
Selesai acara Minggu Keakraban di kampus, Naura langsung pulang. Ajakan teman-temannya untuk nongkrong sambil ngopi, untuk merayakan kesuksesan acara dia tolak. Karena dia berpikir, baru hari pertama masak sudah dirayakan, akhirnya langsung melarikan diri dari teman-temannya.
Sepulang dari acara kampus, Naura sambil bernyanyi masuk ke rumah. Dia melihat mobil papa dan mamanya sudah ada di rumah. Dengan santai Naura masuk ke dalam rumah, dan langsung mencari mamanya. Ternyata Novi dan Samsuar sedang mengobrol di ruang keluarga sambil melihat televisi.
"Hai Mam.., pa..., tumben jam segini sudah pada di rumah." Naura langsung menyalami kedua orang tuanya.
"Mandi dulu sana gih, habis itu mama dan papa akan bicara sama kalian. Kakakmu juga sudah menuju ke rumah." Novi langsung meminta anak perempuan keduanya untuk mandi.
"Kenapa tidak sekalian saja sih Mam, nanti mandinya belakangan." sahut Naura cengar-cengir.
"Sudah, ini juga sudah sore. Sekalian nunggu kakakmu gih."
"Iya, iya, Naura mandi dulu. Bye mam, Pa."
Naura langsung masuk kamar untuk mandi, tapi melihat empuknya bed di kamarnya sangat menarik untuk dia singgahi. Apalagi hari ini dia pagi sekali harus sudah berangkat ke kampus, untuk menyiapkan acara. Belum lagi semalam dia tidur lumayan malam.
"Aduh sungguh nikmatmya." Naura langsung membaringkan tubuhnya diatas bed, sambil merenggangkan kedua tangannya ke kanan dan ke kiri.
Naura memeluk gulingnya, kemudian memejamkan matanya, dan tidak lama kemudian dia yang tadi pamit untuk mandi, ternyata sudah tertidur. Setelah satu jam naura tertidur, Novi membuka pintu kamar Naura, dan sambil geleng-geleng kepala dia menghampiri anak perempuan keduanya itu.
"Naura...., ayo mandi dulu nak. Tadi pamit sama mama dan papa mau mandi kan. kenapa ini malahan tidur, ayo nak."
Naura membuka matanya perlahan, dan agak kaget melihat mamanya sudah ada di depan matanya.
"Apa ma, sebentar lagi ya. Setengah jam lagi saja, Naura akan segera keluar."
"Kakakmu Jessica sudah di rumah, ayo papa sudah menunggu dari tadi." kata Novi sambil mengambil guling dari pelukan putri keduanya.
"Iya, iya ma." akhirnya Naura bangun dan bergegas masuk kamar mandi.
"Oke sayang, mama tunggu di luar ya. Awas lho, jangan tidur di kamar mandi ya sayang."
__ADS_1
Setelah melihat Naura masuk kamar mandi, Novi kemudian menuju ruang keluarga. Jessica sudah berada disana sedang mengobrol dengan papanya.
"Mana Nauranya ma?" tanya Jessica.
"Yah, itulah adikmu Jess. Dari tadi pamitan sama mama dan papa katanya mau mandi, ternyata malahan tidur anaknya." ucap Novi sambil menggelengkan kepala.
"Halah..., Jessica saja tadi mau ada pemotretan, Jess minta diundur. Ini sudah di rumah, malahan tidur." protes Jessica.
"Sudah terlanjur, kita tunggu saja. Maklumlah Jess, adikmu itu sangat sibuk dengan kegiatan di kampus. Semalam papa lihat dia tidurnya malam, dan tadi belum ada jam 6 pagi juga sudah berangkat ke kampus." Samsuar membela Naura.
Tidak lama kemudian, Naura keluar dengan rambut yang masih basah. Novi tersenyum, kemudian menggeser duduknya mendekati Samsuar. Naura langsung duduk di kursi yang tadi diduduki mamanya.
"Syukurlah, kalian semua sudah ada di rumah. Ada yang akan mama dan papa sampaikan pada kalian berdua." kata Samsuar.
Semuanya terdiam, kemudian fokus memperhatikan ke arah Samsuar bicara.
