
Setelah selesai kuliah jadwal pertama, Naura pamit sama Iin untuk keluar duluan. Karena Iin masih ada urusan dengan teman sekelas mereka, dia mengijinkan Naura keluar duluan. Naura kaget karena ada tangan yang tiba-tiba menariknya kemudian langsung memeluk erat, saat dia sampai di depan pintu kelas. Tetapi mencium aroma parfumnya, dia tahu bahwa yang memeluknya adalah Jessica kakaknya. Akhirnya dia membalas pelukan yang diberikan kakaknya.
"Kak Jess, kenapa kakak bisa sampau disini kak?" Naura bertanya pada Jessica.
"Gunakan akalmu, kenapa sampai aku kakakmu datang mencarimu di kampus. Kangen dodol." seru Jessica sambil memukul punggung Naura.
Naura terharu mendengar ucapan kakaknya, tanpa dia sadari air matanya langsung menggenangi kelopak matanya. Dia merasakan masih disayangi oleh anggota keluarganya, sampai repot mencarinya ke kampus.
"Jangan disini, ayo masuk mobil saja. Lihat, kita dilihat banyak teman-teman Naura." terdengar suara Doni mengingatkan mereka.
"Ada kak Doni juga ya. Hallo kak." Naura menyapa Doni kekasih kakaknya itu.
Jessica langsung menarik tangan Naura dan membawanya ke halaman parkir kampus. Doni menyalakan alarm mobil, kemudian Jessica mengajak Naura masuk ke mobil.
"Don..., bawa kami ke kafe dulu." Jessica memerintah Doni.
"Siap 86 Tuan Putri." sahut Doni sambil menjalankan mobilnya menuju kafe yang tidak jauh dari kampus.
Mereka terdiam di sepanjang jalan, Jessica membiarkan adiknya Naura menangis mengungkapkan isi hatinya. Dengan penuh kelembutan, dia memegang kepala adiknya dan menyenderkan di pundaknya. Dari kaca depan, Doni melirik keduanya.
Tidak lama Doni sudah memarkirkan mobil di tempat parkir. Kemudian mereka langsung masuk, dan duduk di tempat yang memiliki privacy.
"Aku tinggal kalian dulu. Jika memerlukan apa-apa, panggil aku." Doni memberi kesempatan kakak dan adik yang sudah lama tidak bertemu itu untuk berbicara.
"Bagaimana kabarmu Naura? Tidak usah berbohong, melihat apa yang kamu lakukan pada keluarga kita, kakak dapat menyimpulkan bagaimana kehidupanmu sebenarnya. Ingat, aku kakakmu, bukan papa dan mama yang jika ada uang, mereka akan menganggapnya semua baik-baik saja." Jessica langsung memberondong Naura dengan kalimat beruntun.
Dengan rasa takut, Naura memandang kakaknya. Sedangkan Jessica juga tidak mengalihkan pandangannya dari wajah adiknya. Dia melihat jika Naura saat ini tambah kurus, meskipun kulitnya dan wajahnya menjadi lebih halus.
"Naura..., aku ini kakakmu. Meskipun kita dulu sering bertengkar, tetapi kita adalah saudara kandung. Ceritakan pada kakak, nanti kita akan pikirkan cara secara bersama-sama."
"Naura tidak bisa bercerita apa-apa kepada kakak. Tapi yang kakak perlu ketahui, jika Tuan Firmansyah tidak pernah menekkan Naura kak. Tuan membiarkan apapun yang dilakukan Naura." kata Naura.
"Apa maksudmu Naura? Sejak kamu menikah, sampai saat ini apakah suamimu pernah mengajakmu mengunjungi kedua orang tuamu, kakak. Itu sudah dapat disimpulkan bagaimana kekangan suamimu terhadapmu."
"Iya kak, Naura tidak berbohong. Bahkan kalau kakak tahu, sampai saat ini Naura belum pernah sekalipun melihat bagaimana dan ada apa di dalam kamarnya suami Naura. Kami sejak menikah sampai sekarang selalu tidur sendiri-sendiri kak. Sikap Tuan pada Naura, malah seperti Naura ini anaknya."
__ADS_1
Jessica terdiam dan mengamati adiknya, tetapi sepertinya sedikitpun dia tidak menangkap kebohongan di mata adiknya.
