan makanan dan minuman ke dalam kamar.


"Nona.., makanlah dulu sambil menunggu Tuan Edward dan Tuan kecil datang. Dan ini, pakaian untuk anda berganti. Siapkan diri Nona, karena sebentar lagi Tuan akan segera sampai di rumah!" satu maid yang menemani maid yang tadi ternyata sangat fasih berbahasa Indonesia. Naura tidak melihat bahkan tidak menjawab apa yang dia sampaikan. Dia hanya akan menunggu Ezaz kembali padanya, dan memastikan jika putranya dalam keadaan selamat.


"Where is my son?" dengan nada tinggi Naura menanyakan Ezaz.


"Tuan kecil Ezaz sedang jalan-jalan dengan Tuan Edward, mereka akan mencari toys. Silakan.., Nona menunggunya, saat ini mereka sudah dalam perjalanan pulang kembali." dengan ramah dan tersenyum, maid menjawab pertanyaan Naura.

__ADS_1


Mendengar jawaban maid itu, hati Naura sedikit lega. Dia tinggal menunggu kedatangan putranya.


"Jika Nona ada perlu, silakan panggil saya di tombol angka 0. Kami akan kembali ke dapur." maid itu kemudian berpamitan, dan kembali mengunci pintu dari luar.


Karena memang merasa lapar, dan harus memiliki energi untuk mencari langkah selanjutnya, Naura segera mengambil piring dan menikmati makanan yang disajikan di kamar tersebut.


 


 


**************


 


# Flashback On


Dari pantauan CCTV, Edward mengawasi Naura dari apartemennya. Dan saat mobil yang membawa Naura dan keluarganya memasuki Senayan City Mall, beberapa orang langsung siaga di beberapa titik. Dia kemudian menghubungi jasa penyewaan helikopter untuk standby di hanggar yang ada di atas gedung yang menyatu dengan mall yang saat itu didatangi Naura dan keluarganya.


"Kenapa kamu tidak gunakan helikopter keluargamu saja?" tanya temannya yang ikut membantunya.


"Untuk di kota ini, aku masih kalah dengan sumber daya konglomerat Prasetyo Pangestu, tetapi jika di Australia aku masih di atas angin. Aku harus melindungi keluargaku yang ada di negara ini, jika sampai di track helikopternya, keluargaku akan bisa celaka." Edward menyampaikan argumentasinya untuk tidak menggunakan fasilitas helikopter keluarganya.


Setelah mendapatkan helikopter, Edward mengatur untuk perijinan pesawat pribadi langsung menuju Australia, dengan melewati beberapa transit. Setelah semua persiapan beres, dia ikut sendiri di dalam helikopter, sehingga begitu orang-orangnya sukses membius Naura dan putranya, dia memangku Naura sepanjang perjalanan.


Keberuntungan sangat berpihak padanya, karena dalam perjalanan ke mall keluarga Prasetyo hanya membawa dua bodyguard untuk mengawal mereka. Bahkan saat Naura dan putranya ke toilet, tidak ada satupun dari bodyguard maupun keluarganya yang ikut menemaninya. Hal itu mempermudah orang-orang Edward mengevakuasi Naura dan putranya dan membawanya terbang meninggalkan mall tanpa ketahuan.


 


*********************

__ADS_1


Flashback Off


"Ezaz..., pilih sendiri toysnya ya! Tapi.. give me five dulu!" Edward mengajarkan gerakan toss pada Eza, dengan menepukkan telapak tangannya dengan telapak tangan Ezaz yang kecil.


"That.s rights boy.... Uncle tunggu disini ya!" Tiga hari bersama dengan Ezaz menumbuhkan kecintaan Edward pada anak kecil itu. Dengan sabar dan telaten, Edward mengajak bermain Ezaz, bahkan menyuapi dan menemaninya mandi.


Melihat Ezaz memainkan rangkaian kereta api dan mobile remote control mengingatkan pada masa kecilnya, dimana papa Edward selalu menuruti setiap keinginannya. Sesekali Edward ikut membetulkan rangkaian kereta jika keluar dari gerbongnya.


"Drtt..drttt...," tiba-tiba ponsel Edward berdering, dan terlihat maid melakukan panggilan telpon padanya.


"What happened?"


"Nona sudah bangun Tuan, dari tadi menggedor pintu kamar minta dibukakan. Kami tidak berani." maid melaporkan tentang Naura yang sudah sadar.


"Aku segera pulang, tunggu aku!" Edward langsung mematikan panggilan telpon.


"Ezaz sayang.., sudah ya nanti mainannya di rumah! Kita mau ketemu Mommy." Edward memanggil Ezaz, dan memberi isyarat pada pelayan untuk membungkus semua mainan yang dipilih Ezaz.


"Mommy..." mendengar akan ketemu dengan mamanya, Ezaz tampak gembira.


"Ya sayang.., Ezaz akan segera berjumpa dengan Mommy." Selagi Naura belum siuman, memang Edward memisahkan Ezaz dari mommy nya, karena khawatir akan dampak psikhologis pada anak itu.


"Deliver all the toys to the car!" Edward memberikan credit card, dan meminta pelayan mengantarkan semua mainan ke mobil. Sambil menggendong Ezaz, Edward langsung membawanya masuk ke mobil.


Setelah pelayan mengembalikan credit card dan memasukkan mainan ke mobil, Edward langsung menjalankan mobilnya. Ezaz


 


*********************

__ADS_1


__ADS_2