"Sebelumnya papa minta maaf dengan kalian, karena keteledoran papa, akhirnya papa dan mama saat ini membutuhkan bantuan kalian."
"Perusahaan papa saat ini sedang mengalami masalah keuangan yang besar." Samsuar terdiam sejenak, kemudian melihat ke arah Novi, dan istrinya menganggukkan kepala.
Jessica dan Naura saling berpandangan, kemudian menunduk mendengarkan apa yang diinginkan kedua orang tuanya. Melihat kedua putrinya terdiam, hati Novi terasa sakit. Tetapi solusi yang ditawarkan oleh Firmansyah merupakan salah satu cara bagi mereka untuk terlepas dari masalah yang sedang mereka hadapi bersama.
"Jadi Jessica, Naura ..., maksud papa dan mama mengundang kalian, adalah untuk meminta kesanggupan dari salah satu dari kalian." kata Samsuar.
"Maksud papa apa? kesanggupan apa yang papa dan mama inginkan dari kami?" tanya Jessica sambil melihat ke arah papanya.
Samsuar diam sejenak, kemudian melanjutkan bicaranya.
"Jessica..., usiamu tahun ini sudah 23 tahun kan? Papa ingin memintamu untuk menikah dengan teman mama. Dia akan membantu kita menutup kesulitan keuangan yang saat ini sedang kita hadapi nak." kata Samsuar perlahan, tetapi terdengar seperti sambaran petir bagi Jessica.
"Tidak..., Jessica tidak mau Pa, Ma. Jessica masih punya mimpi di dunia modelling, dan juga Jess sekarang punya pacar. jessica hanya mau menikah dengannya ma, pa. Jessica tidak mau." seru Jessica menolak tawaran dari papanya sambil menangis tersedu.
__ADS_1
Novi berdiri dan duduk menghampiri Jessica. Dengan penuh kasih, Novi memeluk putri pertamanya itu sambil ikut menangis.
"Jessi tidak mau menikah sekarang ma, Jess tidak mau." ucap Jessica sambil memukul-mukul punggung Novi.
Semua terdiam, dan Naura juga ikut menangis melihat kakaknya, dan masalah yang sedang dihadapi keluarganya. Samsuar tidak dapat memaksa putri pertamanya, sudut matanya menatap ke arah Naura. Putri keduanya, sang aktivis kampus yang saat ini baru genap berusia 18 tahun. Naura tampak lebih tenang, tetapi Samsuar juga tidak tega menghancurkan masa muda putri keduanya itu.
"Kalau memang tidak ada cara lain untuk menyelamatkan keluarga kita, baiklah nikahkan saja Naura dengan teman mama pa." tiba-tiba keluar kalimat dari mulut Naura.
Semua terkejut dengan pernyataan Naura, yang belum ditanya sudah menyanggupi apa yang diinginkan orang tuanya.
"Naura..., sadar kamu Naura." teriak Jessica berusaha mengingatkan adiknya.
"Apa kalau Naura menolak, kak Jess juga menolak, ada cara lain untuk menyelamatkan keluarga kita kak? Atau pilihan kakak adalah kita semua harus merelakan kehilangan semua. Kalau Naura, tidak masalah kehilangan semuanya, tetapi bagaimana dengan kakak, mama, dan papa?" Naura balik bertanya pada Jessica.
Novi tidak mampu berbicara apa-apa, dari tadi dia hanya menangis. Sedangkan Samsuar sedikit mengambil nafas lega, karena dengan Naura berkenan menikah dengan Firmansyah, maka perusahaannya akan dapat tertolong.
"Silakan papa dan mama atur semuanya. Sekarang Naura mengantuk, Naura akan tidur." Naura langsung berdiri dan langsung masuk ke dalam kamar dengan mengunci pintu dari dalam.
Novi akan mengejar putri keduanya itu, tetapi tangannya ditahan oleh Samsuar.
"Sudahlah ma, besok pagi kita tanyai lagi Naura. Apakah dia betul-betul mau menikah dengan Firmansyah, atau saat ini hanya asal jawab saja."
Akhirnya Novi duduk kembali, dan Jessica tiba-tiba berdiri dan langsung berlari masuk ke dalam kamar. Tinggallah Novi yang masih menangisi kondisi yang sedang mereka hadapi saat ini.
**************************************************************************
__ADS_1