"Lha kalau begitu itu malah bagus Naura. Sekarang kamu pergi ikut kakak, kita hidup bersama. Tabungan kakak sudah lumayan banyak, dan Doni bisa membantu kita untuk pergi dari kota ini. Kakak tidak akan membiarkan adikku seperti ini."
"Kak, jangan begitu kak, Ingatlah papa dan mama kak. Kita ini masih memiliki orang tua yang lengkap kak. Asalkan mereka bahagia, Naura juga akan bahagia kak."
"Shit.., kamu itu dari dulu selalu seperti itu, Ingat Na, kamu itu dikorbankan papa dan mama agar mereka tidak bangkrut. Lalu apa yang kita dapatkan? Kakak selalu melihat bagaimana pergaulan mama dengan teman-teman sosialitanya, dan sama sekali tidak melihat putrinya yang sudah dia nikahkan dengan laki-laki tua bangka. Sadarlah Naura."
"Tenanglah kak, percaya pada Naura. Aku akan minta tolong, jika Naura sudah tidak kuat menghadapi hidup ini. Saat ini Naura hanya ingin lulus kuliah dulu kak, baru nanti berpikir bagaimana ke depannya." Naura mencoba tersenyum, meskipun bagi Jessica senyum adiknya seperti pisau yang menyayat hatinya.
*****************************************************
"Sudah pulang Non. Ini siapa?" sapa Ujang.
Naura tersenyum pada Ujang kemudian mengenalkan kakaknya dan kekasih kakaknya.
"Ya sudah, saya pikir tadi Non Naura membawa kesini teman kampus. Mari, saya kembali ke depan."
"Berarti kamu dilarang membawa teman-teman kuliahmu main kesini ya Na." tanya Jessica dengan tatapan curiga.
"Sudahlah kak, ayo masuk ke rumah dulu." Naura menarik tangan kakaknya dan mengajaknya untuk masuk ke rumah.
"Kak Jess dan kak Doni duduk disini dulu ya. Naura mau meletakkan tas ke dalam kamar dulu."
Jessica dan Doni menganggukkan kepala. Matanya mengelilingi rumah mewah itu, tetapi dia merasakan aura yang sangat sepi. Tidak lama terlihat Bi Ijah membawakan minuman dan camilan untuk mereka.
__ADS_1
"Diminum Non, Tuan."
"Ya Bi, makasih."
Bi Ijah kemudian kembali ke dapur, dan Jessica menyenggol lengan Doni.
"Don, kamu melihat ada yang aneh tidak di tempat ini?" tanya Jessica apda kekasihnya.
"Tidak, aku malah kagum dengan interior dan eksterior rumah ini. Bagus arsiteknya."
"Hush..., kamu kok malah tidak mendukung aku Don. Ayo bantu aku dong, agar adikku mau keluar dari rumah ini."
"Makanya kalau ngomong itu yang jelas sayang. Aku kan bicara dari pandangan mata seorang laki-laki yang kuliah di jurusan Arsitektur."
Jessica menepuk jidatnya, dan tiba-tiba Naura sudah datang dan berganti baju. Dia duduk di hadapan kakaknya.
"Ayo kak diminum."
"Naura.., ayo mumpung kakak sama kak Doni sudah ada disini. Dan suamimu juga sedang tidak di rumah kan? Ayo pergi sama kakak." Jessica tetap mengajak Naura untuk meninggalkannya semua.
"Maafin Naura ya kak. Naura tidak bisa, masih banyak keinginan yang belum bisa terpenuhi. Naura ingin melihat kak Jess, mama dan papa bahagia kak. Juga ingin segera lulus dari kuliah, biar Naura bisa bekerja."
"Sudahlah Jess, Naura tidak merasa tersiksa kan dengan kehidupan yang Naura rasakan. Biarkan saja dulu, nanti kita lihat ke belakangnya bagaimana." sahut Doni yang tidka tega mendengar paksaan Jessica pada adiknya.
"Benar seperti yang baru saja dikatakan kak Doni. Nanti Naura akan bilang ke kak Jess, jika Naura membutuhkan pertolongan. Percaya Naura kak."
Sampai menjelang Ashar Jessica dan Doni berada di rumah Firmansyah, dan Jessica tetap meminta adiknya untuk meninggalkan suaminya. Tetapi Naura tetap dengan sikapnya ingin berada di tempat itu, sampai Firmansyah sendiri yang membuangnya. Karena khawatir mereka berpapasan dengan Firmansyah, akhirnya Doni mengajak Jessica segera pulang.
*******************************************
__ADS_1